Whoosh Makin Diminati Wisatawan Malaysia, 403.626 Penumpang Tercatat hingga Agustus 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 13:10 WIB
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) menjadi pilihan wisatawan Malaysia untuk menghubungkan perjalanan Jakarta dan Bandung. Hingga Agustus 2026, tercatat 403.626 perjalanan penumpang asal Malaysia menggunakan Whoosh. (KCIC)
Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) menjadi pilihan wisatawan Malaysia untuk menghubungkan perjalanan Jakarta dan Bandung. Hingga Agustus 2026, tercatat 403.626 perjalanan penumpang asal Malaysia menggunakan Whoosh. (KCIC)

RADAR BANYUWANGI - Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh semakin menjadi bagian dari perjalanan wisatawan Malaysia ketika berkunjung ke Indonesia.

Hingga Agustus 2026, tercatat 403.626 penumpang asal Malaysia telah menggunakan layanan kereta cepat tersebut.

Jumlah itu menjadi yang terbesar dibandingkan penumpang berkewarganegaraan asing lainnya.

Secara kumulatif sejak Whoosh beroperasi hingga Agustus 2026, penumpang asal Malaysia menyumbang sekitar 42,8 persen dari total 944.087 penumpang asing.

Tren tersebut berlanjut pada 2026.

Sepanjang Januari hingga Agustus, KCIC mencatat 105.095 penumpang asal Malaysia atau sekitar 40 persen dari total 262.369 penumpang berkewarganegaraan asing pada periode yang sama.

Bahkan, pada awal September, sebanyak 2.300 tiket Whoosh dibeli wisatawan Malaysia, dengan rata-rata mencapai 1.150 tiket per hari.

General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Eva Chairunisa mengatakan tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa Whoosh mulai menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan Malaysia selama berada di Indonesia.

“Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta-Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas,” ujar Eva.

Jakarta dan Bandung dalam Satu Rangkaian Liburan

Salah satu daya tarik Whoosh bagi wisatawan Malaysia adalah kemudahan menghubungkan dua kota dengan karakter wisata yang berbeda.

Jakarta menawarkan pengalaman wisata perkotaan, pusat perbelanjaan, serta beragam aktivitas urban.

Sementara itu, Bandung menjadi tujuan untuk wisata kuliner sekaligus pintu masuk menuju sejumlah kawasan wisata di Jawa Barat.

Dengan menggunakan Whoosh, wisatawan dapat memasukkan Jakarta dan Bandung ke dalam satu rencana perjalanan tanpa harus memilih salah satunya.

Pola perjalanan yang ditemui KCIC menunjukkan bahwa pengguna dari Malaysia terdiri atas solo traveler, keluarga, kelompok kecil, maupun wisatawan yang datang melalui paket perjalanan.

Durasi kunjungan umumnya sekitar empat hari tiga malam hingga lima hari empat malam.

Sebagian wisatawan membagi waktunya dengan menghabiskan dua hari di Jakarta dan satu hari di Bandung.

Ada pula yang memilih pola sebaliknya.

Pola tersebut memperlihatkan bagaimana konektivitas transportasi dapat memengaruhi cara wisatawan menyusun agenda liburan.

Perjalanan Jakarta-Bandung yang lebih cepat memberikan ruang bagi wisatawan untuk memasukkan lebih banyak aktivitas dalam waktu kunjungan yang relatif singkat.

Kuliner Bandung hingga Lembang dan Ciwidey

Pilihan aktivitas wisatawan Malaysia juga tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

Di Bandung, wisata kuliner menjadi salah satu aktivitas yang banyak diminati.

Wisatawan juga mengunjungi kawasan Lembang dan Ciwidey untuk menikmati destinasi alam Jawa Barat.

Sementara di Jakarta, wisatawan Malaysia banyak memilih kegiatan berbelanja dan menikmati pengalaman wisata urban.

Dengan pola tersebut, Whoosh tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi yang menghubungkan dua kota.

Perjalanan dengan kereta cepat juga menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dicoba wisatawan ketika berkunjung ke Indonesia.

Sejumlah wisatawan Malaysia bahkan membagikan pengalaman menggunakan Whoosh melalui media sosial.

Kenyamanan perjalanan, harga yang dianggap kompetitif, serta pelayanan dan ketepatan waktu menjadi beberapa hal yang mendapat perhatian.

Bukan Sekadar Moda Transportasi

Bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas, waktu perjalanan menjadi salah satu pertimbangan ketika menyusun agenda liburan.

Kehadiran Whoosh memungkinkan perjalanan Jakarta-Bandung dilakukan dengan waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan perjalanan darat yang sangat dipengaruhi kondisi lalu lintas.

Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi wisatawan untuk mengatur kunjungan ke lebih banyak destinasi.

Eva sebelumnya juga menekankan peran Whoosh dalam mendukung mobilitas wisatawan mancanegara.

“Whoosh tidak hanya menjadi moda transportasi pilihan masyarakat Indonesia, tetapi juga semakin banyak digunakan oleh wisatawan mancanegara. Kehadiran Whoosh memberikan pengalaman perjalanan yang cepat, nyaman, dan efisien, sehingga mendukung mobilitas wisatawan selama berkunjung ke Jakarta, Bandung, dan sekitarnya,” kata Eva.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pola perjalanan wisatawan Malaysia yang ditemukan KCIC.

Mereka tidak hanya memanfaatkan Whoosh untuk berpindah dari satu kota ke kota lain, tetapi menjadikannya bagian dari rangkaian perjalanan wisata.

KCIC Membidik Pasar Wisata Malaysia

Meningkatnya penggunaan Whoosh oleh wisatawan Malaysia juga diikuti upaya KCIC memperkuat pasar tersebut melalui kerja sama dengan industri pariwisata.

KCIC membuka peluang kolaborasi dengan biro perjalanan di Malaysia serta mitra perjalanan di Jakarta dan Bandung.

Kerja sama itu diarahkan untuk menciptakan paket wisata yang menggabungkan perjalanan dengan Whoosh, akomodasi, destinasi wisata, dan layanan pendukung lainnya.

Promosi juga dilakukan secara langsung di Malaysia.

KCIC mengikuti MATTA Fair di Kuala Lumpur dan menggelar sales mission di Penang.

Dalam kegiatan tersebut, KCIC memperkenalkan layanan Whoosh, mekanisme pembelian tiket, konektivitas Jakarta-Bandung, serta peluang kerja sama dengan pelaku industri perjalanan dan pariwisata.

Pendekatan tersebut penting karena wisatawan yang datang melalui paket perjalanan membutuhkan lebih dari sekadar tiket kereta.

Mereka membutuhkan rangkaian perjalanan yang terintegrasi sejak tiba di Indonesia hingga kembali ke negara asal.

Sebagian Wisatawan Masih Memilih Go Show

Meski pembelian tiket secara terencana terus didorong, sebagian wisatawan Malaysia masih memilih membeli tiket secara langsung atau go show.

Pertimbangannya berkaitan dengan fleksibilitas perjalanan.

Wisatawan yang baru tiba melalui penerbangan belum tentu mengetahui secara pasti waktu yang dibutuhkan untuk keluar dari bandara dan melanjutkan perjalanan menuju stasiun.

Jadwal penerbangan, proses kedatangan, serta kondisi lalu lintas menjadi sejumlah faktor yang membuat sebagian wisatawan memilih menunggu sebelum membeli tiket.

Di sisi lain, KCIC terus memberikan edukasi mengenai cara pembelian tiket dan mendorong wisatawan merencanakan perjalanan melalui kanal resmi.

Tiket Whoosh tersedia melalui aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun, serta sejumlah platform mitra seperti Access by KAI, Livin' by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

Pasar Malaysia Masih Punya Potensi Besar

Besarnya jumlah pengguna asal Malaysia memperlihatkan bahwa pasar wisatawan dari negara tetangga tersebut memiliki posisi penting bagi perkembangan Whoosh.

Kedekatan geografis Indonesia dan Malaysia, ditambah tingginya mobilitas wisatawan antarnegara, memberikan peluang untuk memperluas penggunaan kereta cepat sebagai bagian dari paket perjalanan wisata.

Dari sisi destinasi, konektivitas Jakarta-Bandung juga membuka peluang lebih besar bagi wisatawan untuk menjelajahi kawasan di luar dua kota tersebut.

Lembang, Ciwidey, dan berbagai destinasi Jawa Barat dapat masuk ke dalam rencana perjalanan ketika waktu tempuh antarkota menjadi lebih efisien.

Karena itu, pertumbuhan penumpang Malaysia tidak hanya dapat dilihat sebagai pencapaian sektor transportasi.

Fenomena tersebut juga memperlihatkan hubungan yang semakin erat antara konektivitas kereta cepat dan industri pariwisata.

KCIC menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Indonesia dan Malaysia.

Bagi wisatawan Malaysia, perkembangan tersebut berarti semakin mudahnya menyusun perjalanan yang menggabungkan Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi Jawa Barat dalam satu rangkaian liburan.

Whoosh pada akhirnya bukan hanya menjadi sarana untuk mencapai Bandung dari Jakarta.

Bagi pasar wisatawan Malaysia, kereta cepat tersebut mulai menjadi bagian dari pengalaman perjalanan itu sendiri.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Kereta Cepat Jakarta Bandung wisatawan Malaysia KCIC WHOOSH pariwisata indonesia