RADAR BANYUWANGI - LRT Jabodebek menghadirkan Layar Interaktif di Stasiun Ciracas untuk memudahkan pengguna memperoleh informasi perjalanan dan fasilitas selama berada di stasiun.
Fasilitas digital tersebut diperkenalkan pada Minggu (13/9), bertepatan dengan peringatan tiga tahun LRT Jabodebek melayani masyarakat.
Kehadiran Layar Interaktif menjadi bagian dari pengembangan layanan berbasis teknologi ketika jumlah pengguna LRT Jabodebek terus bertambah.
Melalui fasilitas ini, berbagai informasi yang dibutuhkan pengguna dihimpun dalam satu titik akses digital.
Pengguna dapat memanfaatkan Layar Interaktif untuk memperoleh informasi perjalanan terkini, termasuk jadwal keberangkatan dan informasi layanan.
Fasilitas tersebut juga menyediakan peta interaktif yang membantu pengguna menemukan lokasi fasilitas dan rute di area stasiun.
Informasi mengenai pusat aktivitas di sekitar stasiun turut diintegrasikan sehingga pengguna dapat memperoleh berbagai informasi tanpa harus berpindah-pindah kanal.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan fasilitas tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi untuk membuat perjalanan pengguna semakin praktis.
“Kehadiran Layar Interaktif merupakan bagian dari upaya LRT Jabodebek menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin praktis. Pengguna dapat memperoleh informasi perjalanan dan fasilitas yang dibutuhkan tanpa harus mencari melalui beberapa kanal berbeda,” ujarnya.
Jumlah pengguna LRT Jabodebek terus bertambah
Pengembangan layanan digital tersebut berlangsung seiring dengan meningkatnya penggunaan LRT Jabodebek.
Sejak perjalanan perdana pada 28 Agustus hingga akhir 2023, LRT Jabodebek melayani 4.562.673 pengguna.
Jumlah itu meningkat menjadi 21.055.870 pengguna pada 2024 dan kembali bertambah menjadi 28.816.787 pengguna pada 2025.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah pengguna mencapai 21.809.797 orang.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran LRT Jabodebek dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Pada peringatan tiga tahun operasionalnya, pengelola juga menyoroti tren pertumbuhan pengguna dari tahun ke tahun.
Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia mengatakan peningkatan jumlah pengguna terus terjadi meskipun kapasitas layanan juga telah bertambah.
“Demikian tumbuh, kita sudah nambah rangkaian tapi penumpangnya terus tumbuh ya,” kata Suryawan.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan layanan perlu dilakukan tidak hanya dari sisi jumlah perjalanan, tetapi juga dari sisi pengalaman pengguna ketika berada di stasiun.
Perjalanan pagi disesuaikan dengan pola mobilitas pengguna
Seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, LRT Jabodebek juga melakukan penyesuaian pola perjalanan.
Mulai 15 Juni 2026, frekuensi perjalanan pada jam sibuk pagi ditambah, sementara total perjalanan pada hari kerja tetap sebanyak 430 perjalanan.
Penyesuaian tersebut dilakukan setelah uji coba pada 8–12 Juni 2026.
Hasil evaluasi menghasilkan dua perjalanan tambahan menuju Dukuh Atas BSI, masing-masing dari Jatimulya pada pukul 07.11 WIB dan Harjamukti pada pukul 07.26 WIB.
Pengaturan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan layanan LRT Jabodebek dilakukan dengan mempertimbangkan pola perjalanan aktual.
Penambahan perjalanan pada periode tertentu ditujukan untuk membantu mengakomodasi tingginya permintaan pengguna pada jam sibuk.
Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan panjang LRT Jabodebek sejak pemerintah memberikan penugasan kepada KAI pada 2017.
Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Area II KAI Dadan Rudiansyah mengatakan proses pembangunan LRT Jabodebek sejak awal bukanlah pekerjaan yang sederhana.
