RADAR BANYUWANGI - Layanan Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Kelapa Gading-Manggarai mulai memasuki tahap uji coba operasional sebelum dibuka secara penuh untuk masyarakat.
Jalur sepanjang 6,4 kilometer tersebut memiliki lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai. Kehadirannya memperpanjang layanan LRT Jakarta hingga salah satu kawasan yang menjadi simpul penting transportasi umum di ibu kota.
Uji coba dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional sekaligus memberikan gambaran kepada publik mengenai layanan LRT Jakarta Fase 1B. Sejumlah peserta dari kalangan media cetak dan elektronik, media daring, media luar ruang, Key Opinion Leader (KOL), serta kreator konten turut mengikuti perjalanan tersebut.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, mengatakan masyarakat dalam waktu dekat dapat merasakan langsung layanan LRT yang telah melalui berbagai tahapan pengujian.
"Kami bersyukur akhirnya masyarakat bisa segera merasakan langsung sarana transportasi LRT Jakarta Fase 1B yang kami bangun penuh ketelitian dan perhitungan demi memberikan pengalaman terbaik bagi penumpang," kata Paulus dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (10/9).
Menurut dia, uji coba merupakan bagian dari proses pengenalan layanan transportasi publik berbasis kereta api modern kepada masyarakat. Sebelum memasuki tahap tersebut, rangkaian pengujian telah dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur.
Memiliki Lima Stasiun hingga Manggarai
LRT Jakarta Fase 1B dibangun untuk menghubungkan kawasan Kelapa Gading dengan Manggarai melalui jalur sepanjang 6,4 kilometer.
Lima stasiun yang berada di jalur tersebut meliputi Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Setiap stasiun dirancang agar dapat terhubung dengan layanan transportasi umum lainnya. Konsep integrasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan jaringan transportasi perkotaan karena memungkinkan masyarakat melanjutkan perjalanan menggunakan moda berbeda.
Stasiun Manggarai menjadi salah satu titik strategis dalam jalur Fase 1B. Stasiun ini terintegrasi dengan KRL Commuter Line, layanan bus Transjakarta, serta kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Dengan terhubungnya LRT ke berbagai layanan tersebut, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Uji Coba Menggunakan Dua Trainset
Dalam uji coba kali ini, LRT Jakarta dioperasikan sebanyak dua kali perjalanan pulang-pergi atau round trip menggunakan dua trainset.
Masing-masing perjalanan menempuh rute Stasiun Kelapa Gading menuju Stasiun Manggarai dan kemudian kembali ke Stasiun Kelapa Gading.
Namun, pengoperasian selama masa uji coba masih menggunakan parameter terbatas. Kecepatan maksimum kereta ditetapkan 40 kilometer per jam dengan kapasitas layanan maksimal 100 penumpang.
Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan sebelum layanan LRT Jakarta Fase 1B beroperasi secara penuh untuk masyarakat.
Keselamatan Menjadi Perhatian
Selain kesiapan layanan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian dalam pembangunan proyek tersebut. Waskita Karya mencatat capaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan waktu kerja atau lost time injury selama pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B.
Paulus mengatakan capaian tersebut penting mengingat pembangunan berlangsung di tengah kondisi Jakarta yang memiliki lalu lintas padat serta ruang kerja yang terbatas.
"Capaian tersebut menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang terbatas seperti pembangunan LRT Jakarta Fase 1B," jelas Paulus.
Menurut dia, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian yang diperhatikan selama proses konstruksi.
Proyek tersebut merupakan milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda). Pembangunan jalur baru hingga Manggarai diharapkan semakin memperkuat jaringan transportasi publik Jakarta.
Bukan Sekadar Menambah Jalur Transportasi
Perpanjangan LRT hingga Manggarai tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya jalur kereta. Integrasi dengan KRL Commuter Line, Transjakarta, dan kereta bandara membuat kawasan Manggarai memiliki peran semakin penting sebagai titik perpindahan antarmoda.
Di sisi lain, penggunaan transportasi publik berbasis listrik juga dinilai dapat memberikan manfaat terhadap lingkungan melalui potensi pengurangan emisi karbon.
"Kami meyakini, kehadiran LRT tidak hanya mendukung konektivitas perkotaan tapi juga akan berdampak positif terhadap lingkungan karena mengurangi emisi karbon, sehingga mendorong target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," kata Paulus.
Uji coba operasional tersebut turut diikuti Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta bersama jajaran Direksi PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan PT LRT Jakarta.
Bagi masyarakat, tahap uji coba ini menjadi penanda bahwa layanan LRT Jakarta Fase 1B menuju Manggarai semakin dekat dengan pengoperasian penuh. Kehadiran jalur baru tersebut sekaligus menambah pilihan perjalanan bagi warga yang menggunakan jaringan transportasi umum di Jakarta.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara