RADAR BANYUWANGI - Destinasi wisata alam di Banyuwangi kembali bertambah. Kali ini, perhatian publik tertuju pada Savana Beach Pakem, kawasan pantai dengan hamparan savana yang menghadirkan lanskap berbeda dari destinasi pesisir pada umumnya.
Tempat yang sebelumnya belum banyak dikenal wisatawan itu belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Foto dan video yang menampilkan pohon-pohon meranggas di tengah padang rumput cokelat keemasan menjadi salah satu daya tarik yang membuat wisatawan penasaran untuk datang langsung.
Savana Beach Pakem menawarkan perpaduan panorama pesisir dan bentang alam terbuka. Deretan pohon tanpa daun yang berdiri di atas hamparan rumput memberikan kesan dramatis. Dari kawasan tersebut, pengunjung juga dapat menikmati hembusan angin laut serta panorama dataran tinggi di seberangnya.
Keunikan visual tersebut membuat lokasi ini menjadi salah satu pilihan bagi pemburu hidden gem dan penikmat fotografi. Waktu menjelang sore dinilai menjadi salah satu momen menarik untuk menikmati suasana sekaligus mengabadikan lanskap kawasan.
Selain panorama alam, biaya berkunjung yang relatif terjangkau turut menjadi daya tarik. Pengunjung cukup membayar parkir kendaraan sebesar Rp2.000. Sementara itu, untuk masuk ke kawasan, pengunjung dapat memberikan sumbangan secara sukarela sesuai kemampuan.
Kamila, salah seorang pengunjung, mengaku mengetahui Savana Beach Pakem dari unggahan di media sosial. Rasa penasaran membuatnya kemudian mendatangi lokasi tersebut.
“Awalnya tahu dari postingan yang lewat di beranda, ternyata tempatnya memang sebagus itu dan masih sangat alami. Bayarnya juga seikhlasnya plus parkir dua ribu aja, jadi pas banget buat tempat santai sore tanpa perlu menguras kantong,” ungkapnya.
Popularitas yang tumbuh melalui media sosial membuat kawasan tersebut mulai ramai didatangi, khususnya kalangan anak muda lokal. Meski demikian, pengelolaan destinasi ini masih dilakukan secara bertahap oleh masyarakat sekitar secara swadaya.
Penataan kawasan mengusung semangat menjaga kelestarian lingkungan. Sejumlah fasilitas sederhana mulai tersedia, antara lain tempat duduk berbahan kayu, gazebo beratap jerami, serta papan penanda yang memanfaatkan kayu bekas.
Konsep tersebut membuat Savana Beach Pakem masih terasa alami dan belum banyak tersentuh pembangunan komersial. Kondisi itu sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari tempat untuk bersantai dengan suasana lebih tenang.
Di tengah meningkatnya kunjungan, wisatawan diimbau ikut menjaga keberlangsungan kawasan. Kebersihan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dengan tidak meninggalkan sampah di area savana maupun pesisir.
Editor : Lugas Rumpakaadi