RADAR BANYUWANGI - LRT Jabodebek mencatat pertumbuhan jumlah pengguna yang terus meningkat. Hingga Agustus 2026, moda transportasi kereta tanpa masinis tersebut telah melayani 21,81 juta penumpang.
Capaian itu membuat pengelola optimistis target lebih dari 30 juta penumpang hingga akhir 2026 dapat tercapai. Tahun ini menjadi tahun ketiga LRT Jabodebek beroperasi sejak pertama kali melayani masyarakat pada 2023.
Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia mengatakan jumlah penumpang yang telah dicatat sampai Agustus menjadi indikasi positif terhadap pencapaian target tahunan.
“Insya Allah jumlah 30 juta penumpang di akhir tahun nanti dapat tercapai karena hingga Agustus ini jumlah penumpang di angka 21,81 juta penumpang,” kata Suryawan, Minggu (13/9).
Jumlah Penumpang LRT Terus Bertumbuh
Pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek terlihat cukup signifikan sejak moda transportasi tersebut mulai beroperasi.
Pada tahun pertama, yakni 2023, jumlah penumpang yang dilayani mencapai sekitar 4,5 juta orang. Setahun kemudian, jumlah tersebut melonjak menjadi 21,06 juta penumpang.
Tren peningkatan berlanjut pada 2025. Sepanjang tahun tersebut, LRT Jabodebek mencatat 25,82 juta penumpang.
Sementara hingga Agustus 2026, jumlah pengguna telah mencapai 21,81 juta orang. Dengan demikian, pengelola masih mengejar tambahan sekitar 8,19 juta penumpang untuk menembus angka 30 juta pada akhir tahun.
Pertumbuhan jumlah pengguna tersebut sekaligus menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal di kawasan Jabodebek.
Okupansi Jam Sibuk Capai 150 Persen
Meningkatnya jumlah pengguna juga membawa tantangan tersendiri. Pada hari kerja, tingkat okupansi LRT Jabodebek disebut telah melampaui 100 persen.
Kondisi paling padat terjadi pada jam berangkat kerja, terutama sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB. Pada periode tersebut, tingkat okupansi kereta bahkan dapat mencapai 150 persen.
“Bahkan saat ini okupansi di hari kerja sudah lebih dari 100 persen. Kami akan terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Suryawan.
Untuk merespons kepadatan tersebut, pengelola menyiapkan penambahan perjalanan kereta pada periode jam sibuk pagi.
Kereta tambahan akan disisipkan pada jadwal yang memiliki permintaan tinggi. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang menggunakan LRT untuk beraktivitas.
LRT Disiapkan Terintegrasi dengan Kereta Cepat
Selain menambah perjalanan, LRT Jabodebek juga berupaya memperkuat konektivitas dengan moda transportasi lain.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah integrasi perjalanan LRT dengan kereta cepat. Pengelola mengupayakan agar perjalanan dari Dukuh Atas menuju Stasiun KCIC Halim dapat tiba sebelum keberangkatan kereta cepat pertama.
Integrasi tersebut ditujukan untuk memudahkan masyarakat yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi dalam satu perjalanan.
Suryawan mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pengguna.
“Ini merupakan aspirasi dari masyarakat yang coba kita terapkan dalam meningkatkan kualitas layanan,” katanya.
Fasilitas Stasiun Ikut Dibenahi
Peningkatan pelayanan tidak hanya menyangkut jadwal perjalanan. Pengelola juga menyiapkan pembenahan sejumlah fasilitas di stasiun.
Aspek yang menjadi perhatian antara lain penerangan, keandalan eskalator dan lift. Keluhan mengenai pendingin ruangan serta kondisi suhu yang panas di sejumlah stasiun juga akan terus ditangani.
Perbaikan tersebut diharapkan membuat stasiun tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga menjadi area transit yang aman dan nyaman.
“Semua akan kami tingkatkan agar masyarakat semakin nyaman dan menjadikan stasiun LRT sebagai lokasi transit yang aman dan nyaman,” kata Suryawan.
Dalam rangka peringatan tiga tahun LRT Jabodebek, pengelola juga meluncurkan layanan interaktif untuk memudahkan masyarakat menyampaikan keluhan.
Melalui layanan tersebut, laporan dari pengguna diharapkan dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat sehingga persoalan di lapangan tidak berlarut-larut.
“Kami akan terus berbenah dan meningkatkan pelayanan sehingga semakin baik,” ujar Suryawan.
Diminta Tidak Cepat Berpuas Diri
Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Area II PT KAI Dadan Rudiansyah turut mengingatkan bahwa perjalanan pembangunan LRT Jabodebek membutuhkan proses panjang.
PT KAI mendapatkan penugasan pembangunan LRT Jabodebek pada 2017. Setelah melalui perjalanan tersebut, layanan LRT kini mampu mengangkut jutaan penumpang dan terus menunjukkan pertumbuhan pengguna.
Menurut Dadan, perkembangan tersebut harus diikuti dengan komitmen untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami berharap jangan cepat berpuas diri dan terus konsisten melayani masyarakat karena ini merupakan penugasan negara,” kata Dadan.
Ia meminta manajemen dan seluruh karyawan LRT Jabodebek tidak berhenti melakukan evaluasi. Bertambahnya usia operasional harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Semua harus berkomitmen dan konsisten memberikan pelayanan terbaik. Jangan hanya semangat di awal tapi melempem di akhir. Semakin bertambah umur harus semakin meningkat pelayanan,” tegasnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara