RADAR BANYUWANGI – Sebuah powerbank milik penumpang mendadak mengeluarkan asap saat KA Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng–Gambir pada 7 September 2026. Perangkat tersebut diketahui tidak sedang digunakan untuk mengisi daya ketika ditemukan petugas.
Peristiwa itu diketahui saat petugas melakukan pemeriksaan tiket. Asap terlihat berasal dari powerbank yang disimpan di kantong kursi penumpang. Petugas kemudian segera mengamankan dan memadamkan perangkat tersebut untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih besar.
Kejadian tersebut tidak berlangsung di wilayah operasional KAI Daop 9 Jember. Hingga saat ini, KAI Daop 9 Jember menyatakan belum pernah menerima laporan powerbank terbakar, baik selama perjalanan kereta api maupun di lingkungan stasiun.
Meski demikian, insiden pada KA Argo Semeru menjadi pengingat bagi masyarakat, termasuk penumpang dari Banyuwangi dan daerah lain yang menggunakan layanan kereta api, agar lebih memperhatikan kondisi powerbank yang dibawa selama perjalanan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan keselamatan perjalanan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan perhatian dari setiap penumpang.
“Powerbank memang menjadi perangkat yang praktis untuk menunjang kebutuhan penumpang selama perjalanan. Namun, karena menyimpan energi dalam jumlah tertentu, kondisinya tetap perlu diperhatikan. Kami mengimbau penumpang memastikan powerbank yang dibawa dalam kondisi baik, serta segera melapor kepada petugas apabila terdapat tanda-tanda tidak normal,” ujar Cahyo, Kamis (10/9).
Kenali tanda powerbank mulai bermasalah
Powerbank yang digunakan masyarakat umumnya memakai baterai lithium-ion atau lithium-polymer. Teknologi tersebut memungkinkan perangkat berukuran relatif kecil menyimpan energi dalam jumlah cukup besar.
Di sisi lain, baterai dengan kepadatan energi tinggi membutuhkan penanganan yang tepat. Kerusakan fisik, benturan, korsleting, kualitas baterai yang buruk, maupun kondisi baterai yang sudah menurun dapat memicu peningkatan suhu secara tidak normal.
Dalam kondisi tertentu, panas tersebut dapat berkembang menjadi thermal runaway, yakni reaksi berantai di dalam sel baterai yang membuat suhu meningkat dengan cepat dan sulit dikendalikan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan baterai mengeluarkan asap hingga terbakar.
Karena itu, penumpang perlu mengenali tanda-tanda powerbank yang mengalami masalah. Beberapa di antaranya adalah:
- terasa panas secara berlebihan tanpa sebab yang jelas;
- menggembung atau mengalami perubahan bentuk;
- casing atau bagian fisik mengalami kerusakan;
- mengeluarkan bau yang tidak biasa;
- terdengar suara mendesis; dan
- mengeluarkan asap.
Powerbank dengan kondisi tersebut sebaiknya tidak lagi digunakan. Penumpang diminta segera menyampaikan kondisi itu kepada petugas kereta api agar dapat ditangani sesuai prosedur keselamatan.
Jika perangkat sudah mengeluarkan asap atau menunjukkan indikasi kebakaran, penumpang juga tidak dianjurkan mencoba melakukan penanganan sendiri.
Powerbank tidak boleh diisi daya di dalam kereta
Selain memperhatikan kondisi perangkat, KAI mengingatkan penumpang untuk tidak melakukan pengisian daya powerbank di dalam kereta api.
Penumpang juga dilarang menggunakan peralatan elektronik berdaya besar dengan memanfaatkan sumber listrik yang tersedia di dalam rangkaian KA. Contohnya antara lain magic com, pemanas air, maupun peralatan elektronik berdaya besar lainnya.
Ketentuan tersebut berkaitan dengan keamanan penggunaan fasilitas kelistrikan di dalam kereta. Sumber listrik yang tersedia digunakan sesuai peruntukannya dan bukan untuk mengoperasikan peralatan elektronik berdaya besar milik penumpang.
