RADAR BANYUWANGI - Pilihan transportasi publik dengan ongkos yang dapat diprediksi menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Bagi warga yang bepergian untuk bekerja, sekolah, berdagang, mengunjungi keluarga hingga berwisata, besaran biaya perjalanan ikut menentukan pengeluaran harian maupun rencana perjalanan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperluas pilihan tersebut melalui struktur tarif yang berbeda sesuai karakter layanan. Mulai kereta perkotaan, lokal, hingga kereta api jarak jauh, masyarakat dapat memilih moda perjalanan berdasarkan jarak, kebutuhan, maupun kemampuan pengeluaran.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut keterjangkauan tarif transportasi publik memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Menurut dia, transportasi massal dengan tarif yang terukur membantu masyarakat mengendalikan biaya mobilitas sekaligus menjaga akses menuju pusat pekerjaan, pendidikan, perdagangan dan berbagai kebutuhan lainnya.
KAI, lanjut Anne, menyediakan sejumlah skema tarif untuk menjawab karakter perjalanan yang berbeda. Pada layanan perkotaan, misalnya, Commuter Line Jabodetabek menggunakan tarif berbasis jarak. Tarif ditetapkan Rp3.000 untuk 25 kilometer pertama, kemudian bertambah Rp1.000 setiap 10 kilometer berikutnya.
Skema serupa dengan karakter berbeda juga diterapkan pada LRT Jabodebek. Tarif perjalanan dimulai dari Rp5.000 berdasarkan jarak. Pada hari kerja saat jam sibuk, tarif maksimal mencapai Rp20.000. Sementara pada jam di luar sibuk, Sabtu, Minggu dan hari libur nasional, tarif maksimal Rp10.000.
Untuk layanan kereta api ekonomi, keterjangkauan juga didukung pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO). Kebijakan tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh layanan dengan tarif yang ditetapkan pemerintah. Tarif KA ekonomi PSO saat ini mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 165 Tahun 2024.
Selain tarif reguler dan PSO, KAI menyediakan tarif reduksi untuk kelompok pelanggan yang memenuhi ketentuan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat 1.267.255 pelanggan menggunakan tarif reduksi.
Pada periode yang sama, sebanyak 3.080.830 pelanggan memanfaatkan tarif khusus. Sementara itu, 138.897 pelanggan menggunakan tarif diskon dan promo lainnya.
Besarnya penggunaan berbagai skema tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pilihan harga perjalanan cukup tinggi. Tarif khusus sendiri diberikan dengan memanfaatkan ketersediaan tempat duduk pada relasi tertentu, sehingga pelanggan mendapatkan alternatif harga sekaligus membantu meningkatkan keterisian kursi.
Dari sisi volume perjalanan, sepanjang Januari-Juli 2026 KA Jarak Jauh dan Lokal KAI melayani 35.257.646 pelanggan. Angka tersebut meningkat 7,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 32.758.315 pelanggan.
Pada tingkat KAI Group, jumlah pelanggan selama periode tersebut mencapai 307.860.743 orang atau naik 8,32 persen dibandingkan Januari-Juli 2025.
Momentum penghematan perjalanan juga hadir menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. KAI menghadirkan Promo Spesial 17-8-2026 berupa potongan harga tiket 17 persen untuk perjalanan menggunakan kereta api ekonomi komersial pada 17 Agustus 2026.
Di wilayah Daop 9 Jember, termasuk konektivitas dari Banyuwangi, tersedia 3.824 tempat duduk dengan tarif promo tersebut. Promo berlaku untuk tujuh perjalanan kereta api ekonomi komersial, yakni KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang-Pasarsenen pulang pergi, KA Ranggajati relasi Jember-Cirebon pulang pergi, dan KA Wijayakusuma relasi Ketapang-Cilacap pulang pergi.
Berikutnya, promo juga berlaku pada KA Mutiara Timur relasi Ketapang-Surabaya pulang pergi, KA Ijen Ekspres relasi Ketapang-Malang pulang pergi, KA Logawa relasi Ketapang-Purwokerto pulang pergi, serta KA Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung pulang pergi.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk layanan tambahan KAI dalam menyambut peringatan kemerdekaan.
Menurut Cahyo, momentum HUT RI dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan, mulai mengunjungi keluarga, bepergian ke daerah lain, hingga menikmati destinasi wisata.
Potongan harga 17 persen diberikan dari tarif normal dan khusus berlaku untuk keberangkatan pada 17 Agustus 2026. Pemesanan tiket promo dibuka mulai 14 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB hingga 17 Agustus 2026 pukul 24.00 WIB, selama kuota promo masih tersedia dan seluruh persyaratan terpenuhi.
Pembelian dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun situs resmi kai.id. Calon penumpang tetap perlu memperhatikan jadwal perjalanan, ketersediaan tempat duduk serta syarat dan ketentuan sebelum melakukan transaksi.
Bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya, keberadaan sejumlah relasi dari Stasiun Ketapang membuat promo tersebut menjadi salah satu pilihan perjalanan yang bisa dipertimbangkan, terutama bagi mereka yang memang memiliki agenda bepergian pada 17 Agustus.
Di sisi lain, kebijakan tarif KAI menunjukkan bahwa keterjangkauan transportasi tidak hanya berkaitan dengan harga tiket. Variasi tarif, potongan harga, reduksi dan pemanfaatan kapasitas kursi menjadi bagian dari strategi untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan.
Anne menegaskan, kebutuhan perjalanan setiap orang berbeda. Ada penumpang yang menggunakan kereta secara rutin untuk bekerja, ada yang bepergian antarkota, dan ada pula yang membutuhkan tarif khusus sesuai ketentuan.
Dengan semakin banyak pilihan tersebut, masyarakat memiliki ruang lebih luas untuk menyesuaikan perjalanan dengan anggaran. Bagi KAI, transportasi publik bukan semata soal perpindahan dari satu kota ke kota lain, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat terhadap kegiatan ekonomi dan sosial.
Konektivitas menuju tempat kerja, pusat pendidikan, perdagangan, layanan publik maupun keluarga pada akhirnya turut menentukan seberapa mudah masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara