Doa Anak Yatim Iringi Abdul Kadir Touring Dunia Naik Motor, Start dari Uzbekistan

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 05:21 WIB
Abdul Kadir usai tasyakuran touring keliling dunia di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin (28/9). Dia didoakan belasan anak yatim agar perjalanan touring naik s epeda motor berlangsung lancar. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Abdul Kadir usai tasyakuran touring keliling dunia di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin (28/9). Dia didoakan belasan anak yatim agar perjalanan touring naik s epeda motor berlangsung lancar. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Doa anak-anak yatim menjadi bekal pertama Abdul Kadir sebelum menempuh perjalanan keliling dunia dengan sepeda motor. Mantan Wakil Bupati Banyuwangi itu dilepas keluarga, kerabat, dan belasan anak yatim dari kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi, Senin (28/9), sebelum memulai etape pertama perjalanan yang diawali dari Uzbekistan.

Di usia 67 tahun, Abdul Kadir telah menyiapkan perjalanan tersebut selama tiga tahun. Bukan sekadar perjalanan wisata, touring ini dirancang berlangsung sekitar tiga tahun dan dibagi menjadi tiga etape dengan melintasi berbagai negara.

Suasana haru terasa di ruang outdoor Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi saat anak-anak yatim memanjatkan doa untuk keselamatan perjalanan Abdul Kadir.

“Ya Allah, mudahkan dan lancarkan setiap perjalanan yang ditempuh Bapak Haji Abdul Kadir. Berikan keselamatan di setiap jalan. Jauhkan beliau dari semua kendala, marabahaya, dan segala yang menghambat perjalanan,” doa salah seorang anak yatim.

Abdul Kadir menundukkan kepala. Matanya berkaca-kaca. Beberapa kali dia mengusap wajah sembari mendengarkan doa tersebut. Di sampingnya, sang istri, Nunuk Sri Rahayu, turut mendampingi.

Santuni Anak Yatim Sebelum Berangkat

Usai doa, Abdul Kadir menghampiri satu per satu anak yatim yang hadir. Mereka disalami sekaligus diberikan santunan.

Momen tersebut menjadi bagian emosional sebelum perjalanan panjang dimulai. Kamera mengabadikan Abdul Kadir bersama anak-anak yatim di samping sepeda motor yang akan digunakan dalam perjalanan.

Senyum kembali mengembang setelah suasana sebelumnya dipenuhi haru. Foto bersama menjadi kenang-kenangan sebelum Abdul Kadir berpamitan kepada keluarga, kerabat, dan karyawan Radar Banyuwangi.

Tak lama kemudian, mesin motor dinyalakan. Suaranya memecah suasana halaman Grha Pena.

Perlahan, motor meninggalkan halaman kantor. Abdul Kadir melambaikan tangan kepada keluarga dan kerabat yang mengantarnya. Doa keselamatan mengiringi keberangkatan pria yang merupakan putra asli Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, tersebut.

Abdul Kadir didampingi sang istri Nunuk Sri Rahayu menyantuni anak yatim di kantor Radar Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Abdul Kadir didampingi sang istri Nunuk Sri Rahayu menyantuni anak yatim di kantor Radar Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

“Mohon doanya ya, semoga saya diberi kemudahan selama melakukan touring. Terima kasih kepada Radar Banyuwangi yang telah bekerja sama dengan saya. Terima kasih telah mengekspos semua persiapan dan keberangkatan,” kata Abdul Kadir.

Tiga Tahun Persiapan, Tiga Etape Perjalanan

Perjalanan keliling dunia tersebut bukan keputusan yang dibuat secara mendadak. Abdul Kadir mengaku telah mempersiapkannya selama tiga tahun.

Persiapan mencakup aspek mental, fisik, hingga kendaraan yang akan digunakan untuk menjelajah berbagai negara.

Perjalanan dibagi menjadi tiga etape. Etape pertama dimulai dari Uzbekistan dengan rute melintasi sejumlah negara di kawasan Asia hingga Timur Tengah.

Rute tersebut mencakup Tajikistan, Afganistan, Iran, Armenia, Georgia, Turki, Irak, Suriah, Yordania, hingga Mesir.

Etape pertama ditargetkan berakhir pada Desember 2026. Setelah itu, perjalanan akan berlanjut sesuai agenda yang telah disiapkan.

Usia 67 Tahun, Semangat Tak Berhenti

Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi mengapresiasi semangat Abdul Kadir yang memilih menjalani perjalanan panjang tersebut di usia 67 tahun.

Menurut Samsudin, keberangkatan Abdul Kadir bukan hanya membutuhkan kesiapan kendaraan, tetapi juga fisik dan mental untuk menghadapi perjalanan lintas negara dalam waktu panjang.

“Berangkat selamat, pulang selamat. Sesuai agenda, Pak Kadir akan keliling dunia selama tiga tahun. Kami mohon adik-adik (anak yatim) ikut mendoakan perjalanan panjang ini,” kata Samsudin.

Kini, perjalanan Abdul Kadir memasuki babak baru. Dari halaman Grha Pena, sepeda motor bergerak membawa misi perjalanan yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun.

Uzbekistan menjadi titik awal. Sementara Banyuwangi menjadi tempat yang diharapkan kembali menjadi titik pulang setelah perjalanan panjang melintasi berbagai negara. (aif)

Editor : Ali Sodiqin
touring dunia abdul kadir sepeda motor uzbekistan banyuwangi