Penumpang Whoosh di Jawa Barat Naik 8,02 Persen, Tembus 288 Ribu Orang pada Juli 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:55 WIB
Kereta Cepat Whoosh melayani perjalanan penumpang di Jawa Barat. BPS mencatat jumlah penumpang Whoosh mencapai sekitar 288 ribu orang pada Juli 2026, meningkat 8,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya. (KCIC)
Kereta Cepat Whoosh melayani perjalanan penumpang di Jawa Barat. BPS mencatat jumlah penumpang Whoosh mencapai sekitar 288 ribu orang pada Juli 2026, meningkat 8,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya. (KCIC)

RADAR BANYUWANGI - Jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh di Jawa Barat mencapai sekitar 288 ribu orang pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat 8,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya, seiring menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat di berbagai moda transportasi.

Data tersebut disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat dalam catatan perkembangan transportasi wilayah tersebut. Kenaikan penumpang Whoosh menjadi salah satu perkembangan yang terlihat pada sektor angkutan umum sepanjang Juli 2026.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan peningkatan mobilitas tidak hanya terlihat pada layanan kereta cepat. Sejumlah moda transportasi lain juga mencatat pertumbuhan pada periode yang sama.

Kargo udara internasional melonjak

Di sektor angkutan barang, BPS Jawa Barat mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Volume angkutan kargo internasional melalui udara mencapai 16,02 ton pada Juli 2026, naik 91,77 persen dibandingkan Juni 2026.

Menurut Ari, peningkatan tersebut terutama didorong oleh pembukaan penerbangan rujukan muatan baru yang melayani rute langsung menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

"Lonjakan angkutan barang internasional pada Juli 2026 tersebut didorong kuat oleh pembukaan penerbangan rujukan muatan baru langsung menuju Kuala Lumpur, Malaysia," ujar Ari di Bandung, Selasa (1/9).

Pertumbuhan kargo tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas distribusi barang melalui jalur udara. Namun, kenaikan angkutan barang tersebut merupakan perkembangan tersendiri dalam sektor transportasi dan tidak secara langsung menunjukkan penyebab pertumbuhan jumlah penumpang Whoosh.

Penumpang kereta konvensional juga meningkat

Peningkatan aktivitas transportasi juga terjadi pada layanan kereta api konvensional. Pada wilayah operasional Daop 2 Bandung dan Daop 3 Cirebon, total volume penumpang mencapai 2,46 juta orang sepanjang Juli 2026.

Jumlah tersebut meningkat 1,01 persen secara bulanan dibandingkan dengan Juni 2026.

"Ini mengalami kenaikan 1,01 persen secara bulanan," ucap Ari.

Sementara itu, jumlah penumpang pada transportasi udara domestik tercatat sebanyak 1.021 orang. Angka tersebut meningkat 5,84 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Dengan demikian, kenaikan tercatat pada sejumlah moda transportasi, mulai dari kereta cepat, kereta api konvensional, hingga penerbangan domestik. Pada saat yang sama, angkutan kargo udara internasional juga mengalami pertumbuhan signifikan.

Konektivitas transportasi Jawa Barat menguat

BPS Jawa Barat menilai perkembangan angkutan penumpang dan barang tersebut menunjukkan semakin solidnya konektivitas infrastruktur transportasi di wilayah Jawa Barat.

Kondisi itu dinilai mendukung mobilitas masyarakat sekaligus efisiensi distribusi barang, khususnya di kawasan megapolitan Bodebek.

Pertumbuhan pada berbagai moda transportasi selama Juli 2026 memberikan gambaran mengenai aktivitas pergerakan masyarakat dan distribusi barang di Jawa Barat. Kereta cepat dan kereta konvensional sama-sama mencatat kenaikan jumlah penumpang, sementara angkutan udara menunjukkan pertumbuhan pada sektor penumpang domestik maupun kargo internasional.

Bagi masyarakat, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa jaringan transportasi publik dan distribusi barang di Jawa Barat terus memainkan peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi serta mobilitas antarkawasan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Mobilitas Masyarakat BPS Jawa Barat jawa barat transportasi WHOOSH