Cuaca Terik Bikin Air Terjun Legomoro dan Seloaji Diserbu Warga Banyuwangi

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 06:00 WIB
Pengunjung menikmati kesegaran air di Wisata Air Terjun Legomoro di Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Jumat (25/9).(Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Pengunjung menikmati kesegaran air di Wisata Air Terjun Legomoro di Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Jumat (25/9).(Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Panas menyengat yang melanda Banyuwangi dalam beberapa pekan terakhir justru menjadi berkah bagi wisata air di lereng gunung. Ketika warga kepanasan di kawasan perkotaan, destinasi seperti Air Terjun Legomoro di Glenmore dan Pemandian Seloaji di Genteng malah diserbu pengunjung yang ingin berendam, berenang, atau sekadar berteduh di bawah pepohonan.

Lonjakan pengunjung bahkan mulai terasa pada hari kerja. Warga tidak lagi menunggu akhir pekan untuk mencari suasana sejuk.

Dua destinasi wisata air di wilayah selatan Banyuwangi tersebut menawarkan hal yang dicari masyarakat ketika suhu udara terasa semakin terik: air pegunungan yang jernih, pepohonan rindang, serta suasana alam yang jauh dari panas kawasan perkotaan.

Air Terjun Kembar Jadi Pelarian dari Terik

Suasana berbeda langsung terasa ketika memasuki kawasan Wisata Air Terjun Legomoro di Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore.

Gemericik air terjun kembar yang jatuh di antara tebing batu menjadi suara pertama yang menyambut wisatawan. Di sekelilingnya, pepohonan pinus membuat kawasan tersebut terasa teduh.

Pengunjung datang bersama keluarga. Sebagian memilih berendam dan berenang, sementara lainnya duduk santai di bawah pohon sambil menikmati bekal piknik.

Kepala Pengelola Wisata Legomoro Tugirin, 56, mengatakan peningkatan jumlah pengunjung terlihat cukup signifikan ketika cuaca panas.

“Kalau cuaca panas melejit seperti sekarang, lonjakan pengunjung bisa naik sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Biasanya ramai pas weekend, tapi belakangan hari kerja pun tetap ramai orang mandi dan berteduh di bawah pohon pinus,” ujar Tugirin saat ditemui di lokasi, Jumat (25/9).

Menurut dia, pengunjung banyak datang sejak pagi hingga siang. Waktu tersebut dipilih karena warga ingin mencari tempat yang lebih sejuk sebelum panas matahari mencapai puncaknya.

Salah satu daya tarik Legomoro adalah sumber air yang berasal langsung dari mata air pegunungan.

“Sekarang hari kerja pun ada yang datang,” ucap Tugirin.

Seloaji Ikut Dipadati Warga

Fenomena serupa terlihat di Pemandian Seloaji, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng.

Destinasi wisata air berbasis desa tersebut juga menjadi tempat pelarian warga dari panas. Kolam penampungan air alami yang dikelilingi pepohonan hijau dipenuhi pengunjung dari berbagai kelompok usia.

Anak-anak terlihat bermain air dan berenang. Pengunjung dewasa memilih ikut menceburkan diri atau bersantai di sekitar kolam.

Direktur BUMDes Gondowangi Eko Wisnu, pengelola Pemandian Seloaji, mengatakan sebagian pengunjung memang sengaja datang pada siang hari untuk menyegarkan badan.

“Banyak yang sengaja datang di siang hari untuk menyegarkan badan,” tuturnya.

Mayoritas pengunjung berasal dari masyarakat sekitar. Namun, ada pula warga dari kecamatan tetangga yang datang untuk menikmati pemandian tersebut.

Wisata Murah Saat Cuaca Panas

Meningkatnya kunjungan membuat pengelola Seloaji terus melakukan pembenahan.

Konsep wisata keluarga berbasis lingkungan menjadi salah satu daya tarik destinasi tersebut. Pemandian air alami dinilai menawarkan pilihan rekreasi yang relatif sederhana sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk melepas penat.

Di tengah cuaca panas, kolam air alami menjadi magnet tersendiri. Pengunjung tidak membutuhkan aktivitas yang rumit untuk mendapatkan kesegaran.

Eko mengatakan BUMDes terus memperhatikan aspek kebersihan, fasilitas, dan keamanan.

“Kami dari BUMDes fokus menjaga kebersihan air, kerapian fasilitas, serta keamanan pengunjung agar mereka tetap nyaman dan aman saat berwisata,” terangnya.

Panas Membawa Berkah bagi Wisata Alam

Lonjakan kunjungan di Legomoro dan Seloaji menunjukkan bagaimana perubahan kondisi cuaca dapat memengaruhi pola rekreasi masyarakat.

Ketika suhu udara meningkat, tempat wisata yang menawarkan air alami dan kawasan teduh menjadi pilihan. Tidak hanya pada akhir pekan, warga mulai mendatangi destinasi tersebut pada hari kerja.

Bagi pengelola wisata alam, kondisi itu menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar destinasi.

Di tengah sengatan panas Banyuwangi, air pegunungan justru menjadi magnet. Legomoro dan Seloaji membuktikan bahwa ketika warga mencari cara sederhana untuk melawan gerah, wisata air alami menjadi salah satu jawabannya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
cuaca Banyuwangi Pemandian Seloaji wisata air air terjun legomoro wisata banyuwangi