Whoosh Jadi Ruang Perayaan Budaya Jabar, dari Tari Merak hingga Tari Topeng

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:45 WIB
Pertunjukan Tari Merak memeriahkan perayaan HUT ke-81 Provinsi Jawa Barat di Stasiun Whoosh Padalarang, Rabu (19/8). (KCIC)
Pertunjukan Tari Merak memeriahkan perayaan HUT ke-81 Provinsi Jawa Barat di Stasiun Whoosh Padalarang, Rabu (19/8). (KCIC)

RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan suasana berbeda dalam perjalanan Whoosh bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Provinsi Jawa Barat.

Mengusung tema “Jabar Istimewa”, rangkaian kegiatan digelar pada Rabu (19/8), di Stasiun Whoosh Padalarang serta di dalam perjalanan kereta.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya mengutamakan mobilitas, tetapi juga memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Jawa Barat kepada masyarakat.

Kehadiran pertunjukan budaya di ruang publik membuat perjalanan Whoosh terasa lebih dekat dengan karakter daerah yang dilalui.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, perayaan HUT Jawa Barat menjadi momentum bagi KCIC untuk memberikan apresiasi kepada penumpang sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang berbeda.

“Momentum HUT ke-81 Jawa Barat menjadi kesempatan bagi kami untuk turut menghadirkan semangat perayaan kepada masyarakat. Melalui pertunjukan seni dan budaya, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih berkesan kepada penumpang sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Barat,” ujar Eva.

Di Stasiun Whoosh Padalarang, nuansa perayaan ditampilkan melalui pertunjukan kecapi suling dan Tari Merak yang berlangsung di area waiting hall.

Penumpang juga disambut oleh Mojang Jajaka yang hadir untuk berinteraksi sekaligus membagikan suvenir sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Tidak hanya di stasiun, atmosfer budaya Jawa Barat juga dibawa ke dalam perjalanan Whoosh.

Pertunjukan Tari Topeng digelar dalam perjalanan dari Stasiun Halim menuju Padalarang.

Penampilan tersebut menjadi cara KCIC menyambut masyarakat yang akan memasuki wilayah Jawa Barat dengan menghadirkan sentuhan budaya sejak perjalanan dimulai.

Kehadiran Whoosh memiliki keterkaitan yang kuat dengan mobilitas di Jawa Barat.

Dari empat stasiun Whoosh yang beroperasi, tiga di antaranya berada di wilayah Jawa Barat, yakni Padalarang, Tegalluar Summarecon, dan Karawang.

Ketiga stasiun tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang pergerakan masyarakat dari dan menuju berbagai wilayah di Jawa Barat.

Data Agustus 2026 menunjukkan aktivitas penumpang di tiga stasiun tersebut rata-rata telah melampaui 18 ribu keberangkatan dan kedatangan setiap hari.

Stasiun Padalarang mencatat sekitar 13 ribu penumpang naik dan turun per hari.

Sementara itu, Tegalluar Summarecon melayani sekitar 5 ribu penumpang per hari, sedangkan Stasiun Karawang sekitar 1.000 penumpang per hari.

Angka tersebut menunjukkan besarnya peran Whoosh dalam mendukung konektivitas masyarakat.

Waktu perjalanan yang lebih cepat turut membuka peluang bagi mobilitas pekerja, pelaku usaha, wisatawan, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan bisnis antara Jakarta dan berbagai kawasan di Jawa Barat.

Dampaknya juga dirasakan pada sektor pariwisata.

KCIC telah menjalin kerja sama dengan puluhan destinasi wisata dan mitra pariwisata di Jawa Barat.

Kolaborasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari destinasi wisata, kuliner, hotel, pusat perbelanjaan, hingga atraksi wisata.

Kerja sama dengan sektor pariwisata tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat keberadaan Whoosh.

Kemudahan akses transportasi diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menjangkau lebih banyak destinasi di Jawa Barat, sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Di sisi lain, Whoosh sebagai transportasi massal berbasis listrik turut mendukung pola mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan transportasi publik dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, menekan kepadatan lalu lintas, serta membantu mengurangi emisi dari sektor transportasi pada koridor Jakarta-Jawa Barat.

KCIC menilai penguatan konektivitas perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pengalaman penumpang.

Karena itu, unsur budaya daerah menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperkaya perjalanan sekaligus memperkenalkan identitas Jawa Barat kepada masyarakat yang datang maupun bepergian melalui layanan Whoosh.

“KCIC akan terus memperkuat peran Whoosh dalam mendukung konektivitas, perekonomian, dan pariwisata Jawa Barat. Kami juga akan terus menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan nyaman, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang semakin dekat dengan masyarakat serta budaya daerah,” pungkas Eva.

Bagi masyarakat Jawa Barat maupun penumpang dari luar daerah, kehadiran kegiatan budaya di layanan Whoosh menunjukkan bahwa transportasi publik dapat menjadi bagian dari ruang interaksi dan pengenalan budaya.

Di tengah tingginya mobilitas Jakarta-Jawa Barat, perpaduan antara konektivitas, pariwisata, ekonomi, dan budaya menjadi salah satu nilai tambah perjalanan kereta cepat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : KCIC
HUT ke-81 Jawa Barat budaya Jawa Barat KCIC WHOOSH stasiun padalarang