KAI: 76 Persen Perjalanan Commuter Line Terjadi pada Hari Kerja, Layanan Jadi Penopang Aktivitas Ekonomi Jabodetabek

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 16:58 WIB
Commuter Line Jabodetabek melayani 178 juta perjalanan pada Semester I 2026. (Antara)
Commuter Line Jabodetabek melayani 178 juta perjalanan pada Semester I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Mobilitas masyarakat Jabodetabek melalui layanan Commuter Line terus menunjukkan tren meningkat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat layanan Commuter Line Jabodetabek melayani sebanyak 178.001.308 perjalanan. Capaian tersebut menegaskan peran strategis kereta perkotaan sebagai penopang aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas jutaan warga setiap hari.

Sebagian besar pengguna merupakan pekerja, pedagang, pelaku usaha, mahasiswa, hingga tenaga pelayanan publik yang setiap hari berangkat dari kawasan penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta dan sekitarnya. Bagi mereka, Commuter Line menjadi moda transportasi utama untuk menjalankan aktivitas sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kebutuhan perjalanan masyarakat masih didominasi pada hari kerja. Selama Semester I 2026, rata-rata volume pengguna Commuter Line Jabodetabek pada Senin hingga Jumat mencapai sekitar 1,05 juta perjalanan per hari atau 29,3 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata akhir pekan yang berada di kisaran 813,6 ribu perjalanan per hari.

Menurut Anne, tingginya mobilitas tersebut mencerminkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan kereta perkotaan. Di balik setiap perjalanan terdapat pekerja yang berupaya menjaga penghasilan, orang tua yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, hingga pelaku usaha yang menggantungkan aktivitasnya pada kelancaran transportasi.

Data KAI menunjukkan sekitar 135,7 juta perjalanan atau 76,2 persen dari total perjalanan selama Semester I 2026 terjadi pada hari kerja. Kepadatan penumpang paling tinggi berlangsung pada jam sibuk pagi saat masyarakat berangkat bekerja dan sore hari ketika kembali ke rumah.

Kondisi tersebut, kata Anne, menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan yang harus direspons secara bertahap. Penambahan ruang angkut dinilai penting agar masyarakat memperoleh perjalanan yang lebih nyaman sekaligus mengurangi kepadatan pada jam-jam puncak.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, KAI mendorong penguatan kapasitas melalui penambahan sarana, peningkatan kapasitas lintas dan stasiun, penguatan sistem persinyalan serta kelistrikan, hingga optimalisasi pola operasi. Dukungan pemerintah terhadap pengembangan prasarana dinilai menjadi faktor penting agar layanan dapat mengimbangi pertumbuhan jumlah pengguna.

Dalam lima tahun terakhir, jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek juga menunjukkan tren pemulihan yang konsisten. Volume perjalanan tercatat mencapai 168 juta pada 2021, meningkat menjadi 252 juta pada 2022, kemudian 331 juta pada 2023, 328,2 juta pada 2024, dan kembali naik menjadi 349,3 juta perjalanan sepanjang 2025. Sementara itu, pada Semester I 2026 jumlah perjalanan telah menembus 178 juta.

Perluasan layanan turut dilakukan melalui penambahan jaringan stasiun. Jumlah stasiun Commuter Line Jabodetabek bertambah dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026. Penambahan tersebut mencakup beroperasinya Stasiun Jatake dan Stasiun Jakarta International Stadium yang memperluas akses masyarakat menuju kawasan hunian maupun pusat aktivitas baru.

Di sisi operasional, frekuensi perjalanan KRL juga meningkat dari 881 perjalanan per hari pada 2015 menjadi 1.063 perjalanan per hari pada 2025 atau bertambah sekitar 21 persen. Peningkatan itu dibarengi evaluasi pola operasi untuk menjaga keselamatan, ketepatan waktu, serta kelancaran layanan.

Berdasarkan data 2025, lintas Bogor menjadi jalur dengan volume perjalanan tertinggi sebanyak sekitar 155 juta perjalanan. Posisi berikutnya ditempati lintas Cikarang dengan 85,9 juta perjalanan, Rangkasbitung 77,6 juta perjalanan, Tangerang 27,3 juta perjalanan, serta Tanjung Priok sekitar 3,5 juta perjalanan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
commuter line jabodetabek