RADAR BANYUWANGI - Gunung Rante di kawasan perbatasan Banyuwangi-Bondowoso menjadi salah satu tujuan yang menarik perhatian pencinta alam. Panorama dari ketinggian, hamparan awan, serta suasana matahari terbit menjadi daya tarik yang membuat jalur pendakian ini terus diburu.
Namun, keindahan tersebut harus ditebus dengan medan yang cukup menguras tenaga. Trek menuju kawasan puncak didominasi tanjakan panjang dan minim jalur datar. Kondisi itu membuat pendaki dituntut memiliki stamina memadai sekaligus mampu mengatur ritme perjalanan.
Tantangan semakin terasa saat musim kemarau. Permukaan tanah yang kering dan berpasir membuat pijakan lebih mudah bergeser. Pendaki perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi bagian jalur yang menanjak.
Ica, salah seorang pendaki, mengatakan bahwa kondisi trek menjadi tantangan tersendiri selama perjalanan.
“Menurutku, jalurnya cukup menantang. Tanjakannya lumayan panjang dan saat tanahnya kering juga gampang bikin terpeleset. Jadi harus benar-benar fokus sama pijakan,” ujar Ica, Selasa (12/8).
Selain menghadapi medan terjal, pendaki juga perlu mengantisipasi kelelahan akibat terbatasnya trek datar. Mengambil waktu untuk beristirahat di lokasi yang aman menjadi bagian penting agar tenaga tetap terjaga hingga mendekati puncak.
Meski demikian, rasa lelah selama perjalanan terbayar ketika pendaki tiba di kawasan puncak. Hamparan awan dan lanskap pegunungan menjadi pemandangan yang banyak diburu, terutama oleh mereka yang ingin menikmati suasana sunrise dari ketinggian.
Kesiapan perlengkapan juga menjadi faktor penting sebelum memulai pendakian. Sepatu dengan daya cengkeram kuat diperlukan untuk membantu menjaga pijakan di medan berpasir. Penerangan menjadi kebutuhan utama bagi pendaki yang memulai perjalanan sejak dini hari.
Bekal air minum, pakaian hangat, serta perlengkapan pelindung dari debu juga perlu disiapkan. Pendaki dianjurkan menyesuaikan kecepatan langkah dengan kemampuan fisik dan tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai menurun.
Istirahat sebaiknya dilakukan di titik yang aman dan tidak mengganggu jalur pendaki lain. Dengan pengaturan tenaga dan kewaspadaan yang baik, perjalanan menuju puncak dapat berlangsung lebih nyaman.
Editor : Lugas Rumpakaadi