KAI Bidik Transportasi Makin Murah dan Andal, 39 Rangkaian Baru Sudah Beroperasi

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 08:44 WIB
Armada kereta KAI di stasiun. KAI terus melakukan pembaruan sarana, termasuk pengadaan kereta Stainless Steel New Generation dan rangkaian Commuter Line baru untuk meningkatkan keandalan dan kenyamanan perjalanan. (KAI)
Armada kereta KAI di stasiun. KAI terus melakukan pembaruan sarana, termasuk pengadaan kereta Stainless Steel New Generation dan rangkaian Commuter Line baru untuk meningkatkan keandalan dan kenyamanan perjalanan. (KAI)

RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) membidik layanan transportasi massal yang makin andal, terjangkau, dan terkoneksi. Pembaruan armada hingga peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang menjadi bagian dari upaya tersebut.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan saat perusahaan memasuki usia ke-81 tahun.

”Kami berusaha menghadirkan transportasi massal yang semakin reliable, semakin murah, dan tentunya semakin banyak konektivitasnya,” kata Bobby dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 KAI di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/9).

Pernyataan itu menempatkan tiga hal sebagai fokus KAI yakni keandalan layanan, keterjangkauan biaya perjalanan, dan konektivitas antarmoda.

Namun, Bobby belum merinci bentuk konkret layanan yang disebut akan semakin murah. Belum dijelaskan apakah target itu akan diwujudkan melalui penyesuaian tarif reguler, subsidi, tarif khusus, promosi, atau skema lainnya.

Data KAI menunjukkan layanan dengan tarif terjangkau menjadi bagian besar dari bisnis angkutan penumpang perusahaan.

Sepanjang Januari–Agustus 2026, KAI Group melayani 351.602.397 pelanggan. Jumlah itu naik 7,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 328.311.868 pelanggan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 317,7 juta pelanggan atau 90,29 persen menggunakan layanan publik yang mendapat dukungan pemerintah melalui skema public service obligation (PSO) dan layanan perintis. Sekitar 34,2 juta pelanggan lainnya menggunakan layanan komersial.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan perusahaan berupaya menjaga layanan kereta tetap dapat dijangkau masyarakat.

”KAI terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan transportasi berbasis rel,” ujar Anne.

Di luar layanan yang mendapat dukungan pemerintah, KAI juga beberapa kali menawarkan tarif promosi pada layanan komersial.

Dalam KAI Expo 2026 pada 4–6 September, misalnya, KAI menawarkan potongan harga tiket hingga 30 persen. Besaran diskon menyesuaikan jarak waktu antara pembelian tiket dan jadwal keberangkatan.

”KAI menghadirkan diskon hingga 30 persen bagi masyarakat yang melakukan pembelian tiket selama KAI Expo 2026,” terang Anne.

Promo itu bersifat terbatas. Bukan perubahan permanen tarif tiket. Karena itu, pernyataan Bobby mengenai transportasi yang ”semakin murah” masih menunggu penjelasan lebih rinci mengenai kebijakan yang akan dijalankan KAI.

39 Rangkaian Baru Sudah Beroperasi

Keterjangkauan bukan satu-satunya fokus. KAI juga terus meremajakan sarana untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus keandalan perjalanan.

Bobby menyebut semakin banyak layanan kereta antarkota maupun Commuter Line yang kini menggunakan rangkaian baru.

Salah satu program besar KAI adalah pengadaan 612 kereta Stainless Steel New Generation produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Sebanyak 612 kereta itu akan membentuk 56 rangkaian.

Nilai kontraknya mencapai Rp5,5 triliun untuk periode 2023–2027.

Hingga Juli 2026, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI. Dari jumlah tersebut, 39 rangkaian sudah beroperasi melayani pelanggan. Satu rangkaian lainnya masih menjalani persiapan operasional.

Anne mengatakan proses pengadaan armada tersebut masih berlangsung hingga tahun depan.

”Pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation hasil produksi INKA direncanakan berlangsung hingga tahun 2027 dengan nilai kontrak mencapai Rp5,50 triliun,” jelasnya.

Peremajaan juga menyasar Commuter Line. KAI Group mengalokasikan investasi sekitar Rp4,07 triliun untuk pengadaan 16 rangkaian atau 192 kereta Commuter Line baru serta retrofit dua rangkaian.

Sebanyak tujuh rangkaian atau 84 kereta produksi INKA sudah melayani penumpang. Sembilan rangkaian lainnya masih dalam tahap produksi, pengujian, sertifikasi, dan persiapan operasional.

Kereta Stainless Steel New Generation untuk perjalanan antarkota dibekali sejumlah fasilitas baru. Di antaranya, kursi yang dapat direbahkan dan diputar, ruang kaki lebih lega, port USB atau stopkontak di setiap kursi, pintu geser otomatis, serta Passenger Information Display System (PIDS).

Kabin juga dirancang lebih senyap. Fasilitas untuk perawatan bayi turut tersedia.

Keselamatan Perlintasan Jadi Perhatian

Modernisasi armada berjalan beriringan dengan peningkatan keselamatan perjalanan. Perlintasan sebidang menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian serius.

KAI terus melakukan penataan perlintasan sekaligus mengingatkan pengguna jalan agar tidak menerobos saat kereta akan melintas.

”Menerobos pintu perlintasan tentu dapat membahayakan keselamatan perjalanan KA,” tegas Bobby.

Sepanjang 2026, KAI menetapkan 190 titik sebagai prioritas peningkatan keselamatan perlintasan sebidang. Titik-titik itu tersebar di sembilan daerah operasi dan empat divisi regional.

Program tersebut mencakup penyediaan gardu, rambu, alat keselamatan dan komunikasi, petugas penjaga perlintasan yang tersertifikasi, hingga pemasangan pintu perlintasan.

KAI juga memetakan 1.214 perlintasan sebidang berdasarkan tingkat risikonya. Sebanyak 43 titik masuk kategori risiko tinggi, 630 titik risiko sedang, 538 titik risiko rendah, dan tiga titik berkategori sangat rendah.

Menurut Anne, bertambahnya frekuensi perjalanan kereta harus diimbangi dengan sistem keselamatan yang semakin kuat.

”Semakin tinggi intensitas perjalanan, semakin besar kebutuhan terhadap disiplin operasi, pengelolaan risiko, kesiapan SDM, teknologi, infrastruktur, dan kolaborasi di sepanjang jaringan,” katanya.

Perilaku pengguna jalan masih menjadi tantangan.

Hingga 31 Juli 2026, KAI mencatat 151 kecelakaan di perlintasan sebidang. Angka itu turun sekitar 11 persen dibandingkan periode pembanding 2025 yang mencapai 170 kejadian.

Dari 151 kecelakaan tersebut, 132 kasus atau sekitar 87 persen berkaitan dengan tindakan menerobos perlintasan. Sebanyak 12 kejadian dipicu kendaraan mogok dan tujuh lainnya akibat palang terlambat atau tidak tertutup.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan 131 korban. Sebanyak 59 orang di antaranya meninggal dunia.

Konektivitas Tak Sekadar Tambah Perjalanan

Target memperluas konektivitas juga tidak sekadar menambah rute atau frekuensi perjalanan kereta.

KAI mulai mendorong integrasi stasiun dengan moda transportasi lain serta kawasan di sekitarnya. Salah satunya melalui pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD) Manggarai, Jakarta Selatan.

Stasiun Manggarai saat ini melayani sekitar 162 ribu pelanggan per hari dengan 700–750 perjalanan kereta setiap hari.

Kawasan itu dirancang semakin terhubung dengan Commuter Line, Commuter Line Bandara, Transjakarta, Terminal Manggarai, hingga rencana LRT Jakarta.

”Manggarai memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat Jabodetabek,” ujar Bobby.

Besarnya kebutuhan terhadap transportasi berbasis rel juga tercermin dari jumlah penumpang.

Sepanjang Januari–Agustus 2026, KAI Group melayani 351,6 juta pelanggan. Kontributor terbesar berasal dari KAI Commuter dengan 277,27 juta pelanggan.

Layanan kereta jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI mengangkut 40,38 juta pelanggan. Sementara itu, LRT Jabodebek melayani 21,81 juta pelanggan dan KAI Bandara sebanyak 4,65 juta pelanggan.

Pertumbuhan tersebut membuat integrasi antarlayanan menjadi semakin penting.

KAI Genap 81 Tahun

Komitmen peningkatan layanan itu disampaikan menjelang HUT Ke-81 KAI pada 28 September 2026.

Tahun ini, KAI mengusung tema ”Wonderful Journey”. Menurut Bobby, tema tersebut membawa semangat sejarah, warisan budaya, kebudayaan, dan kebangsaan Indonesia.

Salah satu rangkaian peringatan digelar melalui Heritage Ride di Jawa Tengah, Jumat (25/9). Perjalanan tersebut membawa peserta dari Stasiun Semarang Tawang menuju sejumlah titik bersejarah perkeretaapian, termasuk Stasiun Tanggung di Kabupaten Grobogan.

Memasuki usia ke-81, target KAI kini bukan sekadar menambah jumlah perjalanan. Perusahaan menghadapi tuntutan untuk membuat layanan kereta semakin andal, aman, terhubung, dan terjangkau.

Pembaruan armada sudah berjalan. Program pengamanan perlintasan dan integrasi antarmoda juga terus dikerjakan. Sementara itu, bentuk konkret dari target transportasi yang ”semakin murah” masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari KAI.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Bobby Rasyidin Transportasi Massal KAI Stainless Steel New Generation Kereta Api