RADAR BANYUWANGI - LRT Jabodebek mencatat peningkatan jumlah pengguna pada perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8).
Layanan yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi LRT Jabodebek tersebut digunakan oleh 83.572 penumpang, atau bertambah 5.285 pengguna dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kenaikan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik ketika aktivitas dan mobilitas meningkat selama momentum perayaan nasional.
LRT Jabodebek menjadi salah satu pilihan perjalanan karena menawarkan layanan yang terintegrasi serta didukung penyesuaian operasional untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang memilih LRT Jabodebek sebagai moda transportasi selama kegiatan peringatan Kemerdekaan.
“LRT Jabodebek mengucapkan terima kasih karena bisa menjadi bagian disaat masyarakat mengikuti momen perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui layanan transportasi perkotaan yang aman, nyaman, dan terintegrasi," ungkapnya.
Untuk mendukung aktivitas masyarakat, LRT Jabodebek memberlakukan tarif khusus sebesar Rp8.
Selain itu, waktu operasional diperpanjang hingga tengah malam dengan pola operasi sebanyak 430 perjalanan.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengakomodasi masyarakat yang masih melakukan perjalanan setelah mengikuti rangkaian kegiatan perayaan Kemerdekaan.
Dengan tambahan jam layanan, pengguna memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk kembali ke lokasi tujuan.
Pada periode pagi hingga siang, volume tap in tertinggi tercatat pada pukul 07.00–14.00 WIB.
Stasiun Harjamukti menjadi titik dengan jumlah pengguna masuk terbesar, yakni 6.945 orang.
Berikutnya terdapat Stasiun Cikoko dengan 4.642 pengguna dan Stasiun Jatimulya sebanyak 3.570 pengguna.
Dari sisi perjalanan keluar, Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menjadi lokasi dengan jumlah tap out tertinggi, mencapai 10.147 pengguna.
Aktivitas penumpang juga tercatat di Stasiun Cikoko, Stasiun Pancoran, dan sejumlah stasiun lainnya.
Memasuki sore hingga keberangkatan terakhir, kepadatan perjalanan kembali meningkat.
Volume pengguna tertinggi terjadi mulai pukul 16.00 WIB hingga layanan terakhir, termasuk perjalanan dari Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menuju Jatimulya pada pukul 00.30 WIB dan menuju Harjamukti pada pukul 00.34 WIB.
Pada periode tersebut, Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia kembali menjadi stasiun dengan jumlah tap in tertinggi, yakni 8.923 pengguna.
Setelah itu, aktivitas masuk yang cukup tinggi tercatat di Stasiun Cikoko dan Bekasi Barat.
Sementara itu, jumlah tap out terbesar tercatat di Stasiun Harjamukti dengan 5.717 pengguna.
Stasiun Jatimulya dan Jatibeningbaru juga menjadi lokasi dengan aktivitas penumpang yang relatif tinggi.
Radhitya menilai peningkatan penggunaan LRT Jabodebek pada momentum dengan mobilitas tinggi tersebut memperlihatkan pentingnya kehadiran transportasi publik yang mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
“Melalui layanan yang aman, nyaman, dan terintegrasi, LRT Jabodebek terus mendorong masyarakat untuk menjadikan transportasi publik sebagai pilihan mobilitas dalam berbagai aktivitas sehari-hari maupun pada momentum dengan mobilitas tinggi," pungkasnya.
Dengan peningkatan jumlah pengguna, penyesuaian tarif, serta perpanjangan waktu operasi, LRT Jabodebek menunjukkan perannya dalam mendukung mobilitas masyarakat pada periode dengan aktivitas perjalanan yang lebih padat.
Penguatan layanan pada momentum seperti perayaan nasional juga menjadi bagian penting dalam mendorong penggunaan transportasi publik di kawasan Jabodebek.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara