RADAR BANYUWANGI - Sebanyak 350 peserta Tajemtra berangkat dari Stasiun Jember menuju Stasiun Tanggul menggunakan Kereta Api Luar Biasa (KLB), Sabtu (5/9). Keberangkatan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Jember dan manajemen KAI Daop 9 Jember.
KLB Tajemtra berangkat tepat pukul 10.15 WIB. Rangkaian kereta terdiri atas delapan kereta kelas eksekutif SS dengan seluruh 350 tempat duduk terisi oleh peserta.
Sebelum kereta bergerak, Muhammad Fawait memberikan semboyan 40 sebagai perintah keberangkatan sesuai prosedur operasional keberangkatan kereta api. KLB tersebut dijadwalkan tiba di Stasiun Tanggul pada pukul 10.45 WIB.
Penggunaan kereta api dalam kegiatan Tajemtra menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap mobilitas peserta dalam jumlah besar. Moda transportasi tersebut memungkinkan peserta bergerak secara bersama-sama dengan pengaturan perjalanan yang telah disiapkan oleh operator.
Deputy PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember Dwi Sulistiyono mengatakan, pengoperasian KLB Tajemtra merupakan hasil kolaborasi antara KAI dan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung kegiatan masyarakat.
“KAI Daop 9 Jember menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan Tajemtra. Melalui pengoperasian KLB ini, kami ingin memberikan dukungan terhadap kelancaran mobilitas peserta dengan menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, tertib, dan sesuai dengan standar operasional kereta api,” ujar Dwi.
Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 9 Jember menangani kebutuhan operasional perjalanan. Persiapan sarana, pelayanan di stasiun, pengaturan keberangkatan, hingga pengamanan perjalanan menjadi bagian dari layanan yang disiapkan untuk peserta.
Sementara proses pendaftaran peserta dan penyerahan tiket dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember.
Bagi KAI, perjalanan khusus tersebut juga menjadi contoh pemanfaatan kereta api untuk mendukung kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak peserta. Kereta api tidak hanya digunakan untuk perjalanan reguler, tetapi juga dapat menunjang agenda olahraga maupun kegiatan daerah berskala besar.
“Kami melihat penggunaan kereta api untuk kegiatan seperti Tajemtra sebagai langkah positif dalam membangun kebiasaan masyarakat menggunakan transportasi publik. Selain mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara lebih teratur, transportasi publik juga menjadi pilihan mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan,” kata Dwi.
KAI Daop 9 Jember memastikan aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan menjadi perhatian dalam perjalanan tersebut. Kesiapan petugas, sarana, pelayanan di stasiun serta pengaturan perjalanan dilakukan secara terkoordinasi agar mobilitas peserta berlangsung sesuai rencana.
Pengoperasian KLB Tajemtra sekaligus memperlihatkan peran kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Jember dan sekitarnya. Pengangkutan ratusan peserta dalam satu rangkaian menjadi pilihan perjalanan yang lebih terorganisasi untuk kegiatan dengan jumlah peserta besar.
Kolaborasi antara KAI dan Pemerintah Kabupaten Jember tersebut diharapkan dapat terus berkembang dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Pemanfaatan transportasi publik untuk kegiatan daerah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk semakin mengenal kereta api sebagai salah satu pilihan mobilitas yang aman dan efisien.
Editor : Lugas Rumpakaadi