Tarif Ekonomis Dorong Minat KA PSO, KAI Sumut Catat 1,13 Juta Pelanggan hingga Juli 2026

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:01 WIB
KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai menjadi layanan KA bersubsidi dengan jumlah pelanggan terbanyak di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara pada Januari–Juli 2026. (Wikimedia Commons/Fadhil Dimas Nabillah)
KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai menjadi layanan KA bersubsidi dengan jumlah pelanggan terbanyak di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara pada Januari–Juli 2026. (Wikimedia Commons/Fadhil Dimas Nabillah)

RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara mencatat 1.130.771 pelanggan menggunakan layanan kereta api bersubsidi dengan skema Public Service Obligation (PSO) selama Januari hingga Juli 2026.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa kereta api dengan tarif terjangkau masih memiliki peran penting sebagai moda transportasi publik bagi masyarakat.

Layanan PSO ditujukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap transportasi yang ekonomis, sekaligus mendukung mobilitas harian di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Manajer Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa keberadaan layanan bersubsidi memberikan pilihan perjalanan yang dapat dijangkau oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Layanan KA PSO memberikan pilihan perjalanan dengan tarif yang terjangkau sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang dapat mengakses transportasi kereta api,” ujar Anwar.

Dari tiga layanan kereta api bersubsidi yang dioperasikan KAI Divre I Sumatera Utara, KA Putri Deli relasi Medan-Tanjungbalai pulang-pergi menjadi penyumbang pelanggan terbesar.

Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, layanan tersebut mengangkut 758.531 pelanggan.

Angka itu setara dengan sekitar 67 persen dari total pelanggan KA PSO yang tercatat di wilayah Divre I Sumatera Utara.

Tingginya jumlah pengguna menunjukkan bahwa KA Putri Deli menjadi salah satu pilihan penting masyarakat untuk perjalanan antardaerah dengan biaya yang relatif terjangkau.

Selain Putri Deli, KA Siantar Ekspres relasi Medan-Pematangsiantar pulang-pergi juga menunjukkan perkembangan positif.

Pada periode Januari hingga Juli 2026, jumlah pelanggan layanan tersebut mencapai 317.326 orang.

Capaian KA Siantar Ekspres meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika jumlah pelanggannya tercatat sebanyak 299.412 orang.

Pertumbuhan ini memperlihatkan adanya peningkatan minat terhadap layanan kereta api dengan tarif ekonomi.

Menurut KAI, manfaat tarif PSO tidak hanya terlihat dari jumlah penumpang, tetapi juga dari dampaknya terhadap pengeluaran masyarakat.

Biaya perjalanan yang lebih rendah dapat membantu masyarakat mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lainnya.

“Keberadaan tiket KA PSO dengan tarif yang ekonomis memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat, terutama dalam menekan biaya perjalanan sehari-hari,” kata Anwar.

KAI Divre I Sumatera Utara menyatakan akan mempertahankan keandalan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan aspek keselamatan.

Langkah tersebut penting untuk memastikan pertumbuhan pengguna diikuti oleh pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.

Konektivitas transportasi juga memiliki dampak yang lebih luas.

Kemudahan berpindah antardaerah dapat membuka akses masyarakat terhadap kegiatan ekonomi, pendidikan, pekerjaan, serta aktivitas sosial.

“Semakin mudah masyarakat bergerak, semakin terbuka pula akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan sosial,” pungkas Anwar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KAI Sumatera Utara KA Putri Deli KA PSO Kereta Api Bersubsidi KA Siantar Ekspres