Gunung Ranti Banyuwangi Punya Trek Berpasir yang Menguras Tenaga, Pendaki: Maju Selangkah Mundur Tiga Langkah

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:22 WIB
Trek menuju puncak Gunung Ranti, Banyuwangi. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)
Trek menuju puncak Gunung Ranti, Banyuwangi. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Mendaki Gunung Ranti, Banyuwangi, saat musim kemarau bukan perkara menempuh jalur menuju puncak dalam waktu relatif singkat.

Kondisi tanah yang kering dan didominasi pasir justru menjadi tantangan tersendiri bagi pendaki.

Permukaan trek yang mudah bergeser membuat pijakan tidak selalu stabil.

Terlebih di sejumlah bagian yang menanjak.

Pendaki harus mengatur langkah dan menjaga keseimbangan agar tidak mudah terpeleset.

Kondisi tersebut dirasakan Utami saat mendaki Gunung Ranti atau Gunung Rante.

Alih-alih berjalan mulus menuju puncak, dia harus beberapa kali kehilangan pijakan karena karakter jalur yang kering dan berpasir.

“Treknya ternyata cukup sulit, apalagi saat musim kemarau karena tanahnya kering dan berpasir. Rasanya sudah maju selangkah, tapi malah mundur tiga langkah. Beberapa kali juga sampai jatuh karena terpeleset,” ujar Utami, Senin (11/8).

Pengalaman tersebut menggambarkan karakter jalur Gunung Ranti yang perlu diperhitungkan oleh pendaki.

Trek yang tidak terlalu panjang tetap dapat terasa menguras tenaga ketika kondisi permukaannya kering.

Tanah dan pasir yang mudah bergeser membuat setiap langkah membutuhkan pijakan yang lebih hati-hati.

Pada bagian menanjak, kondisi itu semakin terasa karena pendaki harus mengeluarkan tenaga lebih untuk mempertahankan langkah.

Bagi pendaki yang belum terbiasa dengan medan seperti itu, perjalanan menuju puncak bisa terasa lebih berat dari perkiraan.

Karena itu, kondisi jalur menjadi salah satu hal yang penting untuk dipersiapkan sebelum melakukan pendakian, khususnya pada musim kemarau.

Namun, tantangan tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang didapatkan sepanjang perjalanan.

Setibanya di area puncak, pendaki dapat menikmati panorama alam pegunungan Banyuwangi.

Gunung Ijen juga dapat terlihat dari kejauhan.

Bagi pendaki yang memulai perjalanan pada malam hari, pendakian dapat sekaligus menjadi kesempatan untuk berburu panorama matahari terbit dari ketinggian.

Pemandangan tersebut menjadi salah satu daya tarik Gunung Ranti.

Perjalanan yang membutuhkan tenaga ekstra terbayar dengan lanskap pegunungan yang dapat dinikmati setelah mencapai kawasan puncak.

Bagi pendaki pemula, karakter trek Gunung Ranti sebaiknya tidak dianggap remeh hanya karena waktu tempuh menuju puncak relatif singkat.

Medan berpasir dan sejumlah tanjakan tetap membutuhkan stamina serta kemampuan menjaga keseimbangan.

Persiapan sederhana juga perlu diperhatikan.

Sepatu dengan daya cengkeram yang baik dapat membantu menjaga pijakan di atas permukaan tanah yang mudah bergeser.

Pendaki juga perlu membawa air minum dan perlengkapan pendakian sesuai kebutuhan.

Gunung Ranti menawarkan pengalaman yang cukup kontras.

Jalur menuju puncak relatif singkat, tetapi medan kering dan berpasir saat kemarau dapat membuat perjalanan jauh lebih menantang.

Bagi mereka yang ingin menguji kemampuan di medan pegunungan tanpa trek yang terlalu panjang, Gunung Ranti bisa menjadi salah satu pilihan.

Namun, kondisi jalur tetap menjadi faktor utama yang harus diperhitungkan agar pendakian berlangsung aman dan nyaman.

Editor : Lugas Rumpakaadi
wisata alam Banyuwangi Gunung Ranti Banyuwangi jalur pendakian Gunung Ranti pendakian Banyuwangi gunung rante