Penumpang Kereta di Daop 4 Semarang Naik 5 Persen, KAI Tambah Kapasitas

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:32 WIB
Aktivitas penumpang di Stasiun Semarang Tawang, salah satu stasiun dengan volume pelanggan tertinggi di wilayah KAI Daop 4 Semarang pada akhir pekan 4-6 September 2026. (KAI)
Aktivitas penumpang di Stasiun Semarang Tawang, salah satu stasiun dengan volume pelanggan tertinggi di wilayah KAI Daop 4 Semarang pada akhir pekan 4-6 September 2026. (KAI)

RADAR BANYUWANGI – Mobilitas penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang meningkat pada akhir pekan 4–6 September 2026. Dalam tiga hari, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 129.512 pelanggan menggunakan layanan kereta api.

Jumlah tersebut tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan periode 28–30 Agustus 2026 yang mencatat 123.363 pelanggan.

Dari total tersebut, sebanyak 65.856 pelanggan tercatat berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 4 Semarang, sedangkan 63.656 pelanggan merupakan penumpang yang datang.

Peningkatan mobilitas berlangsung di tengah penyesuaian operasional sejumlah moda transportasi menyusul sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam situasi tersebut, kereta api tetap menjadi salah satu moda transportasi darat yang menopang konektivitas antarkota.

Arus perjalanan pada periode tersebut terutama terlihat pada lintas utara Jawa. Penumpang bergerak ke arah barat menuju Jakarta dan Bandung maupun ke timur menuju Surabaya.

Semarang Tawang Jadi Stasiun Terpadat

Stasiun Semarang Tawang menjadi titik dengan volume pelanggan tertinggi di wilayah Daop 4 Semarang selama akhir pekan tersebut.

Dalam tiga hari, stasiun ini melayani 42.112 pelanggan, terdiri atas 21.597 pelanggan berangkat dan 20.515 pelanggan datang. Jumlah itu meningkat 10,2 persen dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang mencapai 38.202 pelanggan.

Berikut lima stasiun dengan volume pelanggan terbesar:

Stasiun Semarang Poncol berada di posisi kedua dengan 30.207 pelanggan atau meningkat 6,5 persen dari 28.371 pelanggan pada pekan sebelumnya.

Stasiun Tegal juga mencatat pertumbuhan 5,2 persen menjadi 16.250 pelanggan, dibandingkan 15.446 pelanggan pada akhir pekan sebelumnya.

Sementara itu, volume pelanggan di Stasiun Pekalongan dan Cepu sedikit menurun. Pekalongan melayani 11.545 pelanggan, sedangkan Cepu mencatat 6.076 pelanggan.

KAI Tambah 570 Kursi dari Semarang ke Jakarta

Meningkatnya kebutuhan perjalanan membuat KAI Daop 4 Semarang menambah kapasitas angkutan. Salah satunya melalui pengoperasian KA Tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir.

Kereta tambahan tersebut mulai beroperasi pada Minggu, 6 September 2026, dan kembali tersedia pada Senin, 7 September 2026, dengan kapasitas 570 tempat duduk.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan perjalanan masyarakat, khususnya menuju Jakarta, sekaligus menjaga ketersediaan kursi ketika mobilitas meningkat.

Pada Senin, 7 September 2026, KAI juga menambah susunan rangkaian pada sejumlah kereta api yang beroperasi maupun melintas di wilayah Semarang.

KA Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi pulang-pergi menggunakan sembilan kereta eksekutif. Sementara KA Gumarang relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi pulang-pergi menggunakan empat kereta eksekutif dan tujuh kereta ekonomi.

Adapun KA Gunung Jati relasi Gambir–Semarang Tawang pulang-pergi menggunakan lima kereta eksekutif dan lima kereta ekonomi.

Penambahan stamformasi juga diberlakukan pada KA Tegal Bahari relasi Pasarsenen–Tegal pulang-pergi sebagai pendukung layanan lintas barat di wilayah Daop 4 Semarang.

Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan lintas Jawa menuju wilayah timur, termasuk menuju Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur, penambahan kapasitas pada sejumlah KA di koridor utara menjadi salah satu informasi penting untuk diperhatikan saat merencanakan perjalanan.

KAI Pastikan Jalur Rel Aman

Di tengah kondisi tersebut, aspek keselamatan menjadi perhatian KAI. Daop 4 Semarang menyatakan seluruh koridor jalur rel di wilayah operasionalnya berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Petugas pemeriksa jalur, unit sinyal dan telekomunikasi, serta teknisi sarana disiagakan untuk melakukan pemantauan dan memastikan operasional kereta tetap berjalan dengan baik.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sistem pendingin udara kereta dan perangkat persinyalan untuk memastikan tidak mengalami gangguan akibat debu vulkanik.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan pihaknya terus menyesuaikan kapasitas dengan perkembangan kebutuhan perjalanan masyarakat.

“Penambahan kapasitas rangkaian, baik pada KA yang melintas di koridor utara maupun yang berangkat langsung dari Semarang Tawang, merupakan komitmen nyata kami untuk memastikan ketersediaan kursi serta kelancaran perjalanan masyarakat," katanya.

Menurut Luqman, pemantauan terhadap situasi dan kebutuhan mobilitas masyarakat akan terus dilakukan. KAI juga mengimbau calon penumpang merencanakan perjalanan dengan baik sebelum berangkat.

Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi KAI lainnya.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api. Dalam setiap perjalanan, KAI senantiasa menempatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas tertinggi,” ujar Luqman.

Bagi calon penumpang, penambahan kapasitas tersebut dapat menjadi pilihan tambahan ketika merencanakan perjalanan dari Semarang menuju Jakarta, maupun perjalanan pada koridor utara Jawa menuju Surabaya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Kereta Semarang Jakarta Erupsi Gunung Anak Krakatau Mobilitas Jawa KAI Daop 4 Semarang penumpang kereta api