Jelang Fase 2A MRT, Stasiun Bundaran HI Tambah Ruang 4.400 Meter Persegi

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 11:39 WIB
Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta di Jakarta. Pengembangan ruang multifungsi dan tiga entre baru mencapai progres 23,52 persen hingga Agustus 2026 sebagai persiapan menghadapi peningkatan pengguna MRT. (Antara)
Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta di Jakarta. Pengembangan ruang multifungsi dan tiga entre baru mencapai progres 23,52 persen hingga Agustus 2026 sebagai persiapan menghadapi peningkatan pengguna MRT. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Pembangunan fasilitas baru di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta terus berjalan. Hingga Agustus 2026, progres pembangunan ruang multifungsi atau extended concourse dan tiga entre baru telah mencapai 23,52 persen.

Pengembangan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pengguna MRT Jakarta seiring dengan rencana pengoperasian Fase 2A Lin Utara-Selatan. Selain memperluas area sirkulasi penumpang, fasilitas baru itu juga disiapkan untuk memperkuat konektivitas stasiun dengan kawasan komersial dan ruang publik di sekitarnya.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo mengatakan pembangunan yang dimulai pada Februari 2026 tersebut menunjukkan perkembangan positif.

“Perkembangan konstruksi ruang multifungsi (extended concourse) dan entre baru Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menunjukkan progres positif sejak dimulai pada Februari 2026. Hingga Agustus 2026, progres pembangunan telah mencapai 23,52 persen,” kata Rendy dalam keterangannya di Jakarta.

Stasiun mendapat tambahan ruang 4.400 meter persegi

Melalui proyek tersebut, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta akan memiliki tambahan ruang sedikitnya 4.400 meter persegi. Area baru ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pelanggan.

MRT Jakarta merencanakan pemanfaatannya antara lain untuk area ritel, makanan dan minuman atau food and beverage (F&B), layanan, serta ruang kemitraan. Kehadiran fungsi komersial tersebut sekaligus membuka peluang integrasi yang lebih erat antara fasilitas transportasi dan aktivitas di kawasan sekitar stasiun.

Pengembangan ruang bawah tanah juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sirkulasi penumpang. Hal ini dinilai penting karena Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta termasuk salah satu stasiun dengan tingkat penggunaan tinggi di jaringan Fase 1.

Stasiun tersebut berada sekitar 18 meter di bawah permukaan tanah dan saat ini melayani rata-rata sekitar 450.000 hingga 500.000 pelanggan setiap bulan.

Tiga entre baru disiapkan

Selain ruang multifungsi, proyek ini mencakup pembangunan tiga entre atau akses keluar-masuk baru. Dua entre akan ditempatkan di sisi barat stasiun, sementara satu entre berada di sisi timur.

Dua entre di sisi barat akan dilengkapi tangga dan eskalator. Sementara itu, entre di sisi timur akan menggunakan elevator yang menghubungkan area stasiun dengan ruang pejalan kaki di kedua sisi Jalan M.H. Thamrin.

Akses menuju fasilitas tersebut nantinya juga dapat dilakukan melalui lift yang tersedia di Halte Transjakarta Bundaran HI Astra. Dengan tambahan akses vertikal dan koneksi antarmoda tersebut, pergerakan masyarakat di kawasan Bundaran HI diharapkan menjadi lebih terintegrasi.

Proyek ini juga mencakup pembangunan menara pendingin dan ventilasi atau cooling and ventilation tower sebagai bagian dari fasilitas pendukung stasiun.

Disiapkan sebelum Fase 2A beroperasi

Peningkatan fasilitas Stasiun Bundaran HI tidak terlepas dari rencana pengoperasian MRT Jakarta Fase 2A. Segmen pertama, yakni Bundaran HI–Monas, ditargetkan mulai melayani penumpang pada akhir 2027.

Fase tersebut kemudian akan berlanjut menuju kawasan Kota. Secara keseluruhan, MRT Jakarta menargetkan Fase 2A hingga Kota dapat selesai pada akhir 2029.

Bertambahnya jaringan MRT diperkirakan turut meningkatkan jumlah pelanggan di stasiun-stasiun yang telah beroperasi. Karena itu, pengembangan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dilakukan lebih awal agar kapasitas akses dan ruang publik di dalam kawasan stasiun dapat disiapkan sebelum terjadi peningkatan mobilitas penumpang.

Dari sisi fungsi kawasan, proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat konsep transit-oriented development (TOD). Stasiun tidak hanya menjadi tempat masyarakat berganti atau menggunakan moda transportasi, tetapi juga terhubung dengan aktivitas komersial, pejalan kaki, dan bangunan di sekitarnya.

Ditargetkan selesai pertengahan 2027

Keseluruhan pembangunan ruang multifungsi, tiga entre baru, serta menara pendingin dan ventilasi ditargetkan selesai pada pertengahan 2027.

Jika target tersebut tercapai, fasilitas baru di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta akan tersedia sebelum segmen Bundaran HI–Monas dalam Fase 2A ditargetkan beroperasi pada akhir tahun yang sama.

Pengembangan ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang MRT Jakarta dalam menghadapi pertumbuhan jumlah pengguna sekaligus membangun sistem transportasi yang semakin terintegrasi dengan kawasan perkotaan.

Dengan tambahan ruang sedikitnya 4.400 meter persegi dan tiga akses baru, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta diproyeksikan memiliki kapasitas serta konektivitas yang lebih baik. Pengembangan tersebut juga memperkuat peran Bundaran HI sebagai salah satu simpul mobilitas penting di pusat Jakarta.

Fakta Proyek Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Transit Oriented Development MRT Fase 2A Stasiun Bundaran HI mrt jakarta transportasi jakarta