RADAR BANYUWANGI - Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya bergantung pada masinis maupun petugas operasional. Di balik perjalanan yang aman dan tepat waktu, terdapat sistem persinyalan dan telekomunikasi yang bekerja tanpa henti mengatur lalu lintas kereta api. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat keandalan infrastruktur melalui pemeliharaan rutin di Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon dan overhaul sistem persinyalan di Daop 9 Jember.
Di Daop 3 Cirebon, seluruh target perawatan perangkat persinyalan dan telekomunikasi hingga periode berjalan tahun 2026 telah direalisasikan. Sementara di Daop 9 Jember, KAI melanjutkan program peremajaan menyeluruh terhadap sistem persinyalan mekanik di sembilan lokasi serta penggantian saluran kawat persinyalan di 24 titik sebagai langkah preventif menjaga keselamatan operasional.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama perusahaan sehingga seluruh perangkat pendukung operasional dirawat secara berkala sesuai standar yang berlaku.
"Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama KAI sehingga seluruh peralatan pendukung operasional terus kami rawat secara berkala," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).
Hingga periode berjalan tahun 2026, Unit Sinyal Telekomunikasi dan Listrik Daop 3 Cirebon telah memenuhi target perawatan seluruh perangkat persinyalan. Pemeliharaan mencakup wesel elektrik, sinyal elektrik, sistem pendeteksi kereta api, catu daya, hingga pintu perlintasan.
Selain itu, perawatan juga dilakukan pada berbagai infrastruktur telekomunikasi yang menjadi tulang punggung komunikasi operasional, seperti radio lokomotif, telekomunikasi stasiun, telekomunikasi luar stasiun, telekomunikasi jalan perlintasan, serta jaringan fiber optik.
Menurut Muhibbuddin, keandalan sistem persinyalan dan telekomunikasi menjadi faktor penting dalam menjaga perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan tepat waktu.
"Melalui program perawatan berkesinambungan, kami menjaga keandalan sistem agar perjalanan kereta api tetap selamat, aman, tepat waktu, dan nyaman," ujarnya.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan pemeliharaan akan terus dilakukan agar seluruh target tahunan tercapai secara optimal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Sistem persinyalan berfungsi sebagai pengatur lalu lintas kereta api. Melalui sistem ini, setiap perjalanan diatur agar tidak terjadi konflik antarkereta pada jalur yang sama. Sementara jaringan telekomunikasi memastikan komunikasi antarpetugas operasional berjalan tanpa hambatan.
Karena itu, pemeliharaan berkala menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan prasarana. Dengan kondisi perangkat yang selalu prima, potensi gangguan operasional dapat ditekan sekaligus mendukung ketepatan waktu perjalanan kereta api.
Sejalan dengan upaya yang dilakukan Daop 3 Cirebon, KAI Daop 9 Jember juga meningkatkan keandalan infrastruktur melalui overhaul atau peremajaan menyeluruh terhadap peralatan persinyalan mekanik pada Semester II Tahun 2026.
Program tersebut mencakup pemeriksaan menyeluruh, perbaikan, penggantian komponen yang mengalami keausan, hingga pengujian ulang agar seluruh sistem kembali bekerja secara optimal.
Salah satu komponen utama yang menjadi perhatian adalah sistem interlocking, yaitu sistem pengaman yang memastikan sinyal, wesel, dan jalur bekerja secara saling terkunci. Dengan sistem tersebut, kereta api hanya memperoleh izin melintas ketika seluruh kondisi lintas benar-benar aman. Apabila posisi wesel belum sesuai atau jalur belum memenuhi persyaratan keselamatan, sistem secara otomatis tidak akan memberikan izin jalan.
Overhaul dilakukan di sembilan lokasi, yakni Stasiun Bayeman, Klakah, Mangli, Ledokombo, Mrawan, Glenmore, Banyuwangi Kota, Ketapang RS B (Rumah Sinyal B), dan Ketapang Pos P.
Selain itu, KAI Daop 9 Jember mengganti saluran kawat persinyalan di 24 lokasi yang membentang dari wilayah Pasuruan hingga Banyuwangi. Seluruh pekerjaan ditargetkan berlangsung bertahap mulai Juli hingga Desember 2026.
Bagi wilayah Banyuwangi, program ini memperkuat keandalan jalur menuju Pelabuhan Ketapang yang menjadi salah satu lintas strategis bagi mobilitas penumpang maupun distribusi logistik di ujung timur Pulau Jawa.
Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan investasi pada pemeliharaan infrastruktur merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen perusahaan menghadirkan transportasi kereta api yang aman dan andal.
"Persinyalan dapat diibaratkan sebagai sistem pengatur lalu lintas pada perjalanan kereta api. Di dalamnya terdapat sistem interlocking yang memastikan sinyal, wesel, dan jalur bekerja secara saling mengunci sehingga kereta hanya memperoleh izin melintas ketika seluruh kondisi telah benar-benar aman. Oleh karena itu, KAI secara konsisten melakukan overhaul dan penggantian komponen sebelum memasuki masa penurunan fungsi. Langkah preventif ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menjaga perjalanan kereta api tetap aman, andal, dan lancar," ujarnya, Jumat (7/8).
Menurut Cahyo, overhaul peralatan persinyalan dilaksanakan secara berkala setiap dua hingga tiga tahun, sedangkan penggantian saluran kawat difokuskan pada komponen yang mulai mengalami keausan maupun berpotensi mengalami korosi akibat usia pemakaian.
"Pelanggan mungkin lebih sering melihat kereta yang beroperasi tepat waktu, namun di balik itu terdapat proses pemeliharaan yang dilakukan secara berkesinambungan terhadap seluruh infrastruktur pendukung operasional. Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api didukung oleh sistem yang selalu berada dalam kondisi prima sehingga masyarakat dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan tepat waktu," tambahnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi