Kereta Petani dan Pedagang KAI Layani Puluhan Ribu Penumpang, Bantu Distribusi Hasil Pertanian dan Barang Dagangan

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 16:51 WIB
PT KAI mencatat 35.843 pelanggan memanfaatkan layanan Kereta Petani dan Pedagang. (Antara)
PT KAI mencatat 35.843 pelanggan memanfaatkan layanan Kereta Petani dan Pedagang. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat layanan transportasi publik yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui layanan Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung-Merak serta penyediaan ruang khusus bagi petani dan pedagang pada KA Cikuray relasi Garut-Pasarsenen pulang pergi.

Sejak mulai beroperasi, kedua layanan tersebut telah dimanfaatkan sebanyak 35.843 pelanggan. Rinciannya, 35.661 pelanggan menggunakan Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak sejak 1 Desember 2025 hingga 29 Juli 2026. Sementara itu, layanan serupa pada KA Cikuray telah digunakan 182 pelanggan sejak 11 Juni hingga 26 Juli 2026.

Khusus sepanjang periode 1 Januari hingga 29 Juli 2026, Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung–Merak melayani 31.546 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat membawa hasil pertanian, bahan pangan, produk usaha rumahan, maupun barang dagangan menuju pasar dan pusat kegiatan ekonomi.

"Setiap perjalanan membawa cerita tentang usaha dan penghidupan keluarga. Ada hasil kebun yang akan dijual, barang dagangan yang akan dipasarkan, serta harapan agar usaha dapat terus berjalan," ujarnya, dikutip Antara.

Layanan Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak dapat dinikmati dengan tarif Rp3.000 untuk satu kali perjalanan. Adapun KA Cikuray relasi terjauh Garut–Pasarsenen dipatok dengan tarif Rp45.000.

Tarif tersebut tetap terjangkau berkat dukungan Pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO). Melalui kebijakan tersebut, masyarakat tetap dapat mengakses transportasi publik yang aman, terjadwal, dan sesuai kemampuan ekonomi.

KAI mengapresiasi dukungan Pemerintah yang terus memperhatikan kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya kelompok yang menggantungkan aktivitas ekonomi sehari-hari pada layanan transportasi. Kehadiran PSO dinilai menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan publik yang mampu menghubungkan masyarakat dengan pasar, tempat kerja, pusat pendidikan, hingga sumber penghidupan.

Anne menuturkan, tarif yang terjangkau memberikan manfaat nyata bagi petani, pedagang, pekerja, pelajar, maupun pelaku usaha mikro. Penghematan biaya transportasi dapat dialihkan untuk menambah modal usaha, membeli bahan baku, menjaga kualitas produk, atau memenuhi kebutuhan keluarga.

Di lintas Rangkasbitung–Merak, layanan ini menghubungkan kawasan permukiman, sentra produksi pertanian, pasar tradisional, hingga berbagai pusat kegiatan ekonomi di wilayah Banten. Sementara itu, fasilitas bagi petani dan pedagang pada KA Cikuray memperluas akses mobilitas dari Garut menuju sejumlah daerah di Jawa Barat hingga Jakarta.

Selain tarif yang terjangkau, layanan tersebut juga menyediakan ruang yang lebih sesuai untuk penempatan barang bawaan sesuai ketentuan. Penataan itu membuat perjalanan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

Kepastian jadwal perjalanan juga memberikan nilai tambah bagi petani dan pedagang. Dengan waktu keberangkatan dan kedatangan yang terencana, pelanggan dapat memperkirakan waktu tiba di pasar sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian maupun komoditas yang dibawa.

Penggunaan kereta api juga membantu mengurangi kebutuhan berganti moda transportasi. Kondisi tersebut berdampak pada efisiensi biaya perjalanan, mengurangi tenaga saat membawa barang, sekaligus menekan risiko kerusakan komoditas selama proses distribusi.

Menurut Anne, manfaat layanan tersebut tidak hanya dirasakan pelanggan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian wilayah yang dilalui. Aktivitas masyarakat di sekitar stasiun, mulai dari angkutan lanjutan, warung, pasar lokal, hingga usaha kecil lainnya turut memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas penumpang.

"Kereta Petani dan Pedagang menunjukkan bagaimana kebijakan Pemerintah dan pelayanan KAI dapat saling melengkapi dalam mendukung ekonomi masyarakat. KAI akan terus menjaga kualitas layanan agar manfaatnya semakin luas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan," pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KAI