RADAR BANYUWANGI - Potensi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi perhatian PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Meski demikian, KCIC memastikan perjalanan Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung masih berlangsung aman dan normal berdasarkan hasil pemantauan terhadap sarana, prasarana, serta kondisi jalur.
Pemantauan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana KCIC. Salah satu langkah yang diterapkan adalah menjalankan KA Konfirmasi sebelum perjalanan penumpang dimulai untuk memastikan kondisi jalur dan berbagai perangkat pendukung perjalanan tetap normal.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan pemantauan juga dilakukan melalui Operation Control Center (OCC) serta pemeriksaan langsung di sepanjang jalur Whoosh.
"Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama," ujar Eva, Senin (7/9).
Salah satu perhatian KCIC adalah kemungkinan paparan abu vulkanik pada bagian jalur terbuka. Jalur Whoosh secara keseluruhan memiliki panjang 142,3 kilometer, yang terdiri atas 82,7 kilometer jalur elevated, 42,78 kilometer jalur at grade, serta 13 terowongan dengan total panjang 16,82 kilometer.
Pemantauan terhadap jalur tersebut mencakup sejumlah komponen penting, antara lain jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), pasokan daya, rel, persinyalan, dan wesel.
KCIC juga memiliki mekanisme pengamanan apabila sistem mendeteksi kondisi yang tidak normal. Informasi atau notifikasi akan muncul di OCC, sementara sistem dapat secara otomatis menurunkan kecepatan perjalanan Whoosh sebagai salah satu langkah mitigasi.
Dari sisi operasional kereta, kondisi jarak pandang menjadi salah satu parameter yang diperhatikan. Berdasarkan laporan masinis, jarak pandang di sepanjang jalur masih berada dalam kondisi normal.
Rangkaian Whoosh dilengkapi wiper dengan semprotan air yang dapat digunakan untuk membersihkan debu maupun abu yang menempel pada kaca depan. Fasilitas tersebut membantu menjaga visibilitas masinis selama perjalanan.
Apabila kondisi lapangan berubah dan jarak pandang mengalami penurunan, masinis akan menyesuaikan kecepatan perjalanan berdasarkan kondisi aktual serta prosedur operasional yang berlaku.
Pengawasan juga dilakukan terhadap filter udara rangkaian dan kondisi pantograf melalui CCTV. Dari sisi prasarana, KCIC memantau komponen isolasi, jaringan listrik aliran atas, gardu, persinyalan, serta mekanisme wesel.
Hingga pemantauan dilakukan, KCIC menyatakan perangkat-perangkat tersebut masih berfungsi normal dan belum terdampak sebaran abu vulkanik.
Untuk mengantisipasi perubahan kondisi, KCIC juga menjalankan Volcanic Ash Risk Assessment dengan mengacu pada informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hasil penilaian tersebut digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah mitigasi tambahan apabila intensitas abu vulkanik meningkat dan berpotensi memengaruhi operasional Whoosh.
Bagi penumpang, KCIC mengimbau agar kewaspadaan tetap dijaga, terutama ketika berada di area terbuka stasiun. Penumpang disarankan menggunakan masker dan kacamata serta memperhatikan kondisi kesehatan.
"Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh," kata Eva.
Dengan pemantauan terhadap jalur dan rangkaian, asesmen risiko abu vulkanik, serta kemungkinan penyesuaian operasional berdasarkan kondisi lapangan, KCIC memastikan layanan Whoosh tetap berjalan dengan aspek keselamatan penumpang sebagai prioritas.
Kondisi operasional dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan hasil pemantauan di lapangan. Karena itu, penumpang yang akan menggunakan layanan Whoosh disarankan mengikuti informasi terbaru dari KCIC dan petugas di stasiun.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara