RADAR BANYUWANGI - Minat masyarakat menggunakan kereta api terus menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pertumbuhan pelanggan tidak hanya terlihat secara nasional, tetapi juga merata di sejumlah wilayah operasi PT Kereta Api Indonesia (KAI), termasuk kawasan Sumatra.
Secara nasional, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI melayani 35.257.646 pelanggan selama Januari–Juli 2026. Angka tersebut meningkat 7,63 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Di Sumatra, kenaikan jumlah pelanggan tercatat cukup signifikan. Divisi Regional (Divre) II Sumatra Barat melayani 1.359.748 pelanggan. Jumlah itu bertambah 19,2 persen dibandingkan Januari–Juli 2025 yang berada di angka 1.140.348 pelanggan.
Pertumbuhan serupa juga terjadi di Divre IV Tanjungkarang. Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, wilayah tersebut mencatat 782.548 pelanggan atau naik 14,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 681.150 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menilai peningkatan tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan terhadap transportasi berbasis rel di Sumatra masih terbuka lebar.
Menurut dia, kereta api tidak semata digunakan untuk perjalanan antarkota. Moda transportasi tersebut juga menjadi bagian dari mobilitas masyarakat untuk kebutuhan pendidikan, pekerjaan, aktivitas perdagangan, hingga perjalanan wisata.
Karena itu, peningkatan jumlah penumpang perlu diikuti dengan penguatan kapasitas dan mutu pelayanan. KAI dituntut mampu menyesuaikan pengoperasian kereta dengan perubahan pola perjalanan masyarakat di masing-masing daerah.
Gambaran tersebut terlihat pada layanan KA Rajabasa yang melayani rute Sumatra Selatan–Lampung. Pada Semester I 2026, kereta tersebut mengangkut 439.984 pelanggan. Jumlah itu melonjak 36,44 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat 322.485 pelanggan.
Lonjakan permintaan itu kemudian direspons KAI dengan menambah kapasitas layanan. Mulai Juli 2026, KA Rajabasa menggunakan rangkaian kereta ekonomi premium hasil modifikasi.
Langkah tersebut menjadi salah satu contoh bahwa pertumbuhan penumpang di tiap lintas membutuhkan respons yang berbeda. Karakter pengguna, pola mobilitas, serta aktivitas ekonomi di setiap wilayah tidak selalu sama.
Di Divre I Sumatra Utara, volume pelanggan pada Januari–Juli 2026 mencapai 1.630.266 orang. Sementara Divre III Palembang mencatat 704.091 pelanggan pada periode yang sama.
Anne menegaskan, pertumbuhan pelanggan di Sumatra menunjukkan pentingnya membaca kebutuhan lokal secara lebih spesifik. Setiap lintasan memiliki karakter penumpang dan aktivitas ekonomi yang berbeda sehingga kebijakan pelayanan pun perlu disesuaikan.
Bagi industri perkeretaapian, kenaikan angka pelanggan bukan sekadar indikator tingginya permintaan. Tren tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa kereta api semakin menempati posisi penting dalam sistem mobilitas masyarakat.
Ke depan, tantangannya bukan hanya menjaga pertumbuhan pelanggan, tetapi memastikan peningkatan tersebut berjalan seiring dengan kapasitas, kenyamanan, keandalan, dan kualitas layanan. Dengan demikian, kereta api dapat terus menjadi pilihan transportasi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara