RADAR BANYUWANGI - Laut tidak selalu harus ditaklukkan dengan kemampuan menyelam tingkat lanjut. Bagi wisatawan yang ingin menikmati pesona bawah air dengan cara lebih ringan, snorkeling menjadi pilihan yang kian menarik.
Aktivitas wisata bahari tersebut menawarkan pengalaman sederhana. Wisatawan cukup mengapung di permukaan laut menggunakan pelampung, kacamata selam, dan snorkel. Dari sana, panorama terumbu karang dan ikan-ikan kecil bisa dinikmati dari jarak relatif dekat.
Sensasi inilah yang membuat snorkeling semakin digemari, terutama saat akhir pekan. Kalangan generasi muda hingga pelajar menjadikan aktivitas tersebut sebagai pilihan untuk melepas kepenatan setelah menjalani rutinitas.
Bukan sekadar melihat pemandangan bawah laut, pengalaman mengapung di perairan terbuka juga menghadirkan suasana yang menenangkan. Rasa takut terhadap laut dalam perlahan dapat berkurang ketika wisatawan mendapat pendampingan dan menggunakan perlengkapan keselamatan dengan benar.
Seorang wisatawan bernama Maya mengaku sempat ragu mencoba snorkeling karena khawatir dengan kedalaman air. Namun, setelah menggunakan pelampung dan melihat ikan di bawah permukaan, kekhawatiran itu berubah menjadi rasa tenang.
“Awalnya sempat ragu karena takut air dalam. Begitu sudah mengapung dan melihat ikan, rasanya lebih tenang,” ujarnya.
Daya tarik snorkeling tidak hanya berada di bawah permukaan. Gradasi biru air laut yang jernih, pantulan cahaya matahari, serta bentang laut terbuka menjadi bagian dari pengalaman wisata yang kian lengkap.
Sejumlah area di sekitar lokasi snorkeling bahkan dimanfaatkan sebagai tempat berfoto. Dek kayu maupun dermaga apung menjadi latar yang banyak diburu wisatawan sebelum maupun sesudah turun ke air. Lanskap pesisir yang tenang berpadu dengan hamparan laut membuat momen liburan terasa semakin fotogenik.
Dokumentasi bawah laut turut memperkuat popularitas snorkeling. Kamera tahan air dan jasa foto underwater memberi kesempatan wisatawan mengabadikan aktivitas saat mengapung, berpose di sekitar terumbu karang, maupun berada di tengah gerombolan ikan.
Foto dan video tersebut kemudian tidak berhenti sebagai arsip pribadi. Konten bawah laut yang menarik mudah menjadi bahan unggahan di media sosial, sekaligus ikut memperkenalkan potensi wisata bahari kepada calon pengunjung lain.
Di Banyuwangi, pesona tersebut salah satunya dapat ditemukan di kawasan ekowisata Bangsring Underwater. Lokasi ini menjadi salah satu titik yang memungkinkan wisatawan melihat keanekaragaman hayati Selat Bali tanpa harus menyelam hingga kedalaman ekstrem.
Keberadaan spot konservasi maritim juga memberi nilai lebih. Wisata bahari tidak semata menawarkan rekreasi, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan pentingnya menjaga terumbu karang, biota laut, dan kebersihan kawasan pesisir.
Meski terlihat mudah, aspek keselamatan tetap tidak boleh dikesampingkan. Pemakaian jaket pelampung yang sesuai serta pendampingan pemandu lokal menjadi bagian penting agar aktivitas berjalan nyaman dan aman.
Editor : Lugas Rumpakaadi