“Sebetulnya LRT ini perjuangannya sangat-sangat cukup berat. Jadi saya pribadi mengikuti sejak awal merintis LRT di tahun 2017 ketika KAI diberikan penugasan melalui Perpres ya tahun 2017,” ujar Dadan.
Layar interaktif memperkuat layanan digital
Kehadiran Layar Interaktif di Stasiun Ciracas juga memperlihatkan bahwa digitalisasi LRT Jabodebek tidak hanya berkaitan dengan sistem operasional kereta, tetapi mulai diarahkan pada interaksi langsung dengan pengguna.
Fasilitas digital tersebut memungkinkan pengguna memperoleh informasi perjalanan, mencari fasilitas dan rute melalui peta interaktif, serta mendapatkan informasi mengenai aktivitas di sekitar stasiun.
Dengan menempatkan berbagai informasi dalam satu akses, pengguna tidak perlu mengandalkan banyak kanal untuk memenuhi kebutuhan informasinya selama berada di stasiun.
Pengembangan fasilitas tersebut menjadi semakin relevan seiring bertambahnya jumlah pengguna.
Semakin tinggi volume perjalanan, semakin penting pula ketersediaan informasi yang mudah ditemukan dan dipahami.
Pada sisi operasional, LRT Jabodebek juga mempertahankan 430 perjalanan pada hari kerja.
Penyesuaian dilakukan dengan mengatur distribusi perjalanan pada periode yang memiliki permintaan tinggi, khususnya pagi hari.
Tiga tahun melayani masyarakat
Peluncuran Layar Interaktif di Stasiun Ciracas menjadi bagian dari rangkaian peringatan “Tiga Tahun LRT Jabodebek Mengabdi, Melayani dengan Hati”.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 pengguna yang menjadikan LRT Jabodebek sebagai pilihan utama untuk mobilitas sehari-hari turut diundang.
Tiga pengguna dengan frekuensi perjalanan tertinggi memperoleh penghargaan, suvenir, serta top up kartu uang elektronik.
Apresiasi juga diberikan kepada tiga mitra tenant yang turut mendukung kebutuhan pengguna di area stasiun.
Selain memberikan penghargaan kepada pengguna dan mitra, manajemen LRT Jabodebek menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang selama ini mendukung keberlangsungan layanan.
Suryawan mengatakan dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan LRT Jabodebek hingga memasuki tahun keempat.
“Maka malam hari ini kami persembahkan acara kegiatan ini untuk para pengguna, untuk para mitra, untuk para semua stakeholder yang telah memberikan support dan dukungan kepada LRT, dan semoga LRT senantiasa bermanfaat dan memberikan yang terbaik untuk semuanya,” kata Suryawan.
LRT Jabodebek juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dukungan serta kolaborasi dalam pengembangan transportasi publik di kawasan Jabodebek.
Memasuki tahun keempat dengan layanan yang semakin terintegrasi
Rangkaian peringatan tiga tahun operasional LRT Jabodebek turut diisi dengan pengumuman tiga pemenang lomba fotografi bertema “Jelajah Visual LRT Jabodebek: Estetik dan Edukatif, Transportasi Cerdas, Mobilitas Tanpa Batas”.
Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengabadikan aktivitas dan pengalaman mereka selama menggunakan LRT Jabodebek.
Di sisi lain, pengelola juga menegaskan pentingnya masukan pengguna dalam pengembangan layanan.
Menurut Suryawan, masukan dari pelanggan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
“Kami juga terima kasih banyak sekali masukan dari rekan-rekan terkait dengan pelayanan. Kami bisa terus memperbaiki karena ada masukan dari teman-teman pelanggan yang tercinta,” ujarnya.
Tiga tahun setelah mulai melayani masyarakat, LRT Jabodebek memasuki tahun keempat dengan jumlah pengguna yang terus bertumbuh.
Pengembangan fasilitas digital melalui Layar Interaktif menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin beragam.
Pengembangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan untuk membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih sederhana.
Jadwal yang lebih sesuai dengan pola mobilitas, informasi yang lebih mudah ditemukan, serta fasilitas digital yang terintegrasi menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin praktis.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara