Dari Commuter hingga Whoosh, Pelanggan KAI Tembus 307 Juta, di Jalur Daop 9 Jember, Pemeriksaan Rel Terus Diperkuat untuk Cegah Gangguan

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:18 WIB
Kepadatan penumpang kereta api di stasiun. (Antara)
Kepadatan penumpang kereta api di stasiun. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Penguatan layanan kereta api tak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah penumpang, tetapi juga dari keseriusan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjaga keandalan prasarana. Di wilayah kerja Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, pemeriksaan kondisi jalur rel menjadi agenda rutin untuk memastikan perjalanan kereta tetap aman dan nyaman hingga Ketapang, Banyuwangi.

Pemeriksaan geometri jalan rel dilakukan oleh KAI Daop 9 Jember pada Rabu (12/8) dan Kamis (13/8). Kegiatan tersebut mencakup lintas Bangil-Ketapang sepanjang 261,103 kilometer spoor (Kmsp).

Pengukuran dilakukan menggunakan Kereta Ukur Jalan Rel (KUJR) EM-120 Nomor 7190 “Arjuna”. Armada produksi 2022 tersebut dibekali teknologi laser optical contact yang mampu membaca sejumlah parameter prasarana secara presisi, mulai dari geometri jalan rel, tingkat keausan rel, hingga kondisi listrik aliran atas.

Pemeriksaan berkala itu menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lintasan. Dari hasil pengukuran, KAI dapat mengevaluasi kondisi jalur, menentukan batas aman kecepatan kereta api, sekaligus menyusun kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan.

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi lintasan tetap berada dalam kondisi aman. Hasil pemeriksaan menjadi salah satu dasar bagi KAI dalam menentukan batas kecepatan aman serta menyusun program pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur,” ujar Manager Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.

Parameter geometri yang diperiksa meliputi, antara lain, peninggian rel pada tikungan dan skilu atau perbedaan ketinggian rel dalam jarak tertentu. Pengukuran dilakukan untuk memastikan setiap parameter tetap berada dalam ambang toleransi keselamatan.

Tak berhenti pada rel, KAI juga memantau badan jalan serta lingkungan di sekitar lintasan. Langkah tersebut menjadi penting, terutama pada titik yang memiliki karakteristik tanah labil dan masuk dalam Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) Daop 9 Jember 2026.

Saat ini terdapat satu lokasi tanah labil yang menjadi perhatian, yakni Km 76+0/8 petak jalan antara Stasiun Ranuyoso-Grati, wilayah SK 9.1 Pasuruan. Sebagai bentuk mitigasi, KAI Daop 9 Jember telah melakukan penguatan badan jalan melalui pembangunan pasangan batu kali di lokasi tersebut.

Penanganan itu diarahkan untuk memperkuat badan jalan sekaligus menjaga kestabilan jalur rel. Dengan begitu, potensi gangguan terhadap perjalanan kereta dapat ditekan sejak dini.

Upaya menjaga keandalan prasarana tersebut sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan moda kereta api secara nasional. Sepanjang Januari-Juli 2026, seluruh ekosistem KAI Group melayani 307.860.743 pelanggan. Jumlah tersebut tumbuh 8,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 284.202.884 pelanggan.

Pertumbuhan terjadi di sejumlah layanan, mulai dari KA Jarak Jauh dan Lokal KAI, KAI Commuter, LRT Jabodebek, KAI Wisata, KA Makassar-Parepare, KAI Bandara hingga Whoosh yang dikelola KCIC.

Untuk KA Jarak Jauh dan Lokal KAI, jumlah pelanggan selama Januari–Juli 2026 mencapai 35.257.646 orang, naik 7,63 persen dibandingkan 32.758.315 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan terbesar secara volume berasal dari KAI Commuter. Layanan ini melayani 242.932.764 pelanggan, tumbuh 6,65 persen dari 227.781.787 pelanggan pada Januari-Juli 2025. Angka tersebut menunjukkan kuatnya peran kereta api dalam menopang mobilitas masyarakat sehari-hari.

Sementara itu, LRT Jabodebek tumbuh 20,96 persen menjadi 19.079.347 pelanggan. KAI Wisata juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 49,95 persen menjadi 188.860 pelanggan.

Di Sulawesi, KA Makassar-Parepare melayani 206.651 pelanggan atau tumbuh 13,62 persen. Sedangkan KAI Bandara mencatat 4.073.492 pelanggan, naik 0,20 persen.

Konektivitas rel juga diperkuat melalui LRT Sumsel yang melayani 2.604.587 pelanggan. Layanan tersebut menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga DJKA melalui 13 stasiun, melewati pusat Kota Palembang dan kawasan Jakabaring.

Pada layanan kereta cepat, Whoosh mencatat 3.517.396 pelanggan sepanjang Januari–Juli 2026, naik tipis 0,01 persen dibandingkan 3.516.906 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penguatan prasarana di lintas Daop 9 Jember memiliki arti strategis. Jalur Bangil-Ketapang merupakan bagian dari jaringan yang menghubungkan perjalanan antarkota, pusat aktivitas ekonomi, kawasan permukiman hingga wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan menunjukkan semakin luasnya peran transportasi berbasis rel dalam memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat.

“Setiap layanan memiliki fungsi yang saling melengkapi. Ketika perjalanan antarkota terhubung dengan transportasi perkotaan, bandara, layanan regional, perjalanan premium dan kereta cepat, masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk menyusun perjalanan sesuai kebutuhannya,” ujar Anne, dikutip Antara.

Di wilayah KAI Daop 9 Jember, pertumbuhan permintaan tersebut berjalan beriringan dengan kebutuhan menjaga kualitas infrastruktur. Pemeriksaan berbasis teknologi dan tindak lanjut hasil pengukuran menjadi fondasi agar perjalanan kereta api tetap selamat, nyaman dan tepat waktu.

Konektivitas yang semakin luas harus ditopang jalur yang semakin andal. Dan bagi perjalanan kereta menuju Banyuwangi hingga Ketapang, setiap milimeter kondisi rel tetap menjadi bagian penting dari keselamatan penumpang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KAI Group 2026 pemeriksaan geometri rel jalur Bangil Ketapang Keselamatan Kereta Api KAI Daop 9 Jember