Tak Perlu Tiket Fisik, Ratusan Ribu Penumpang KAI Daop 3 Cirebon Beralih ke Face Recognition Boarding Gate

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:58 WIB
Lonjakan penumpang kereta api selama libur panjang akhir Mei hingga awal Juni 2026 memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Cirebon. (Antara)
Penumpang kereta api memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Cirebon. Sepanjang Januari-Juli 2026, pengguna layanan tersebut di wilayah KAI Daop 3 Cirebon mencapai 288.282 pelanggan. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - Layanan digital PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus mendapat respons positif dari pelanggan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, sebanyak 288.282 penumpang tercatat menggunakan fasilitas Face Recognition Boarding Gate.

Jumlah tersebut meningkat 70.788 pelanggan atau 32,5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Saat itu, pengguna fasilitas boarding berbasis pengenalan wajah tercatat sebanyak 217.494 pelanggan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, kenaikan tersebut menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan layanan digital untuk mempercepat proses boarding.

“Penggunaan Face Recognition Boarding Gate terus meningkat, menunjukkan pelanggan semakin merasakan kemudahan dan kecepatan layanan digital dalam proses boarding,” ujarnya, Rabu (12/8), dikutip Antara.

Di wilayah Daop 3 Cirebon, fasilitas tersebut tersedia di dua stasiun, yakni Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebonprujakan. Stasiun Cirebon menjadi lokasi dengan jumlah pengguna paling tinggi, mencapai 214.994 pelanggan.

Sementara itu, Stasiun Cirebonprujakan mencatat 73.288 pelanggan yang menggunakan fasilitas serupa selama periode Januari-Juli 2026.

Face Recognition Boarding Gate memungkinkan penumpang kereta api jarak jauh melakukan proses boarding melalui verifikasi wajah. Dengan sistem tersebut, pelanggan tidak perlu kembali menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas ketika memasuki area boarding.

KAI menyebut peningkatan penggunaan fasilitas ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan. Teknologi tersebut diarahkan untuk membuat proses perjalanan lebih praktis, cepat, sekaligus memberikan kenyamanan kepada pelanggan.

“Transformasi digital yang dilakukan KAI bertujuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah dan nyaman,” kata Muhibbuddin.

Tak hanya berkaitan dengan kecepatan layanan, teknologi pengenalan wajah juga diterapkan sebagai bagian dari upaya KAI memperkuat keamanan layanan serta perlindungan data pelanggan.

Dalam pengelolaan sistem digital, KAI telah menerapkan standar keamanan informasi internasional ISO 27001. Standar tersebut menjadi salah satu acuan dalam pengelolaan keamanan informasi pada sistem digital perusahaan.

Di sisi lain, digitalisasi proses boarding juga membawa dampak terhadap efisiensi penggunaan material berbasis kertas. Pelanggan yang menggunakan Face Recognition tidak lagi membutuhkan tiket fisik untuk proses pemeriksaan di boarding gate.

“Digitalisasi melalui Face Recognition menjadi salah satu langkah untuk mengurangi penggunaan kertas roll sekaligus membuat proses boarding lebih cepat dan efisien,” ujar Muhibbuddin.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
layanan digital KAI Face Recognition Boarding Gate penumpang kereta api stasiun cirebon kai daop 3 cirebon