Bukan Hanya Kawah Ijen, Ini 4 Wisata Sejarah dan Budaya Banyuwangi yang Wajib Masuk Daftar Liburan

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:10 WIB
Tradisi Tumpeng Sewu Kemiren Banyuwangi 2026 kembali menyedot ribuan wisatawan dan memperkuat citra budaya Osing di level dunia. (banyuwangitourism.com)
Tradisi Tumpeng Sewu Kemiren Banyuwangi 2026 kembali menyedot ribuan wisatawan dan memperkuat citra budaya Osing di level dunia. (banyuwangitourism.com)

RADAR BANYUWANGI - Banyuwangi selama ini identik dengan pesona Kawah Ijen, deretan pantai eksotis, hingga hutan tropis yang memikat wisatawan. Namun, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini menyimpan sisi lain yang tak kalah menarik, yakni destinasi wisata sejarah, budaya, dan geologi yang menawarkan pengalaman liburan sekaligus sarana belajar.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati perjalanan dengan nuansa berbeda, empat destinasi ini layak menjadi pilihan. Selain menyuguhkan panorama dan keunikan masing-masing, setiap lokasi menyimpan cerita panjang tentang perjalanan Bumi Blambangan, mulai dari budaya Suku Osing, kejayaan Kerajaan Blambangan, hingga kekayaan geologi yang diakui dunia melalui UNESCO Global Geopark Ijen.

Beberapa wisata edukatif di Banyuwangi yang layak dikunjungi antara lain Desa Wisata Osing Kemiren, Museum Blambangan, Taman Gandrung Terakota, dan Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI).

Keempat destinasi tersebut menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari mengenal budaya masyarakat lokal hingga memahami sejarah dan proses terbentuknya bentang alam Banyuwangi.

Bagi pencinta wisata budaya, Desa Wisata Osing Kemiren di Kecamatan Glagah menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. Desa adat ini merupakan pusat pelestarian budaya Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi yang hingga kini masih mempertahankan bahasa, tradisi, hingga bentuk rumah adat warisan leluhur.

Deretan rumah tradisional beratap khas seperti crocogan, gajah nggelar, dan tikel balung menjadi pemandangan yang masih mudah dijumpai. Suasana pedesaan yang asri membuat wisatawan dapat merasakan kehidupan masyarakat Osing secara langsung.

Tidak hanya itu, pengunjung berkesempatan menyaksikan berbagai kesenian tradisional seperti Tari Barong Kemiren, musik patrol, hingga pertunjukan gamelan yang rutin digelar pada waktu-waktu tertentu. Tradisi minum kopi khas Osing juga menjadi pengalaman yang tidak boleh dilewatkan karena mencerminkan budaya kebersamaan masyarakat setempat.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana kampung adat secara maksimal, pagi hingga sore hari menjadi waktu yang nyaman untuk menikmati lingkungan desa sekaligus berinteraksi dengan warga.

Perjalanan dapat dilanjutkan menuju Museum Blambangan yang berada di pusat Kota Banyuwangi. Museum ini menjadi salah satu pusat edukasi sejarah yang menyimpan berbagai koleksi peninggalan dari masa praaksara, era Kerajaan Blambangan, hingga zaman kolonial.

Koleksi yang dipamerkan meliputi mata uang kuno, senjata tradisional, prasasti, keramik, hingga berbagai artefak arkeologi yang menjadi bukti perjalanan panjang Banyuwangi.

Seluruh informasi disajikan secara runtut sehingga mudah dipahami oleh pelajar maupun wisatawan umum. Karena berada di kawasan perkotaan, museum ini juga mudah dijangkau dan cocok menjadi tujuan wisata keluarga maupun rombongan pelajar.

Wisata seni dapat ditemukan di Taman Gandrung Terakota yang berada di kawasan Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Destinasi ini menampilkan ratusan patung penari Gandrung berbahan terakota yang berjajar di tengah hamparan sawah dengan latar perbukitan kaki Gunung Ijen.

Instalasi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap Tari Gandrung yang selama ini dikenal sebagai ikon kesenian Banyuwangi sekaligus tarian penyambutan tamu.

Selain menikmati karya seni, wisatawan dapat bersantai di galeri, amphiteater terbuka, hingga menikmati panorama persawahan yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Lokasi ini juga menjadi salah satu tempat favorit untuk berburu foto karena menghadirkan perpaduan seni dan alam dalam satu kawasan.

Bagi masyarakat yang tertarik dengan wisata berbasis ilmu pengetahuan, Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) menjadi destinasi yang patut dikunjungi.

Melalui berbagai media interaktif, pengunjung dapat mempelajari proses terbentuknya Gunung Ijen beserta berbagai fenomena geologi yang ada di kawasan UNESCO Global Geopark Ijen.

Informasi mengenai fenomena Blue Fire, Lava Blawan, Kali Pait, hingga koleksi batuan vulkanik, mineral, dan belerang disajikan secara menarik sehingga mudah dipahami berbagai kalangan.

Tak hanya membahas geologi, PIGGI juga mengenalkan keanekaragaman flora dan fauna yang hidup di kawasan Geopark Ijen sehingga menjadi tempat belajar yang cocok bagi keluarga, pelajar, maupun wisatawan.

Keempat destinasi tersebut membuktikan bahwa Banyuwangi tidak hanya mengandalkan pesona alam sebagai magnet wisata. Warisan sejarah, budaya, seni, dan geologi yang dimiliki menjadi kekayaan daerah yang layak dikenalkan kepada masyarakat luas.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata edukatif, Desa Osing Kemiren, Museum Blambangan, Taman Gandrung Terakota, dan PIGGI dapat menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan maupun musim liburan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
wisata banyuwangi