Commuter Line Jabodetabek Layani 178 Juta Perjalanan pada Semester I 2026, Hari Kerja Masih Mendominasi

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 16:48 WIB
Seluruh peron Stasiun Bogor kini melayani KRL 12 kereta. (Antara)
Commuter Line Jabodetabek melayani 178 juta perjalanan sepanjang Semester I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat layanan Commuter Line Jabodetabek melayani 178.001.308 perjalanan sepanjang Januari hingga Juni 2026. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik sekaligus menjadi indikator kuatnya aktivitas ekonomi di kawasan metropolitan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan volume perjalanan selama Semester I 2026 menunjukkan dominasi penggunaan pada hari kerja. Rata-rata jumlah perjalanan penumpang setiap Senin hingga Jumat mencapai sekitar 1,05 juta perjalanan per hari.

Angka tersebut lebih tinggi sekitar 29,3 persen dibandingkan rata-rata perjalanan pada akhir pekan yang berada di kisaran 813,6 ribu perjalanan per hari.

"Commuter Line Jabodetabek melayani 178.001.308 perjalanan sepanjang Januari–Juni 2026," ujar Anne, Sabtu (1/8/2026), dikutip Antara.

Menurut Anne, tingginya aktivitas pada hari kerja memperlihatkan peran vital Commuter Line sebagai moda transportasi utama masyarakat perkotaan. Layanan tersebut menjadi penopang mobilitas para pekerja, pelajar, pedagang, hingga pelaku usaha yang setiap hari bergantung pada ketepatan waktu perjalanan.

"Di dalam setiap perjalanan terdapat harapan yang dibawa dari rumah. Mereka adalah tulang punggung keluarga yang setiap hari mempercayakan perjalanannya kepada Commuter Line," katanya.

Dari total perjalanan selama enam bulan pertama 2026, sekitar 135,7 juta perjalanan atau 76,2 persen terjadi pada hari kerja. Kepadatan penumpang terutama berlangsung pada jam sibuk pagi saat masyarakat berangkat bekerja dan sore hari ketika kembali ke rumah.

Melihat tren tersebut, KAI menilai peningkatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan yang harus diwujudkan secara bertahap. Penguatan dilakukan melalui penambahan sarana, peningkatan kapasitas lintas dan stasiun, pengembangan sistem persinyalan dan kelistrikan, serta optimalisasi pola operasi.

Kelancaran operasional Commuter Line dinilai memiliki hubungan erat dengan produktivitas masyarakat. Ketepatan waktu perjalanan berpengaruh terhadap aktivitas pekerja, keberlangsungan usaha, akses menuju pusat pendidikan maupun layanan publik, hingga perputaran ekonomi di Jakarta dan wilayah penyangga.

KAI juga mencatat tren pemulihan jumlah pengguna yang terus berlangsung dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, volume perjalanan mencapai 168 juta, kemudian meningkat menjadi 252 juta pada 2022 dan kembali naik menjadi 331 juta pada 2023. Sempat turun tipis menjadi 328,2 juta perjalanan pada 2024, jumlah pengguna kembali meningkat menjadi 349,3 juta perjalanan sepanjang 2025. Sementara pada Semester I 2026, jumlah perjalanan telah mencapai 178 juta.

Seiring meningkatnya permintaan, jaringan pelayanan Commuter Line Jabodetabek juga terus berkembang. Jumlah stasiun bertambah dari 71 stasiun pada 2015 menjadi 85 stasiun pada 2026.

Penambahan tersebut termasuk beroperasinya Stasiun Jatake dan Stasiun Jakarta International Stadium pada 2026 yang diharapkan mampu memperluas akses transportasi berbasis rel menuju kawasan permukiman maupun pusat aktivitas baru.

Pada sisi operasional, jumlah perjalanan KRL juga mengalami peningkatan. Jika pada 2015 terdapat 881 perjalanan setiap hari, maka pada 2025 jumlahnya telah mencapai 1.063 perjalanan per hari atau meningkat sekitar 21 persen. Evaluasi pola operasi terus dilakukan untuk menjaga aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan kelancaran perjalanan pelanggan.

Berdasarkan data sepanjang 2025, lintas Bogor menjadi koridor dengan jumlah perjalanan tertinggi sebanyak sekitar 155 juta perjalanan. Selanjutnya disusul lintas Cikarang sebanyak 85,9 juta perjalanan, lintas Rangkasbitung 77,6 juta perjalanan, lintas Tangerang 27,3 juta perjalanan, serta lintas Tanjung Priok sekitar 3,5 juta perjalanan.

Data tersebut menunjukkan besarnya arus mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga menuju pusat kegiatan di Jakarta maupun sebaliknya.

Ke depan, pengembangan Commuter Line Jabodetabek akan difokuskan pada penguatan kapasitas layanan, peningkatan integrasi antarmoda, pengembangan layanan digital, serta mendukung penataan kawasan berbasis transportasi publik. Upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi antara KAI, KAI Commuter, pemerintah, dan para pemangku kepentingan.

Anne menegaskan setiap peningkatan kapasitas layanan diharapkan mampu menghadirkan perjalanan yang semakin nyaman dan layak bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan transportasi kereta perkotaan untuk bekerja dan beraktivitas.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
commuter line jabodetabek