Tinggal Satu yang Aktif, Lokomotif BB302 Berusia 56 Tahun Masih Bertugas di Sumatera Utara

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 17:52 WIB
Lokomotif BB3027001 dengan livery kuning-hijau khas era PJKA. Dari enam unit BB302 yang didatangkan ke Indonesia pada 1970, lokomotif ini menjadi satu-satunya yang masih aktif beroperasi di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara. (Fadhil Dimas Nabillah/Wikimedia Commons)
Lokomotif BB3027001 dengan livery kuning-hijau khas era PJKA. Dari enam unit BB302 yang didatangkan ke Indonesia pada 1970, lokomotif ini menjadi satu-satunya yang masih aktif beroperasi di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara. (Fadhil Dimas Nabillah/Wikimedia Commons)

RADAR BANYUWANGI - Lebih dari setengah abad sejak didatangkan ke Indonesia, lokomotif diesel seri BB302 belum sepenuhnya berhenti bekerja di Sumatera Utara.

Dari enam unit BB302 yang didatangkan pada 1970, kini hanya BB3027001 yang masih aktif beroperasi di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara.

Memasuki usia operasional sekitar 56 tahun, lokomotif buatan Henschel, Jerman Barat, itu kini bertugas sebagai lokomotif langsir, yakni untuk memindahkan atau menyusun rangkaian kereta di area stasiun.

Penampilannya juga berbeda dari kebanyakan lokomotif KAI yang beroperasi saat ini.

BB3027001 menggunakan livery vintage berwarna kuning-hijau yang identik dengan era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).

Warna klasik itu membuat jejak panjang perjalanan lokomotif tersebut semakin mudah dikenali.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan BB302 memiliki peran penting dalam perjalanan modernisasi perkeretaapian di Sumatera Utara, khususnya ketika penggunaan lokomotif uap mulai beralih ke lokomotif diesel.

“BB302 menjadi bagian penting dari sejarah dieselisasi di Sumatera Utara,” kata Anwar dalam keterangan yang diberitakan ANTARA.

Menurut dia, lokomotif tersebut pernah menjadi tulang punggung angkutan penumpang dan barang.

Karena seluruh unitnya sejak awal ditempatkan di Sumatera Utara, BB302 kemudian melekat sebagai salah satu identitas sarana perkeretaapian di wilayah tersebut.

Enam Unit, Semuanya Bertugas di Sumatera Utara

BB302 mulai hadir di Sumatera Utara pada 1970 melalui pengadaan Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), sekitar lima tahun setelah lokomotif diesel pertama mulai digunakan di wilayah itu pada 1965.

Kehadirannya antara lain ditujukan untuk memperkuat angkutan komoditas perkebunan, yang ketika itu menjadi bagian penting dalam kegiatan transportasi kereta api di Sumatera Utara.

Ada satu hal yang membuat BB302 berbeda dari sejumlah seri lokomotif diesel lain di Indonesia.

Enam unit yang diproduksi Henschel untuk Indonesia seluruhnya dialokasikan ke Sumatera Utara.

Keterikatan itulah yang membuat BB302 tidak sekadar menjadi sarana penggerak.

Selama puluhan tahun beroperasi, lokomotif tersebut ikut membentuk wajah perkeretaapian di wilayah ini.

Dalam sekitar 25 tahun pertama masa pengabdiannya, BB302 digunakan untuk menarik kereta penumpang dan barang.

Setelah itu, armada ini memasuki tahap peremajaan untuk memperpanjang masa operasionalnya.

Mesin Diganti, Tenaga Meningkat

Pada periode 1998 hingga 2000, seluruh unit BB302 menjalani program modernisasi.

Salah satu perubahan utama dilakukan pada mesin.

Mesin asli Maybach Mercedes-Benz diganti dengan mesin MTU atau Motoren- und Turbinen-Union.

Berdasarkan keterangan KAI yang diberitakan ANTARA, penggantian mesin tersebut meningkatkan daya lokomotif dari sekitar 900 daya kuda atau horsepower (HP) menjadi 1.200 HP.

Kecepatan maksimumnya mencapai sekitar 80 kilometer per jam.

Peremajaan itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperpanjang usia operasional lokomotif.

Namun, perkembangan teknologi dan masuknya lokomotif generasi yang lebih baru secara bertahap mengurangi peran BB302.

Lokomotif yang sebelumnya digunakan untuk menarik kereta penumpang dan barang kemudian lebih banyak menjalankan pekerjaan operasional yang terbatas.

Sempat Kembali Menarik KA Sri Lelawangsa

Jejak BB302 di perjalanan kereta penumpang masih terlihat beberapa tahun lalu.

Pada 14 April 2022, dua unit BB302, yakni BB3027001 dan BB3027006, diperkenalkan dengan livery vintage kuning-hijau khas PJKA dalam kegiatan di Balai Yasa Pulubrayan, Medan.

Keduanya merupakan lokomotif yang sebelumnya menggunakan nomor BB30201 dan BB30206 dalam sistem penomoran lama.

