Apa yang Terjadi Jika Masinis Tidak Merespons? Mengenal Deadman Device di Lokomotif KAI

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:19 WIB
Masinis KAI mengoperasikan lokomotif dengan didukung berbagai perangkat keselamatan untuk menjaga perjalanan kereta api tetap aman dan andal. (KAI)
Masinis KAI mengoperasikan lokomotif dengan didukung berbagai perangkat keselamatan untuk menjaga perjalanan kereta api tetap aman dan andal. (KAI)

RADAR BANYUWANGI - Pernah terpikir apa yang terjadi jika masinis tiba-tiba tidak dapat memberikan respons saat kereta api sedang melaju? Di balik perjalanan kereta api yang digunakan masyarakat Banyuwangi dan wilayah lain, terdapat sistem keselamatan yang dirancang untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Salah satunya adalah deadman device, perangkat pengaman pada lokomotif yang berfungsi memantau kesiapsiagaan masinis selama perjalanan.

Perangkat ini menjadi salah satu bagian dari sistem keselamatan berlapis yang diterapkan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Teknologi tersebut bekerja bersama sistem pengereman, persinyalan, prosedur operasional, dan pengawasan petugas.

Manager Hukum dan Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa deadman device berfungsi sebagai lapisan pengamanan apabila masinis mengalami kondisi darurat ketika mengoperasikan kereta api.

Jika masinis tidak merespons, apa yang terjadi?

Selama perjalanan, masinis harus memberikan respons sesuai prosedur melalui perangkat kendali. Sistem akan memantau respons tersebut sebagai bagian dari mekanisme keselamatan.

Apabila dalam periode tertentu tidak menerima respons, perangkat akan memberikan peringatan berupa alarm. Jika alarm tersebut tetap tidak direspons, sistem kemudian menjalankan tindakan pengamanan.

"Selama perjalanan, masinis harus memberikan respons sesuai prosedur melalui perangkat kendali. Apabila dalam periode tertentu sistem tidak menerima respons, perangkat akan memberikan peringatan berupa alarm. Jika alarm tersebut tetap tidak direspons, sistem secara otomatis akan mengurangi tenaga lokomotif dan mengaktifkan pengereman darurat hingga kereta berhenti dengan aman," ujar Cahyo kepada Radar Banyuwangi, Selasa (1/9).

Dengan mekanisme tersebut, deadman device dirancang untuk memberikan respons ketika terdapat kondisi yang membuat masinis tidak dapat memberikan respons sesuai prosedur.

Namun, perangkat ini bukan satu-satunya pengaman dalam perjalanan kereta api. Keselamatan tetap bergantung pada kombinasi teknologi, prosedur operasional, sistem persinyalan dan pengereman, serta kesiapan petugas yang menjalankan seluruh proses operasional.

16 lokomotif Daop 9 Jember dilengkapi perangkat keselamatan

KAI Daop 9 Jember saat ini mengoperasikan 16 unit lokomotif. Armada tersebut terdiri dari 10 lokomotif seri CC 201, empat lokomotif seri CC 206, dan dua lokomotif seri CC 203.

Seluruh lokomotif tersebut telah dilengkapi dengan perangkat keselamatan sesuai standar operasional. Kondisi armada juga dijaga melalui pemeriksaan dan perawatan secara rutin.

Bagi perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember, termasuk layanan yang menghubungkan Banyuwangi dengan sejumlah daerah lain, keandalan lokomotif menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung operasional.

Karena itu, perawatan tidak hanya dilakukan ketika ditemukan gangguan. KAI menerapkan perawatan secara berjenjang sesuai interval yang telah ditentukan.

Lokomotif diperiksa secara berkala hingga overhaul

Perawatan lokomotif dimulai dari pemeriksaan harian. Selanjutnya, terdapat perawatan berkala di Depo Lokomotif yang meliputi P1 setiap satu bulan, P3 setiap tiga bulan, P6 setiap enam bulan, dan P12 setiap 12 bulan.

Selain perawatan berkala tersebut, lokomotif juga menjalani perawatan besar atau overhaul di Balai Yasa. Tahapannya meliputi P24 atau sekitar dua tahunan, P48 sekitar empat tahunan, dan P72 sekitar enam tahunan.

Pada setiap tahapan, berbagai komponen lokomotif diperiksa untuk memastikan sarana tetap dalam kondisi laik operasi.

"Pada setiap tahapan perawatan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengereman, mesin, kelistrikan, bogie, motor traksi, serta berbagai perangkat keselamatan lainnya. Seluruh proses dilakukan oleh tenaga teknis yang kompeten untuk memastikan setiap lokomotif selalu dalam kondisi laik operasi," jelas Cahyo.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting karena perangkat keselamatan hanya dapat berfungsi optimal apabila sarana yang membawanya juga berada dalam kondisi yang memenuhi standar operasi.

Teknologi tetap membutuhkan SDM yang kompeten

Selain teknologi dan kondisi sarana, faktor manusia juga menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan kereta api.

KAI tidak hanya memastikan masinis memenuhi persyaratan kompetensi. Petugas yang menangani perawatan lokomotif juga diwajibkan memiliki sertifikasi kompetensi dan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian setiap empat tahun.

Menurut Cahyo, kemampuan SDM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan sistem keselamatan.

"Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kompetensi SDM yang menjalankannya. Mulai dari masinis hingga petugas perawatan sarana, seluruhnya memiliki peran penting dan harus memenuhi standar kompetensi untuk memastikan setiap lokomotif aman dioperasikan," tambah Cahyo.

Dengan demikian, keselamatan perjalanan kereta api tidak bergantung pada satu perangkat saja. Deadman device menjadi salah satu lapisan pengamanan, sementara pemeriksaan sarana, sistem pengereman dan persinyalan, prosedur operasional, serta kompetensi petugas saling melengkapi.

KAI Daop 9 Jember juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan perkeretaapian.

"KAI akan terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan andal melalui penerapan teknologi, perawatan sarana yang berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama," pungkas Cahyo.

Editor : Lugas Rumpakaadi
deadman device kereta api lokomotif KAI Banyuwangi kereta api Keselamatan Kereta Api KAI Daop 9 Jember