RADARBANYUWANGI.ID - Pendakian gunung selama ini kerap identik dengan menu praktis seperti mi instan atau camilan kemasan. Namun, anggapan tersebut tidak selalu benar. Dengan perencanaan logistik yang matang serta pembagian tugas yang jelas, para pendaki tetap dapat menikmati hidangan yang lebih beragam selama berada di alam terbuka.
Persiapan menjadi faktor utama sebelum pendakian dimulai. Setiap anggota tim biasanya mendapat tanggung jawab membawa perlengkapan tertentu, mulai dari bahan makanan, kompor, tabung gas, peralatan memasak, hingga bumbu dapur. Cara ini membuat beban bawaan lebih seimbang sekaligus memastikan kebutuhan konsumsi seluruh anggota terpenuhi selama perjalanan.
Selain pembagian perlengkapan, menu makanan juga telah disusun sejak awal. Perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan lama pendakian dan jumlah anggota tim sehingga bahan yang dibawa tidak berlebihan maupun kurang.
Pengalaman tersebut dibagikan Ejak saat menjadi bintang tamu dalam podcast Raditya Dika bersama Furky dan Syifa. Berbekal pengalaman sebagai mantan koki, Ejak mengaku pernah menyajikan hidangan yang tidak lazim untuk ukuran pendakian.
"Aku bikin, serius, chicken cordon bleu di situ," ujar Ejak.
Meski tergolong menu yang cukup mewah untuk dimasak di gunung, proses memasaknya dilakukan secara gotong royong. Seluruh anggota tim terlibat sesuai tugas masing-masing, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pengolahan makanan.
"Tapi kita semua kerja juga ya, gulung-gulung bareng-bareng," kata Syifa.
Bagi mereka, aktivitas memasak bukan sekadar memenuhi kebutuhan energi setelah menempuh perjalanan panjang. Momen tersebut justru menjadi waktu untuk berkumpul, berbincang, dan mempererat hubungan antarsesama pendaki.
"Jadi kita tuh ketika udah sampai di tenda, ya bonding-nya itu dengan cara sambil masak sambil cerita-cerita. Ciri khasnya di situ," ungkap Ejak.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendakian tidak hanya berorientasi pada pencapaian puncak. Di balik perjalanan itu terdapat proses membangun kekompakan melalui pembagian tanggung jawab, saling membantu, dan bekerja sama dalam setiap tahapan, termasuk saat menyiapkan makanan.
Editor : Lugas Rumpakaadi