Didukung Tenaga Kesehatan Profesional, Klinik Mediska KAI Dapat Dimanfaatkan Masyarakat Luas

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:10 WIB
Klinik Mediska KAI terus mendapat kepercayaan masyarakat. (KAI)
Klinik Mediska KAI terus mendapat kepercayaan masyarakat. (KAI)

RADAR BANYUWANGI - Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus menunjukkan tren positif. Hingga Semester I 2026, sebanyak 3.752 masyarakat di Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat telah memilih Klinik Mediska Padang sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Di Sumatera Barat, peningkatan jumlah peserta FKTP menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan yang disediakan KAI Divre II Sumatera Barat. Klinik Mediska Padang telah mengantongi Akreditasi Paripurna dan menyediakan layanan pemeriksaan umum, kesehatan gigi, kesehatan ibu dan anak, tindakan medis, hingga pelayanan kefarmasian bagi peserta BPJS Kesehatan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Sahab, mengatakan KAI terus memperluas akses pelayanan kesehatan melalui pengembangan fasilitas. Selain meningkatkan sarana di Klinik Mediska Lubuk Alung, KAI juga menyiagakan Pos Kesehatan di Stasiun Padang, Naras, dan Kayutanam untuk memberikan pelayanan kesehatan awal serta penanganan kegawatdaruratan.

Klinik Mediska Padang sendiri didukung sembilan tenaga kesehatan yang terdiri atas dua dokter umum, dua dokter gigi, satu bidan, satu perawat, satu perawat gigi, dan dua apoteker. Dukungan sumber daya tersebut memungkinkan pelayanan diberikan secara cepat, aman, dan menyeluruh.

"Tingginya jumlah peserta yang memilih Klinik Mediska Padang menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Kami berkomitmen menghadirkan fasilitas yang lengkap, tenaga kesehatan yang profesional, serta pelayanan yang mengutamakan keselamatan dan kepuasan setiap pasien," ujar Reza, dikutip RRI.

Untuk memperkuat pelayanan lanjutan, KAI Divre II Sumbar juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit rujukan di Sumatera Barat sehingga pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis.

Sementara itu, di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Klinik Mediska telah memberikan pelayanan kepada 11.457 pasien sepanjang Januari hingga Juli 2026. Selama Januari hingga Juli 2026, tiga Klinik Mediska di wilayah tersebut melayani 11.457 pasien, terdiri atas 8.540 pasien di Klinik Mediska Jember, 1.543 pasien di Klinik Mediska Ketapang, dan 1.374 pasien di Klinik Mediska Probolinggo.

Dari total tersebut, sebanyak 581 pasien atau sekitar 5,34 persen merupakan masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan. Rata-rata terdapat sekitar 85 pasien dari kalangan masyarakat umum dan peserta BPJS yang memanfaatkan layanan Klinik Mediska setiap bulan.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan Klinik Mediska tidak lagi hanya melayani pekerja dan keluarga besar KAI, tetapi juga terbuka bagi masyarakat luas.

"Klinik Mediska KAI Daop 9 Jember tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan bagi pekerja dan keluarga besar KAI, tetapi juga terbuka bagi peserta BPJS Kesehatan maupun masyarakat umum. Kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, nyaman, serta didukung tenaga kesehatan yang profesional sehingga keberadaan Klinik Mediska benar-benar dapat menjadi sahabat sehat masyarakat," katanya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : RRI
Klinik Mediska KAI