Tidak lama setelah diperkenalkan dengan tampilan klasik tersebut, BB3027001 kembali terlihat berdinas di lintas utama.

Railway Enthusiast Digest mendokumentasikan BB3027001 saat menarik KA Sri Lelawangsa relasi Medan–Binjai pada 22 April 2022.

Penggunaan tersebut menunjukkan bahwa pemasangan livery vintage tidak serta-merta mengubah lokomotif itu menjadi benda pajangan.

Empat tahun kemudian, jumlah BB302 yang masih aktif semakin berkurang.

Pada September 2026, KAI Divre I Sumatera Utara menyatakan BB3027001 menjadi satu-satunya unit seri BB302 yang masih aktif beroperasi di wilayah tersebut.

Tugasnya kini difokuskan untuk mendukung kegiatan langsir.

Berusia 56 Tahun, Tetap Mendapat Perawatan

Usianya yang telah melampaui setengah abad tidak membuat BB3027001 dibiarkan tanpa perawatan.

Pada 30 Juli 2026, ANTARA Foto mendokumentasikan petugas melakukan perawatan terhadap BB3027001 di Depo Lokomotif Medan.

KAI Divre I Sumatera Utara menyebut perawatan dan pembersihan dilakukan secara rutin terhadap lokomotif yang telah beroperasi sejak 1970 tersebut.

Catatan pada tahun sebelumnya juga menunjukkan bahwa BB302 masih menjadi bagian dari armada yang dikelola Depo Lokomotif Medan.

Pada Mei 2025, KAI mencatat Depo Lokomotif Medan mengelola 31 lokomotif, terdiri atas 15 unit CC201, 10 unit BB303, lima unit BB203, dan satu unit BB302.

Pemeliharaan terhadap armada tersebut dilakukan melalui pemeriksaan harian atau daily check serta perawatan berkala P1, P3, P6, dan P12.

Pemeriksaan mencakup berbagai bagian penting lokomotif, mulai dari bogie atau perangkat roda, sistem pengereman, mesin diesel, generator utama, kompresor, radiator, hingga panel kontrol di kabin masinis.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara saat itu, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa pemeliharaan lokomotif tidak hanya berupa pemeriksaan secara visual.

“Perawatan dilakukan secara menyeluruh dengan fokus pada pemeriksaan, penggantian, perbaikan, dan pengujian komponen vital pada lokomotif,” kata As’ad.

Perawatan berkala tersebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan lokomotif berusia puluhan tahun tetap dipertahankan untuk mendukung kegiatan operasional.

Selain Depo Lokomotif Medan, KAI memiliki Balai Yasa Pulubrayan sebagai salah satu fasilitas perawatan sarana perkeretaapian di Sumatera Utara.

Data resmi PPID KAI mencatat Balai Yasa Pulubrayan menyelesaikan seluruh program perawatan berat Semester I 2026 terhadap 129 unit sarana.

Jumlah tersebut mencakup lima lokomotif, meski KAI tidak merinci nomor seri lokomotif yang menjalani perawatan tersebut.

Tetap Bekerja Sambil Menjaga Jejak Sejarah

Keberadaan BB3027001 kini memiliki dua makna sekaligus.

Di satu sisi, lokomotif itu masih menjalankan fungsi operasional dengan membantu kegiatan langsir.

Di sisi lain, keberadaannya menjadi pengingat perjalanan panjang teknologi perkeretaapian di Sumatera Utara, mulai dari masa lokomotif uap, proses dieselisasi, hingga hadirnya lokomotif generasi yang lebih modern.

Anwar mengatakan BB302 yang masih bertugas untuk kegiatan langsir menjadi pengingat perjalanan panjang modernisasi perkeretaapian di Sumatera Utara.

“KAI berkomitmen menjaga dan merawat sarana bersejarah ini,” kata Anwar.

Upaya menjaga jejak sejarah perkeretaapian juga menjadi bagian dari kebijakan pelestarian warisan atau heritage KAI secara lebih luas.

Dalam publikasi KAI pada September 2026 mengenai Museum Kereta Api Ambarawa, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut sejarah kereta api tersebar di berbagai wilayah dan menjadi bagian penting dari perjalanan teknologi transportasi di Indonesia.

“Perjalanan kereta api Indonesia memiliki banyak cerita yang tersimpan di berbagai daerah,” kata Anne.

Di Sumatera Utara, salah satu cerita itu masih dapat dilihat pada BB3027001.

Lokomotif yang dahulu menarik kereta penumpang dan barang itu pernah kembali berdinas bersama KA Sri Lelawangsa dengan balutan warna klasik.

Kini, setelah 56 tahun sejak kedatangannya, BB3027001 masih bekerja sebagai lokomotif langsir.

Di tengah perubahan teknologi dan regenerasi armada, warna kuning-hijau pada tubuh BB3027001 membuat jejak era lama perkeretaapian Sumatera Utara belum sepenuhnya hilang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
sejarah kereta api Indonesia Lokomotif Diesel KAI Sumatera Utara lokomotif BB302 BB3027001