RADAR BANYUWANGI - Kawasan Dukuh Atas akan memiliki wajah baru dalam beberapa tahun ke depan. PT MRT Jakarta menyiapkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, sebuah jembatan melingkar yang dirancang menjadi ikon baru ibu kota sekaligus memperkuat integrasi berbagai moda transportasi publik dengan investasi lebih dari Rp300 miliar.
Keberadaan pedestrian deck ini tidak hanya mempermudah perpindahan penumpang antarmoda, tetapi juga menghadirkan ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menikmati panorama kota hingga mengenal sejarah perkembangan kawasan melalui galeri yang disiapkan di dalamnya.
Program Management Office Division PT MRT Jakarta Agus Trihan mengatakan proyek tersebut saat ini masih memasuki tahap tender. Nilai investasi yang disiapkan untuk pembangunan fisik mencapai lebih dari Rp300 miliar.
"Saat ini masih tender dan nilai investasi untuk pembangunannya mencapai Rp300 miliar lebih," ujar Agus Trihan didampingi TOD Planning Department Head Sagita Devi, Rabu (5/8/2026), dikutip Antara.
Agus memastikan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Seluruh pendanaan berasal dari investasi yang diterima PT MRT Jakarta serta dukungan skema pinjaman.
"Sebagian diambil dari dana investasi dan ada pinjaman juga," katanya.
Ia menegaskan anggaran tersebut sepenuhnya digunakan untuk pembangunan fisik. PT MRT Jakarta juga tidak melakukan pembebasan lahan karena pelaksanaan proyek dilakukan melalui kerja sama dengan pihak-pihak yang telah terhubung dengan kawasan tersebut.
"Nilai ini murni untuk pembangunan saja," ujarnya.
Pedestrian Deck Dukuh Atas dirancang menjadi simpul utama integrasi transportasi publik di Jakarta. Nantinya fasilitas ini akan menghubungkan pengguna MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Transjakarta hingga kereta bandara dalam satu kawasan yang saling terintegrasi.
Kawasan Dukuh Atas sendiri selama ini dikenal sebagai pusat pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta. Kehadiran pedestrian deck diharapkan membuat perpindahan antarmoda menjadi lebih cepat, nyaman, dan aman tanpa harus keluar dari kawasan transit.
Pedestrian deck akan dibangun dengan bentuk melingkar berdiameter sekitar 118 meter dan lebar sekitar 12 meter. Struktur tersebut dirancang mampu menahan beban hingga 500 kilogram per meter persegi sehingga dapat menampung mobilitas pejalan kaki dalam jumlah besar.
Selain menjadi jalur penghubung, sisi utara dan selatan pedestrian deck akan diperlebar hingga sekitar tujuh meter. Area tersebut disiapkan sebagai ruang bagi masyarakat untuk beristirahat sekaligus menikmati pemandangan kawasan pusat bisnis Jakarta.
Di dalam kawasan ini juga akan hadir area komersial yang mendukung aktivitas masyarakat, serta galeri sejarah yang menampilkan perjalanan perkembangan kawasan Dukuh Atas.
"Di sini akan ada galeri sejarah nantinya," kata Agus.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu (2/8/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan proyek tersebut selesai pada 2028.
"Pencanangan pedestrian deck Dukuh Atas secara resmi saya nyatakan dimulai. Semoga pembangunan ini akan membuat Jakarta menjadi semakin baik transportasinya," ujar Pramono.
Menurut Pramono, keberadaan pedestrian deck juga diyakini akan mengoptimalkan konektivitas seluruh moda transportasi publik, termasuk meningkatkan pemanfaatan layanan kereta bandara melalui pengembangan konsep city check-in di kawasan tersebut.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara