RADAR BANYUWANGI - Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai kini telah mencapai 99 persen. Seiring proyek mendekati penyelesaian, arus lalu lintas di sekitar Manggarai yang sempat mengalami rekayasa akan berangsur kembali normal.
Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara mengatakan normalisasi jalan dilakukan secara bertahap setelah pekerjaan konstruksi memasuki tahap akhir. Penataan tersebut juga berkaitan dengan rencana integrasi LRT dengan Stasiun KRL Manggarai.
“Jadi posisi nanti kita berangsur untuk menormalkan posisi jalan di bawah, ya. Jadi nanti bersih kembali. Termasuk nanti integrasi ke Stasiun KRL Manggarai,” kata Aditia saat ditemui di Stasiun Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/9).
Rekayasa lalu lintas berlangsung sejak Januari 2025
Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B sebelumnya berdampak terhadap arus kendaraan di kawasan Manggarai. Untuk mendukung pekerjaan konstruksi, Dinas Perhubungan Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di simpang Jalan Sultan Agung hingga Jalan Minangkabau sejak Januari 2025.
Salah satu perubahan terjadi pada arus kendaraan dari Jalan Tambak menuju Dukuh Atas. Kendaraan yang sebelumnya dapat langsung berbelok kanan ke Jalan Sultan Agung diarahkan melaju lurus menuju Jalan Dr. Saharjo.
Pengendara kemudian harus melakukan putar balik melalui Jalan Minangkabau Barat. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan berbelok kiri menuju Jalan Sultan Agung sebelum mengarah ke Dukuh Atas.
Sementara kendaraan dari arah Dukuh Atas menuju Jalan Tambak juga harus mengikuti jalur yang telah ditentukan. Di pertigaan lampu merah sebelum Rumah Sakit Agung, pengendara diarahkan mengambil jalur kanan untuk melakukan crossing ke sisi jalan berlawanan.
Selanjutnya, kendaraan dapat berbelok kiri melalui jalan di sebelah halte TransJakarta Manggarai Pasaraya dan meneruskan perjalanan menuju Jalan Tambak.
Kini, dengan progres konstruksi yang telah mencapai 99 persen, pengaturan tersebut akan berangsur dikembalikan. Kondisi ini menjadi tanda bahwa aktivitas pembangunan yang selama lebih dari satu tahun memengaruhi pola perjalanan kendaraan di kawasan tersebut memasuki tahap akhir.
Uji coba LRT Kelapa Gading-Manggarai dimulai
Selain perkembangan pembangunan fisik, LRT Kelapa Gading-Manggarai juga mulai memasuki tahap uji coba operasional.
Uji coba terbatas dimulai pada 11 September 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 16 September 2026. Pada tahap awal, layanan diperuntukkan bagi undangan, perwakilan warga, lembaga, key opinion leader (KOL), serta jurnalis.
Setelah uji coba terbatas tersebut, layanan akan diperluas secara bertahap kepada masyarakat.
Pada 17 September hingga 2 Oktober 2026, LRT akan dioperasikan selama tujuh jam per hari, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Uji coba pada periode ini ditujukan kepada masyarakat dan komunitas yang telah melakukan registrasi terlebih dahulu.
Tahap berikutnya berlangsung pada 12 Oktober hingga 30 November 2026. Pada periode tersebut, LRT Kelapa Gading-Manggarai akan menjalani uji coba untuk masyarakat umum dengan waktu operasional yang jauh lebih panjang, yakni 17 jam per hari, mulai pukul 05.30 hingga 00.20 WIB.
Integrasi dengan Stasiun KRL Manggarai
Rute Kelapa Gading-Manggarai tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalur baru, tetapi juga penguatan konektivitas antarmoda transportasi publik di Jakarta.
Integrasi dengan Stasiun KRL Manggarai menjadi salah satu bagian penting dari proyek tersebut. Dengan adanya koneksi antarmoda, penumpang diharapkan lebih mudah berpindah antara layanan LRT dan kereta rel listrik (KRL).
Bagi pengguna jalan, penyelesaian pembangunan juga membawa perubahan lain. Jalan yang selama ini terdampak pekerjaan konstruksi dan rekayasa lalu lintas akan secara bertahap dikembalikan ke kondisi normal.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 99 persen dan dimulainya rangkaian uji coba operasional, LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai kini memasuki fase akhir sebelum layanan diperluas kepada masyarakat.
Bagi kawasan Manggarai, penyelesaian proyek ini sekaligus menjadi momentum untuk mengembalikan pola lalu lintas yang sebelumnya berubah selama proses pembangunan, sekaligus memperkuat pilihan transportasi publik bagi masyarakat Jakarta.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara