Antisipasi Gangguan Akibat Hujan, KAI Divre II Sumbar Inspeksi Jalur Vital Padang hingga Bukit Putus

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:05 WIB
PT KAI Divre II Sumatera Barat mengintensifkan pemeriksaan jalur dan infrastruktur rel. (Antara)
PT KAI Divre II Sumatera Barat mengintensifkan pemeriksaan jalur dan infrastruktur rel. (Antara)

RADAR BANYUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat memperketat pengawasan operasional dengan menggelar pemeriksaan lintas pada petak jalan Stasiun Padang–Teluk Bayur–Stasiun Bukit Putus. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta api akibat meningkatnya intensitas curah hujan.

Kepala PT KAI Divre II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya, memimpin langsung inspeksi yang berlangsung di Padang, Rabu (5/8/2026). Pemeriksaan difokuskan pada jalur strategis yang menghubungkan Stasiun Padang hingga Stasiun Bukit Putus, mengingat lintasan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung operasional kereta api di wilayah Sumatera Barat.

Menurut Lutfi, kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi andal, aman, dan siap digunakan, terutama menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan kereta.

Dalam inspeksi tersebut, manajemen KAI melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai komponen infrastruktur, mulai dari kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, hingga sistem persinyalan. Pemeriksaan juga mencakup keamanan emplasemen, aset perusahaan, kondisi perlintasan sebidang, serta sistem drainase di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan atau banjir.

"Selain melakukan pemeriksaan jalur, kita juga memantau kesiapan operasional di sejumlah stasiun guna memastikan seluruh sarana pelayanan berada dalam kondisi optimal," ujar Lutfi, dikutip Antara.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran terkait agar lebih proaktif dalam mengidentifikasi potensi bahaya di lapangan. Setiap temuan diminta segera ditindaklanjuti melalui mekanisme Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko operasional.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menjelaskan bahwa setiap hari pihaknya melayani 28 perjalanan kereta api penumpang dan 24 perjalanan kereta barang yang mengangkut klinker serta semen.

Tingginya frekuensi perjalanan tersebut menjadi alasan KAI Divre II Sumbar terus melakukan pemeriksaan jalur secara rutin guna memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman, lancar, dan sesuai standar keselamatan.

Di sela kegiatan inspeksi, jajaran manajemen KAI juga berinteraksi dengan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan di lingkungan perkeretaapian sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga keamanan perjalanan kereta api.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KAI Divre II Sumbar