RADAR BANYUWANGI - Ketika sebagian besar masyarakat beristirahat pada malam hari, aktivitas penting justru berlangsung di balik operasional LRT Jabodebek. Ratusan petugas bekerja melakukan pemeriksaan dan perawatan berbagai aspek operasional, mulai dari rangkaian kereta, jalur rel, sistem persinyalan, stasiun, hingga third rail sebagai sumber pasokan listrik.
Seluruh pekerjaan tersebut dilaksanakan dalam waktu yang terbatas setelah layanan kereta berakhir setiap hari. Tujuannya memastikan seluruh sarana dan prasarana berada dalam kondisi aman, andal, dan siap kembali melayani masyarakat pada keesokan harinya.
Pekerjaan pada malam hari menuntut tingkat ketelitian, konsentrasi, dan kesiapan fisik yang tinggi. Karena itu, LRT Jabodebek tidak hanya berfokus pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan para petugas yang menjalankan tugas pemeliharaan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Tim Kesehatan LRT Jabodebek menggelar sosialisasi kesehatan sekaligus pemeriksaan kesehatan bagi petugas shift malam. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta asam urat. Selain itu, petugas juga menerima multivitamin, susu, dan buah untuk membantu menjaga kebugaran selama bertugas.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa kesehatan petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan perawatan yang dilakukan setiap malam.
"Sebagian besar pekerjaan pemeliharaan dan persiapan operasional LRT Jabodebek dilakukan pada malam hari ketika layanan kereta telah selesai beroperasi. Karena itu, menjaga kondisi kesehatan petugas khususnya shift malam menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh pekerjaan perawatan dapat dilakukan secara optimal sehingga layanan siap digunakan masyarakat pada pagi harinya," ujarnya, dikutip Antara.
Menurutnya, pola kerja malam memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan stamina, konsentrasi, dan kesiapan fisik yang optimal. Oleh sebab itu, pemantauan kesehatan dilakukan sebagai langkah preventif untuk mendeteksi faktor risiko kesehatan sejak dini sekaligus memastikan seluruh petugas berada dalam kondisi layak untuk menjalankan tugas.
Radhitya menambahkan, keselamatan dan keandalan layanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana maupun prasarana, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang bertugas melakukan pemeriksaan dan perawatan setiap malam.
"Keselamatan dan keandalan layanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kesiapan petugas yang melakukan pemeriksaan dan perawatan setiap malam. Melalui pemantauan kesehatan secara berkala, dapat memastikan para petugas dapat bekerja secara sehat, aman, dan optimal sehingga masyarakat dapat menikmati layanan LRT Jabodebek dengan aman dan nyaman," katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, para petugas memperoleh edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Materi yang diberikan mencakup pengaturan waktu istirahat, pemenuhan kebutuhan nutrisi, hingga upaya pencegahan gangguan kesehatan yang berpotensi memengaruhi kinerja selama menjalankan tugas.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara