Lebih dari 100 Peserta FIFA ASEAN Cup 2026 Naik Whoosh ke Bandung

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 06:25 WIB
Rombongan peserta FIFA ASEAN Cup 2026 menggunakan Kereta Cepat Whoosh untuk perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. Lebih dari 100 pemain, ofisial, panitia, dan perangkat pertandingan tercatat memanfaatkan Whoosh selama turnamen. (Unsplash/Hanhan H)
Rombongan peserta FIFA ASEAN Cup 2026 menggunakan Kereta Cepat Whoosh untuk perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. Lebih dari 100 pemain, ofisial, panitia, dan perangkat pertandingan tercatat memanfaatkan Whoosh selama turnamen. (Unsplash/Hanhan H)

RADAR BANYUWANGI – Kereta Cepat Whoosh menjadi salah satu moda transportasi peserta FIFA ASEAN Cup 2026. Lebih dari 100 pemain, ofisial, panitia, dan perangkat pertandingan telah menggunakan Whoosh untuk perjalanan dari Jakarta menuju Bandung.

Tim nasional Thailand dan Pakistan termasuk dalam rombongan tersebut. Dalam sekali perjalanan, jumlah anggota rombongan yang menggunakan Whoosh mencapai 40 orang.

Thailand dan Pakistan sama-sama tergabung di Grup B Division 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Keduanya dijadwalkan bertemu di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (26/9) pukul 16.00 WIB.

Bagi Thailand, perjalanan dengan Whoosh menjadi bagian dari rangkaian perjalanan panjang menuju lokasi pertandingan. Rombongan mereka tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (23/9), kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung menggunakan kereta cepat.

Pelatih Thailand Anthony Hudson mengatakan para pemain harus mampu beradaptasi dengan perjalanan tersebut.

“Bepergian menggunakan pesawat dan kemudian kereta, kami harus bisa beradaptasi karena memang begitu situasinya,” kata Hudson sebagaimana dikutip dari akun resmi Changsuek.

Setelah tiba di Bandung, Thailand memprioritaskan pemulihan kondisi pemain sebelum menghadapi Pakistan. Hudson sebelumnya juga menyinggung panjangnya perjalanan menuju Indonesia sebagai salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam persiapan tim.

Thailand membawa 23 pemain untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Sejumlah pemain utama masuk dalam skuad tersebut, antara lain Chanathip Songkrasin, Supachok Sarachat, dan Jude Soonsup-Bell.

Sementara itu, KCIC menyebut penggunaan Whoosh oleh peserta turnamen menjadi kesempatan untuk memperkenalkan layanan kereta cepat Indonesia kepada pemain dan ofisial dari berbagai negara.

GM Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan kepercayaan peserta dan penyelenggara FIFA ASEAN Cup 2026 menggunakan Whoosh menjadi kebanggaan bagi perusahaan.

“FIFA ASEAN Cup merupakan ajang internasional yang diikuti pemain dan ofisial dari berbagai negara. Kami ingin menjadikan momentum ini untuk memperkenalkan Whoosh sebagai kebanggaan Indonesia yang memiliki layanan berstandar tinggi, cepat, aman, dan nyaman,” ujar Eva.

Tidak hanya pemain dan ofisial tim, perangkat pertandingan FIFA yang bertugas di Bandung juga menggunakan Whoosh selama turnamen.

KCIC turut membantu pengaturan perjalanan rombongan. Pelayanan mencakup pemesanan tiket, proses keberangkatan, penanganan barang bawaan, hingga pendampingan selama peserta berada di stasiun.

Helpdesk FIFA ASEAN Cup juga disediakan di stasiun. Fasilitas tersebut digunakan untuk membantu memberikan informasi dan mengarahkan tim, panitia, serta perangkat pertandingan selama menggunakan Whoosh.

Pengamanan turut diperkuat di Stasiun Padalarang. KCIC berkoordinasi dengan Polres Cimahi untuk mengatur kedatangan rombongan dan perpindahan peserta dari stasiun menuju kendaraan lanjutan.

“KCIC berkomitmen mendukung kebutuhan perjalanan para pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan agar berlangsung aman, nyaman, dan tertib. Pelayanan serta pengamanan di stasiun telah dikoordinasikan agar mobilitas rombongan berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan kepada penumpang reguler,” kata Eva.

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen tersebut. Kompetisi berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026 dan diikuti 14 tim nasional.

Pesertanya terdiri atas 11 negara anggota ASEAN dan tiga tim undangan. Indonesia bersama Hong Kong, China menjadi tuan rumah turnamen yang dibagi dalam dua divisi.

Division 1 berlangsung di Indonesia dan diikuti delapan tim. Grup A dihuni Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Sementara itu, Grup B ditempati Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.

Pertandingan Division 1 berlangsung di Jakarta dan Bandung. Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi venue di Jakarta, sedangkan pertandingan di Bandung digelar di Stadion Si Jalak Harupat.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut turnamen tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

“Turnamen ini akan memperkuat hubungan sepak bola di Asia Tenggara,” kata Infantino dalam pernyataan resmi FIFA.

Pada fase grup, setiap tim bertemu satu kali dengan lawannya. Juara masing-masing grup berhak melaju ke final. Dua tim peringkat kedua di Division 1 bertanding untuk memperebutkan tempat ketiga.

Berlangsungnya sejumlah pertandingan di Bandung membuat Whoosh ikut menjadi bagian dari mobilitas peserta FIFA ASEAN Cup 2026. Kereta cepat tersebut tidak hanya digunakan untuk membawa rombongan menuju kota pertandingan, tetapi juga menjadi salah satu pengalaman transportasi bagi pemain dan ofisial selama mengikuti turnamen di Indonesia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Thailand Timnas Pakistan KCIC WHOOSH