KAI Perkuat KRL Green Line, Kontribusi Penumpang Rangkasbitung Capai 22,5 Persen

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 14:14 WIB
Seluruh peron Stasiun Bogor kini melayani KRL 12 kereta. (Antara)
Seluruh peron Stasiun Bogor kini melayani KRL 12 kereta. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group mulai memperkuat kapasitas layanan KRL Green Line seiring meningkatnya jumlah pengguna. Kontribusi penumpang Rangkasbitung Line kini mencapai 22,5 persen dari total layanan komuter, mendekati kontribusi Cikarang dan Bekasi Line.

VP Corporate Communication KAI Group Anne Purba mengatakan peningkatan kapasitas Green Line, khususnya menuju Rangkasbitung, menjadi kebutuhan penting karena pertumbuhan volume penumpang di lintasan tersebut terus meningkat.

"Kalau kita lihat Cikarang Line, dengan Rangkasbitung, ini kontribusinya sudah kejar-kejaran. Sudah hampir sama, volumenya Rangkasbitung dengan Bekasi," ujar Anne, Jumat (4/9).

Perubahan tersebut menunjukkan semakin besarnya kontribusi sejumlah lintasan terhadap keseluruhan layanan komuter. Line Bogor masih menjadi penyumbang penumpang terbesar dengan porsi 43,9 persen.

Meski demikian, porsi Line Bogor tersebut telah menurun dibandingkan dengan sebelumnya yang dapat mencapai sekitar 60 persen. Penurunan kontribusi secara persentase itu terjadi seiring bertambahnya jumlah pengguna pada lintasan lainnya.

Setelah Line Bogor, Cikarang dan Bekasi Line memberikan kontribusi sebesar 24,7 persen. Sementara Rangkasbitung Line telah mencapai 22,5 persen.

Dengan selisih yang relatif tipis antara Rangkasbitung dan Cikarang-Bekasi, kebutuhan untuk menambah kapasitas layanan Green Line menjadi semakin penting. KAI tidak hanya perlu mengatur perjalanan, tetapi juga memastikan prasarana mampu menopang kapasitas angkut yang lebih besar.

Salah satu langkah yang disiapkan KAI adalah menambah kapasitas listrik dan meningkatkan panjang rangkaian menjadi 12 kereta dalam satu rangkaian.

"Kita sudah uji coba kemarin untuk transformasi 12 (rangkaian)-nya, tetapi masih ada hal yang harus kami persiapkan dari sisi prasarananya agar kapasitasnya kembali bisa tumbuh," kata Anne.

Anne menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas angkut KRL tidak cukup hanya mengandalkan pengaturan jarak waktu antarperjalanan atau headway. Kemampuan setiap rangkaian dalam mengangkut penumpang juga menjadi faktor penting.

Pengembangan rangkaian KRL tersebut dilakukan secara bertahap. KAI sebelumnya telah memodifikasi rangkaian dari empat kereta menjadi delapan kereta, kemudian menjadi 10 kereta. Kini, kapasitasnya diarahkan kembali untuk meningkat menjadi 12 kereta dalam satu rangkaian.

Penguatan layanan juga tidak berhenti pada kapasitas rangkaian. KAI menyiapkan tambahan armada untuk mendukung peningkatan layanan Green Line dengan total 36 trainset.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian kapasitas layanan KRL terhadap perubahan pola mobilitas pengguna. Meningkatnya kontribusi Rangkasbitung Line menunjukkan kebutuhan angkutan komuter yang terus berkembang, sehingga penguatan prasarana dan armada menjadi bagian penting untuk menjaga pertumbuhan kapasitas layanan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KRL Green Line Rangkasbitung Line transportasi publik KAI Kereta Api