Pelanggan KAI Daop 8 Surabaya Naik 17 Persen, Ketepatan Waktu Keberangkatan Capai 99,88 Persen

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:30 WIB
Kereta api KAI saat melayani perjalanan penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya. Pada Agustus 2026, OTP keberangkatan mencapai 99,88 persen, sementara jumlah pelanggan tercatat 1.142.683 orang. (KAI)
Kereta api KAI saat melayani perjalanan penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya. Pada Agustus 2026, OTP keberangkatan mencapai 99,88 persen, sementara jumlah pelanggan tercatat 1.142.683 orang. (KAI)

RADAR BANYUWANGI - Kinerja ketepatan waktu perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengalami peningkatan pada Agustus 2026.

Perbaikan tersebut terjadi bersamaan dengan bertambahnya jumlah pelanggan yang dilayani, yang mencapai lebih dari 1,14 juta orang selama satu bulan.

Berdasarkan catatan KAI Daop 8 Surabaya, ketepatan waktu keberangkatan atau On Time Performance (OTP) pada Agustus 2026 mencapai 99,88 persen.

Angka tersebut meningkat 0,75 poin persentase dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 99,13 persen.

Peningkatan juga terlihat pada ketepatan waktu kedatangan.

OTP kedatangan pada Agustus 2026 berada di angka 96,38 persen, naik 0,24 poin persentase dari 96,14 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya turut mengalami pertumbuhan.

Sepanjang Agustus 2026, tercatat 1.142.683 pelanggan dilayani, dibandingkan 980.741 pelanggan pada Agustus 2025.

Dengan demikian, jumlah pelanggan bertambah 161.942 orang dalam setahun atau sekitar 17 persen.

Pertumbuhan tersebut tercatat ketika kinerja ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan juga menunjukkan perbaikan.

Perbandingan Kinerja Agustus 2025 dan 2026

Beberapa indikator utama kinerja KAI Daop 8 Surabaya pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menunjukkan perubahan sebagai berikut:

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan capaian ketepatan waktu tersebut tidak berdiri sendiri.

Keandalan perjalanan dipengaruhi oleh kesiapan sejumlah unsur operasional, mulai dari sarana dan prasarana hingga jalur, persinyalan, pengaturan perjalanan, dan pelayanan di stasiun.

“Capaian OTP merupakan hasil dari kesiapan dan koordinasi berbagai unsur operasional. Setiap aspek harus dipastikan berjalan sesuai prosedur agar perjalanan dapat berlangsung aman dan tepat waktu. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasional,” ujar Mahendro, Rabu (16/9).

Wilayah kerja Daop 8 Surabaya memiliki jaringan jalur kereta api sepanjang sekitar 498 kilometer.

Dalam satu hari, terdapat 58 perjalanan kereta api yang dioperasikan.

Aktivitas tersebut membuat pemeriksaan dan pemantauan kondisi operasional menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran perjalanan.

KAI melakukan pemantauan terhadap kondisi sarana dan prasarana, jalur, serta sistem persinyalan.

Pengaturan perjalanan juga dilakukan dengan memperhatikan ketentuan operasional yang berlaku.

Ketepatan Waktu Bergantung pada Banyak Faktor

Ketepatan waktu keberangkatan maupun kedatangan merupakan hasil dari rangkaian proses yang saling berkaitan.

Gangguan pada salah satu bagian dapat berdampak pada perjalanan kereta berikutnya sehingga diperlukan pemantauan secara terus-menerus.

Mahendro menjelaskan, kesiapan kereta sebelum berangkat merupakan salah satu bagian dari rangkaian tersebut.

Pemeriksaan jalur dan persinyalan, pengaturan perjalanan, hingga pelayanan di stasiun juga memiliki peran terhadap kelancaran operasional.

“Mulai dari kesiapan sarana, pemeriksaan jalur dan persinyalan, pengaturan perjalanan, hingga pelayanan di stasiun, seluruhnya memiliki peran dalam menjaga ketepatan waktu. Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi perjalanan,” jelasnya.

Dalam kondisi tertentu, ketepatan waktu tidak dapat dipisahkan dari aspek keselamatan.

Apabila terdapat situasi yang berpotensi mengganggu perjalanan, penanganannya dilakukan berdasarkan prosedur dengan mempertimbangkan keselamatan dan keandalan operasional.

Bagi pelanggan, ketepatan waktu memberikan kepastian dalam mengatur aktivitas setelah perjalanan.

Mereka yang memiliki jadwal pekerjaan, pertemuan, pendidikan, atau agenda lain setelah tiba di tujuan dapat menjadikan jadwal kereta sebagai salah satu acuan dalam menyusun rencana perjalanan.

“Kami memahami bahwa ketepatan waktu memberikan kepastian bagi pelanggan, terutama bagi mereka yang memiliki agenda lanjutan setelah tiba di tujuan. Karena itu, peningkatan keandalan perjalanan terus dilakukan tanpa mengurangi standar keselamatan,” tambah Mahendro.

Pelanggan Diminta Bersiap Sebelum Keberangkatan

Selain kesiapan dari sisi operasional, kelancaran perjalanan juga membutuhkan dukungan pelanggan.

KAI mengimbau penumpang datang lebih awal ke stasiun agar memiliki waktu yang cukup sebelum keberangkatan.

Pelanggan juga diminta memastikan kembali jadwal perjalanan, menyiapkan tiket dan barang bawaan, serta mengikuti ketentuan dan arahan petugas selama berada di area stasiun maupun ketika melakukan perjalanan.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga proses keberangkatan tetap berjalan sesuai jadwal.

Dengan koordinasi antara unsur operasional dan pelanggan, perjalanan kereta api diharapkan dapat berlangsung secara aman, lancar, dan tepat waktu.

“Kami mengajak pelanggan untuk bersama-sama menjaga kelancaran perjalanan dengan mematuhi ketentuan dan arahan petugas. Dengan dukungan seluruh pihak, perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu,” pungkas Mahendro.

Editor : Lugas Rumpakaadi
kereta api Surabaya OTP KAI pelanggan kai kai daop 8 surabaya Ketepatan Waktu Kereta Api