Tak Hanya Saat Jam Kerja, LRT Jabodebek Makin Diminati untuk Perjalanan Akhir Pekan

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:11 WIB
Aktivitas pengguna LRT Jabodebek di salah satu stasiun. Sepanjang Januari-Agustus 2026, jumlah pengguna mencapai 21,8 juta orang atau tumbuh 19,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (Antara)
Aktivitas pengguna LRT Jabodebek di salah satu stasiun. Sepanjang Januari-Agustus 2026, jumlah pengguna mencapai 21,8 juta orang atau tumbuh 19,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Pengguna LRT Jabodebek mencapai 21.809.797 orang sepanjang Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut tumbuh 19,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 18.320.640 pengguna.

Kenaikan itu menunjukkan bahwa penggunaan LRT Jabodebek semakin meluas. Moda transportasi tersebut tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan berangkat dan pulang kerja, tetapi juga untuk berbagai aktivitas pada akhir pekan, mengakses pusat kegiatan, fasilitas publik, hingga melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain.

Pertumbuhan paling terlihat pada hari kerja. Selama Januari-Agustus 2026, rata-rata pengguna LRT Jabodebek mencapai 114.759 orang per hari. Angka tersebut meningkat sekitar 19,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika rata-rata pengguna mencapai 95.732 orang per hari.

Tren serupa masih terjadi pada Agustus 2026. Rata-rata pengguna pada hari kerja mencapai 112.192 orang per hari, naik 10,5 persen dibandingkan Agustus 2025 yang berada di angka 101.538 pengguna per hari.

Secara keseluruhan, sepanjang Agustus 2026 LRT Jabodebek melayani 2.730.450 pengguna. Jumlah itu tumbuh 7,16 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya yang mencatat 2.547.972 pengguna.

Pengguna akhir pekan ikut meningkat

Menariknya, peningkatan penggunaan LRT Jabodebek juga terjadi di luar hari kerja.

Pada Agustus 2026, rata-rata jumlah pengguna pada akhir pekan dan hari libur nasional mencapai 49.900 orang per hari. Angka tersebut meningkat 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 47.020 pengguna per hari.

Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik semakin beragam. LRT tidak lagi hanya identik dengan mobilitas pekerja pada jam sibuk, tetapi mulai menjadi bagian dari perjalanan masyarakat ketika menjalankan berbagai aktivitas di luar rutinitas pekerjaan.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pertumbuhan pengguna pada hari kerja maupun akhir pekan menunjukkan semakin beragamnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik.

“Berdasar data pengguna, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik tidak berhenti pada perjalanan berangkat dan pulang kerja. Ada yang menggunakan LRT untuk melanjutkan perjalanan dengan moda lain, menuju pusat kegiatan, maupun melakukan aktivitas pada akhir pekan,” ujarnya.

Menurut Radhitya, pertumbuhan jumlah pengguna perlu berjalan beriringan dengan upaya menghadirkan perjalanan yang mudah dan nyaman.

“Karena itu, perhatian utama bukan hanya jumlah pengguna, tetapi bagaimana perjalanan mereka bisa berlangsung dengan lebih mudah dan nyaman,” imbuhnya.

Aktivitas di sejumlah stasiun ikut bertambah

Perubahan pola mobilitas tersebut juga terlihat dari aktivitas tap in dan tap out di sejumlah stasiun.

Di Stasiun Kampung Rambutan, jumlah tap in pada 2026 meningkat 20,4 persen menjadi 65.363 dari sebelumnya 54.282 pada 2025. Sementara tap out bertambah 21,3 persen, dari 52.086 menjadi 63.203.

Stasiun Jatimulya juga mencatat pertumbuhan. Jumlah tap in naik 12 persen, dari 135.366 pada 2025 menjadi 151.628 pada 2026. Untuk tap out, jumlahnya meningkat 9 persen dari 131.144 menjadi 142.916.

Pertumbuhan lainnya terlihat di Stasiun Harjamukti. Tap in meningkat 11,7 persen, dari 286.920 menjadi 320.366. Adapun jumlah tap out bertambah 9,6 persen, dari 296.632 pada 2025 menjadi 325.199 pada 2026.

Data tersebut memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas pengguna di sejumlah titik layanan. Pada saat yang sama, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan menggunakan LRT dapat menjadi bagian dari rangkaian mobilitas yang lebih panjang.

Konektivitas antarmoda menjadi bagian perjalanan

Bagi pengguna transportasi publik, perjalanan tidak selalu berakhir ketika kereta tiba di stasiun tujuan. Kemudahan berpindah menuju moda transportasi berikutnya turut menentukan apakah perjalanan dapat berlangsung secara efisien.

Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menjadi salah satu contoh simpul perpindahan antarmoda. Dari stasiun tersebut, pengguna dapat terhubung dengan Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, dan TransJakarta.

Koneksi juga tersedia di Stasiun Cikoko yang terhubung dengan Commuter Line dan TransJakarta. Sementara Stasiun Halim memiliki koneksi langsung dengan layanan kereta cepat Whoosh untuk perjalanan menuju Bandung.

Selain koneksi antarmoda, LRT Jabodebek juga memiliki berbagai layanan pengumpan di sejumlah stasiun. Kehadiran layanan lanjutan tersebut membantu menghubungkan perjalanan pengguna dari kawasan sekitar menuju jaringan LRT maupun sebaliknya.

Dengan pola tersebut, LRT Jabodebek tidak berdiri sebagai moda yang digunakan secara terpisah. Bagi sebagian pengguna, perjalanan dengan LRT merupakan satu bagian dari rangkaian perjalanan dari titik keberangkatan hingga mencapai tujuan akhir.

Pertumbuhan pengguna pada hari kerja sekaligus akhir pekan menjadi indikasi bahwa peran transportasi publik dalam mobilitas masyarakat terus berkembang. Bagi LRT Jabodebek, tantangannya bukan hanya mempertahankan pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi memastikan layanan tetap sesuai dengan pola perjalanan masyarakat yang semakin beragam.

Radhitya menegaskan bahwa peningkatan jumlah pengguna perlu diikuti dengan kemampuan layanan untuk tetap menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pertumbuhan pengguna tentu menjadi hal positif, tetapi yang lebih penting adalah memastikan LRT Jabodebek tetap relevan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus berkembang,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
pengguna LRT 2026 transportasi Jabodebek konektivitas antarmoda lrt jabodebek transportasi publik