Sentuhan Vintage dan Dinding Bata Ekspos Jadi Magnet, Kafe Unfinished Makin Dilirik Anak Muda

Anita Rahma • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:57 WIB
Konsep kafe bergaya bangunan tua dan unfinished semakin digemari anak muda. (Anita untuk Radar Banyuwangi)
Konsep kafe bergaya bangunan tua dan unfinished semakin digemari anak muda. (Anita untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Tren nongkrong di kafe terus mengalami perkembangan seiring berubahnya selera masyarakat, khususnya kalangan anak muda. Jika sebelumnya kafe identik dengan desain modern dan mewah, kini konsep bangunan tua atau unfinished justru semakin diminati karena menghadirkan suasana yang berbeda.

Sejumlah pelaku usaha kuliner mulai menghadirkan kafe dengan tampilan yang mempertahankan kesan bangunan lama. Dinding bertekstur semen, bata ekspos, lantai sederhana, hingga penggunaan furnitur bergaya vintage menjadi elemen yang sengaja dipertahankan untuk menciptakan karakter khas pada setiap sudut ruangan.

Konsep tersebut tidak hanya memberikan nuansa autentik, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Perpaduan antara elemen bangunan lama dengan sentuhan dekorasi modern menciptakan suasana yang unik sekaligus artistik.

Bagi kalangan Gen Z, kafe tidak lagi sekadar menjadi tempat menikmati makanan dan minuman. Keberadaan ruang yang nyaman dengan desain menarik menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih lokasi untuk berkumpul bersama teman maupun menghabiskan waktu luang.

Selain itu, konsep bangunan tua dan unfinished juga menawarkan banyak sudut estetik yang cocok dijadikan latar foto. Hampir setiap bagian ruangan memiliki daya tarik visual sehingga banyak pengunjung memanfaatkannya untuk mengabadikan momen dan membagikannya melalui media sosial.

Fenomena tersebut turut mendorong semakin populernya kafe dengan konsep serupa. Keunikan desain dinilai mampu memberikan identitas tersendiri dibandingkan kafe berkonsep modern yang kini semakin banyak bermunculan.

Suasana yang sederhana justru menjadi nilai lebih. Kesan alami dari material bangunan yang dibiarkan terekspos menghadirkan atmosfer hangat dan nyaman, sehingga pengunjung merasa memperoleh pengalaman nongkrong yang berbeda.

Melihat tren yang terus berkembang, konsep bangunan tua maupun unfinished diperkirakan masih akan menjadi salah satu pilihan menarik bagi pelaku usaha kuliner. Di sisi lain, kalangan anak muda diprediksi tetap menjadikan kafe dengan karakter unik tersebut sebagai destinasi favorit untuk bersantai, berkumpul, maupun berburu konten fotografi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
tren kafe