RADAR BANYUWANGI – Jumlah pengguna LRT Jabodebek terus meningkat. Sepanjang Januari–Agustus 2026, moda transportasi tersebut melayani 21.809.797 pengguna. Angka itu naik 19,05 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 18.320.640 pengguna.
Peningkatan juga terlihat di sejumlah stasiun yang terhubung dengan moda transportasi lain. Di antaranya, Stasiun Kampung Rambutan, Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Cikoko, dan Halim.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan, integrasi antarmoda memberi pengguna lebih banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan.
“Layanan terintegrasi memberi pelanggan lebih banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan sesuai kebutuhan,” ujar Radhitya.
Kampung Rambutan Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
Pertumbuhan paling tinggi terlihat di Stasiun Kampung Rambutan. Jumlah pengguna masuk atau gate in pada Januari–Agustus 2026 mencapai 531.146 orang.
Jumlah tersebut naik 41,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 374.236 pengguna. Jika dibandingkan dengan periode Januari–Agustus 2024 yang mencatat 225.496 pengguna, kenaikannya mencapai sekitar 135,5 persen.
Artinya, dalam dua tahun, jumlah pengguna yang masuk melalui Stasiun Kampung Rambutan meningkat lebih dari dua kali lipat.
Tren serupa terjadi pada pengguna keluar atau gate out. Jumlahnya naik dari 231.023 orang pada Januari–Agustus 2024 menjadi 363.632 orang pada 2025 dan 502.384 orang pada 2026.
Stasiun Kampung Rambutan memiliki akses menuju Terminal Kampung Rambutan yang melayani angkutan perkotaan hingga bus antarkota antarprovinsi (AKAP).
Menurut Radhitya, pertumbuhan tersebut perlu diikuti peningkatan kualitas pelayanan agar LRT tetap sesuai dengan pola mobilitas masyarakat.
“Pertumbuhan pengguna tentu menjadi hal positif, tetapi yang lebih penting adalah memastikan LRT Jabodebek tetap relevan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus berkembang,” katanya.
Dukuh Atas Tembus 3,3 Juta Pengguna
Volume pengguna yang lebih besar tercatat di Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia. Sepanjang Januari–Agustus 2026, jumlah pengguna yang masuk mencapai 3.342.031 orang.
Angka tersebut meningkat 18,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 2.814.323 pengguna. Dibandingkan dengan Januari–Agustus 2024 yang mencapai 2.097.094 pengguna, kenaikannya sekitar 59,4 persen.
Sementara itu, jumlah pengguna yang keluar dari stasiun tersebut meningkat dari 1.967.332 orang pada 2024 menjadi 2.527.447 orang pada 2025 dan 2.896.548 orang pada 2026.
Dukuh Atas menjadi salah satu simpul transportasi publik utama di Jakarta. Kawasan tersebut menghubungkan LRT Jabodebek dengan Commuter Line, MRT Jakarta, KA Bandara, dan TransJakarta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, integrasi antarlayanan terus dikembangkan untuk mempermudah perjalanan masyarakat.
“Integrasi inilah yang terus kami kembangkan agar perpindahan masyarakat semakin efisien dan mudah,” ujar Anne.
Sejak 22 Mei 2026, nama stasiun tersebut resmi menjadi Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia melalui kerja sama naming rights. Trafik stasiun itu disebut mencapai rata-rata sekitar 25 ribu pengguna per hari.
Cikoko Padat pada Jam Berangkat Kerja
Pertumbuhan juga terjadi di Stasiun Cikoko. Stasiun tersebut terhubung dengan Commuter Line melalui Stasiun Cawang serta layanan TransJakarta.
Jumlah pengguna masuk di Cikoko mencapai 1.775.072 orang pada Januari–Agustus 2026. Angka itu naik sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.454.992 pengguna.
Jika dibandingkan dengan Januari–Agustus 2024 yang mencatat 1.068.663 pengguna, kenaikannya mencapai sekitar 66,1 persen.
Jumlah pengguna keluar juga meningkat dari 1.089.283 orang pada 2024 menjadi 1.469.192 orang pada 2025 dan 1.756.053 orang pada 2026.
Cikoko juga menjadi salah satu stasiun dengan aktivitas tinggi pada jam berangkat kerja. Pada hari kerja selama Januari–April 2026, rata-rata 3.432 pengguna berangkat dari stasiun tersebut pada pukul 06.00–09.00 WIB.
Pada periode yang sama, tujuan perjalanan dengan jumlah pengguna besar antara lain Kuningan, Pancoran, Dukuh Atas, Rasuna Said, dan Setiabudi.
Tingginya mobilitas pada pagi hari mendorong KAI melakukan penyesuaian pola perjalanan. Pada Juni 2026, perusahaan menguji penambahan frekuensi perjalanan pada jam sibuk pagi.
“Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi,” kata Radhitya.
Halim Terhubung dengan Whoosh
Konektivitas antarkota tersedia di Stasiun Halim. Dari stasiun tersebut, pengguna LRT Jabodebek dapat melanjutkan perjalanan dengan kereta cepat Whoosh.
Jumlah pengguna yang keluar dari Stasiun Halim pada Januari–Agustus 2026 tercatat 287.347 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 274.533 orang dan 270.785 orang pada 2024.
Secara keseluruhan, Whoosh melayani 4.078.168 penumpang sepanjang Januari–Agustus 2026.
Namun, angka tersebut merupakan jumlah penumpang Whoosh secara keseluruhan. Data itu tidak menunjukkan secara khusus berapa banyak penumpang yang berpindah dari LRT Jabodebek ke Whoosh atau sebaliknya.
Pengguna Akhir Pekan Ikut Bertambah
Pertumbuhan jumlah pengguna LRT Jabodebek tidak hanya terjadi pada hari kerja.
Sepanjang Januari–Agustus 2026, rata-rata pengguna pada hari kerja mencapai 114.759 orang per hari. Angka itu meningkat sekitar 19,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 95.732 pengguna per hari.
Khusus Agustus 2026, rata-rata jumlah pengguna pada akhir pekan dan hari libur nasional mencapai 49.900 orang per hari. Jumlah tersebut naik 6,1 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 47.020 orang per hari.
Secara keseluruhan, LRT Jabodebek melayani 2.730.450 pengguna selama Agustus 2026.
Data tersebut menunjukkan penggunaan LRT Jabodebek tidak hanya bertumpu pada perjalanan rutin menuju tempat kerja. Moda tersebut juga digunakan untuk mengakses pusat kegiatan, melanjutkan perjalanan dengan moda lain, dan mendukung mobilitas pada akhir pekan.
Saat ini LRT Jabodebek melayani 18 stasiun pada lintas Cibubur dan Bekasi. Sejumlah stasiun telah terhubung dengan Commuter Line, MRT Jakarta, KA Bandara, TransJakarta, Whoosh, serta angkutan lanjutan lainnya.
EVP LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia mengatakan, jumlah pengguna hingga Agustus 2026 telah mencapai 21,81 juta orang. Perusahaan menargetkan jumlah pengguna menembus 30 juta hingga akhir tahun.
“Insyaallah jumlah 30 juta penumpang di akhir tahun nanti dapat tercapai karena hingga Agustus ini jumlah penumpang di angka 21,81 juta penumpang,” ujar Suryawan.
Sementara itu, Radhitya menilai konektivitas antarmoda perlu terus diperkuat seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Dengan konektivitas antarmoda yang berada di stasiun LRT Jabodebek, diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam menjangkau berbagai tujuan dan turut mendukung pertumbuhan aktivitas di kawasan sekitar,” tuturnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara