RADAR BANYUWANGI - Banyuwangi tidak hanya menawarkan panorama alam yang memikat pada siang hari. Saat malam tiba, sejumlah kawasan di ujung timur Pulau Jawa ini berubah menjadi lokasi ideal untuk menikmati keindahan Milky Way atau Galaksi Bima Sakti yang membentang di langit.
Kondisi langit yang relatif minim polusi cahaya menjadi salah satu keunggulan Banyuwangi. Saat cuaca cerah dan tidak tertutup awan, jutaan bintang tampak lebih jelas sehingga menghadirkan pemandangan langit malam yang memukau. Fenomena tersebut paling mudah diamati ketika cahaya bulan tidak mendominasi langit.
Milky Way merupakan pita cahaya yang terbentuk dari kumpulan miliaran bintang di galaksi tempat Bumi berada. Fenomena ini menjadi incaran fotografer maupun pencinta astronomi karena menghadirkan panorama langit yang spektakuler. Periode April hingga Oktober, yang bertepatan dengan musim kemarau, menjadi waktu paling direkomendasikan untuk berburu Galaksi Bima Sakti.
Salah satu lokasi favorit menikmati Milky Way adalah kawasan Gunung Ijen. Berada di ketinggian sekitar 2.386 meter di atas permukaan laut, kawasan ini memiliki kualitas langit malam yang jernih. Lanskap kaldera berpadu dengan siluet pegunungan menciptakan komposisi visual yang dramatis sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu foto langit malam.
Tak jauh dari kawasan tersebut, Kawah Wurung juga menawarkan pengalaman berbeda. Hamparan perbukitan yang luas dengan tingkat polusi cahaya rendah memungkinkan pengunjung menikmati bentangan langit secara lebih leluasa. Selain itu, akses menuju kawasan ini relatif lebih mudah dibandingkan pendakian menuju puncak Gunung Ijen.
Pilihan berikutnya adalah Sabana Bekol di Taman Nasional Baluran. Hamparan savana yang terbuka memberikan sudut pandang luas ke arah langit sehingga busur Milky Way dapat terlihat lebih jelas. Siluet pepohonan khas savana semakin memperindah panorama malam sekaligus menjadi latar menarik untuk fotografi.
Selain ketiga lokasi tersebut, kawasan pesisir selatan Banyuwangi juga memiliki potensi sebagai tempat menikmati langit malam, terutama di area yang jauh dari permukiman dan sumber cahaya. Kondisi serupa juga dapat dijumpai di beberapa kawasan perbukitan yang memiliki cakrawala terbuka.
Meski demikian, wisatawan tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berburu Milky Way. Langit cerah pada musim kemarau dan fase bulan baru menjadi kombinasi terbaik untuk mendapatkan pemandangan galaksi secara maksimal. Penggunaan tripod serta kamera dengan pengaturan manual juga disarankan agar hasil foto lebih tajam dan detail.
Potensi langit malam yang dimiliki Banyuwangi menunjukkan bahwa daerah ini tidak hanya kaya akan wisata alam dan budaya. Keindahan langit yang masih terjaga membuka peluang berkembangnya wisata astronomi yang dapat menarik minat fotografer, komunitas astronomi, hingga wisatawan pencinta alam dari berbagai daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, daya tarik ini berpotensi menjadi pelengkap destinasi wisata Banyuwangi yang semakin beragam.
Editor : Lugas Rumpakaadi