Selama perjalanan, powerbank sebaiknya ditempatkan di lokasi yang aman, kering, tidak terkena panas secara langsung, serta terlindung dari tekanan dan benturan.
Penumpang juga perlu menghindari penyimpanan powerbank bersama benda berbahan logam atau benda lain yang berpotensi menyebabkan terminal baterai mengalami hubungan arus pendek.
Powerbank yang sudah rusak, menggembung, atau mengalami panas tidak normal sebaiknya tidak digunakan. Perangkat juga sebaiknya berada di tempat yang mudah dipantau dan tidak tertutup oleh barang-barang berat.
3,5 juta penumpang dilayani Daop 9 Jember
Perhatian terhadap keselamatan barang bawaan menjadi penting seiring tingginya mobilitas pengguna kereta api di wilayah Daop 9 Jember.
Sepanjang semester I 2026, KAI Daop 9 Jember telah melayani 3.511.004 penumpang. Untuk menunjang mobilitas tersebut, Daop 9 Jember mengoperasikan 30 perjalanan KA setiap hari, terdiri atas 26 perjalanan KA jarak jauh dan menengah serta empat KA lokal.
Dengan jumlah perjalanan dan penumpang tersebut, kondisi barang elektronik yang dibawa ke dalam kereta menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan bersama.
“Dengan jumlah penumpang dan perjalanan KA yang cukup tinggi, keselamatan harus menjadi perhatian bersama. KAI terus memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman, sementara kami juga mengajak penumpang untuk ikut menjaga keselamatan dengan mematuhi ketentuan dan memperhatikan barang bawaan masing-masing,” kata Cahyo.
Apa yang harus dilakukan jika powerbank mengeluarkan asap?
Apabila penumpang melihat powerbank atau perangkat elektronik lain mengeluarkan asap, panas berlebihan, atau menunjukkan kondisi tidak normal, langkah paling penting adalah segera memberitahukan petugas.
Penumpang tidak perlu menunggu hingga kondisi semakin parah. Jangan pula berkerumun di sekitar perangkat yang bermasalah karena dapat menghambat petugas ketika melakukan penanganan.
KAI Daop 9 Jember memastikan setiap rangkaian KA telah dilengkapi perlengkapan untuk menghadapi kondisi darurat, antara lain alat pemadam api ringan (APAR), pemecah kaca, serta perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Petugas kereta api juga telah mendapatkan pelatihan penanganan kondisi darurat sehingga dapat melakukan tindakan awal secara cepat dan tepat sesuai prosedur.
“Petugas kami telah dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kondisi darurat. Namun, informasi dari penumpang juga sangat penting. Jika menemukan sesuatu yang tidak normal, segera sampaikan kepada petugas. Jangan menunggu sampai kondisi menjadi lebih besar,” ujar Cahyo.
KAI Daop 9 Jember secara berkelanjutan memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat, termasuk mengenai penggunaan dan penyimpanan powerbank. Edukasi dilakukan melalui berbagai media di stasiun maupun di dalam kereta api.
Bagi masyarakat Banyuwangi yang menggunakan kereta api untuk perjalanan jarak jauh maupun lokal, memperhatikan kondisi powerbank merupakan langkah sederhana yang dapat ikut menjaga keselamatan selama perjalanan.
Penumpang tidak hanya perlu memastikan barang elektronik yang dibawa dalam kondisi baik, tetapi juga mengetahui kapan harus berhenti menggunakannya dan segera meminta bantuan petugas.
“Kami mengajak seluruh pelanggan KAI untuk bersama-sama menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman. Hal sederhana seperti memastikan kondisi powerbank, tidak mengisi daya powerbank di dalam KA, tidak menggunakan perangkat elektronik berdaya besar dari sumber listrik kereta, serta segera melapor ketika menemukan kondisi tidak normal merupakan bagian penting dari keselamatan perjalanan,” pungkas Cahyo.
Editor : Lugas Rumpakaadi