Stasiun Karet Tak Ditutup, KAI Siapkan Travelator 20 Meter Menuju BNI City

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 14:29 WIB
KAI menata kawasan Stasiun Karet dan memperkuat konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru atau BNI City untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pelanggan KRL. (Antara)
KAI menata kawasan Stasiun Karet dan memperkuat konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru atau BNI City untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pelanggan KRL. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Stasiun Karet tidak ditutup meski layanan naik dan turun penumpang KRL akan diintegrasikan dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. PT Kereta Api Indonesia (KAI) justru menata kawasan tersebut dengan fasilitas pejalan kaki dan travelator untuk memudahkan mobilitas pelanggan.

Penataan dilakukan seiring meningkatnya aktivitas pengguna transportasi rel perkotaan. Berdasarkan data Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru mencatat total 6.702.680 aktivitas pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan KRL perlu diimbangi dengan kesiapan prasarana dan infrastruktur. Integrasi Karet dan BNI City menjadi salah satu langkah KAI untuk menyesuaikan fasilitas dengan kebutuhan perjalanan masyarakat.

“Kenapa sih integrasi Stasiun Karet dan Sudirman Baru (BNI City)? Itu tadi yang saya sampaikan bahwa kita melihat pertumbuhan volume pelanggan ini harus didukung dengan prasarana dan infrastruktur yang baik,” ujar Anne, Jumat (4/9).

Stasiun Karet Tidak Ditutup

Klarifikasi mengenai fungsi Stasiun Karet menjadi salah satu poin penting dalam penataan ini. Anne menegaskan bahwa integrasi dengan BNI City bukan berarti Stasiun Karet ditutup.

Stasiun Karet tetap berfungsi sebagai akses pelanggan. Sementara itu, layanan naik dan turun penumpang KRL akan diintegrasikan dengan peron Stasiun Sudirman Baru.

“Jadi saya sangat menolak diksi bahwa Karet ditutup. Stasiun di KAI itu ada stasiun yang melayani angkutan pelanggan. Ada stasiun yang melayani angkutan barang. Ada stasiun yang hanya melayani perjalanan kereta dan itu nanti Karet akan melayani perjalanan kereta,” kata Anne.

Dengan pola tersebut, pelanggan tetap dapat mengakses kawasan Karet, tetapi layanan perjalanan KRL akan terhubung dengan fasilitas peron di BNI City. Penataan ini diarahkan untuk membuat pergerakan penumpang lebih aman dan tertata.

6,7 Juta Aktivitas Pelanggan dalam Delapan Bulan

Tingginya aktivitas pelanggan menjadi salah satu alasan pengembangan konektivitas kedua stasiun.

Pada periode Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Karet mencatat 4.909.334 aktivitas pelanggan. Sementara Stasiun Sudirman Baru mencatat 1.793.346 aktivitas.

Jika digabungkan, aktivitas pelanggan di kedua stasiun mencapai 6.702.680 dalam delapan bulan.

Angka tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan fasilitas yang mampu menampung mobilitas pelanggan secara lebih baik.

Travelator 20 Meter Disiapkan

KAI menyiapkan sejumlah fasilitas penghubung untuk memudahkan pelanggan berpindah dari kawasan Stasiun Karet menuju Stasiun Sudirman Baru.

Fasilitas tersebut terdiri atas satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal. Sarana ini akan membantu perjalanan pejalan kaki menuju area layanan Commuter Line di BNI City.

Selain travelator, KAI melakukan penataan sisi Stasiun Karet dengan meningkatkan lanskap kawasan, menata area drop off kendaraan lanjutan termasuk ojek online, serta memperbaiki koridor pejalan kaki.

Pengembangan juga dilakukan di sisi Kendal. KAI menyiapkan tambahan eskalator akses, kanopi selasar, dan penataan koridor pedestrian untuk mendukung perpindahan pelanggan.

Penataan akses kendaraan lanjutan dan pedestrian juga diarahkan untuk mengurangi kepadatan aktivitas di sekitar Stasiun Karet.

Peron Karet Relatif Pendek

Di balik pengembangan tersebut terdapat persoalan infrastruktur yang menjadi perhatian KAI. Anne menjelaskan, peron Stasiun Karet relatif pendek dan berada dekat dengan perlintasan.

Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan dalam penataan layanan. Terlebih, KAI tengah mempersiapkan transformasi layanan KRL dalam beberapa tahun ke depan.

“Karet itu peronnya kan pendek, dekat dengan perlintasan. Investasi kita mulai dari 2 tahun yang lalu sampai nanti untuk KRL itu semuanya adalah transformasi 12 (rangkaian). Sehingga prasarana dan infrastrukturnya harus kita siapkan dari sekarang,” ujar Anne.

Menurut KAI, kesiapan infrastruktur perlu dilakukan sejak awal agar dapat mengikuti perkembangan jumlah pelanggan dan perubahan kebutuhan layanan kereta perkotaan.

Apa yang Berubah bagi Penumpang?

Bagi pelanggan, perubahan utama bukan berupa hilangnya akses ke Stasiun Karet. Kawasan tersebut tetap menjadi bagian dari akses pelanggan, tetapi layanan naik dan turun penumpang KRL akan terintegrasi dengan peron Stasiun Sudirman Baru.

Perpindahan antarkawasan stasiun nantinya didukung oleh fasilitas pedestrian, travelator datar, dan travelator vertikal. Penataan tersebut diharapkan membuat perjalanan pelanggan dari kawasan Karet menuju BNI City lebih mudah dan aman.

KAI juga menyiapkan area drop-off dan akses kendaraan lanjutan agar aktivitas penumpang tidak menimbulkan kepadatan baru di sekitar kawasan.

Pekerjaan Dilakukan Bertahap

Penataan kawasan Karet dan konektivitas menuju BNI City masih dilakukan secara bertahap. Pekerjaan diperkirakan berlangsung dalam rentang satu hingga tujuh bulan.

Integrasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan transportasi rel perkotaan di kawasan Jakarta. Stasiun Karet telah beroperasi sejak 1922, sedangkan Stasiun Sudirman Baru mulai melayani perjalanan kereta api pada 2017–2018.

Pada 2026, kedua kawasan tersebut memasuki tahap penguatan integrasi melalui pengembangan akses pelanggan dan fasilitas penghubung.

Selain Karet dan BNI City, KAI juga melakukan perbaikan serta pengembangan di sejumlah stasiun lain, termasuk Stasiun Duri, Gambir, Cawang, dan Bogor.

Anne mengatakan pengembangan fasilitas dilakukan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus berkembang.

“Melalui pengembangan Stasiun Karet dan konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru, KAI menghadirkan akses pelanggan yang lebih tertata dengan fasilitas pendukung perjalanan yang semakin baik. Penguatan fasilitas ini mendukung pengalaman perjalanan Commuter Line yang lebih nyaman bagi masyarakat,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Stasiun Sudirman Baru stasiun Karet BNI City KAI krl jabodetabek