Face Recognition Boarding Gate KAI Daop 8 Surabaya Semakin Diminati, Pasarturi Jadi Stasiun dengan Pengguna Terbanyak

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 08:24 WIB
Pengguna Face Recognition Boarding Gate KAI Daop 8 Surabaya mencapai 685.021 pelanggan pada Semester I 2026. (KAI)
Pengguna Face Recognition Boarding Gate KAI Daop 8 Surabaya mencapai 685.021 pelanggan pada Semester I 2026. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - Minat masyarakat memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya terus menunjukkan tren positif. Kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan yang ditawarkan layanan berbasis digital tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan kereta api jarak jauh.

Sepanjang Semester I Tahun 2026, sebanyak 685.021 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah menggunakan Face Recognition Boarding Gate di wilayah KAI Daop 8 Surabaya. Jumlah itu meningkat 36.296 pelanggan atau sekitar 5,6 persen dibandingkan Semester II Tahun 2025 yang tercatat sebanyak 648.725 pengguna.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transformasi digital yang dilakukan KAI. Kehadiran teknologi pengenalan wajah dinilai mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih praktis, cepat, aman, dan nyaman sejak proses keberangkatan.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan Face Recognition Boarding Gate merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

"Transformasi digital yang dilakukan KAI bertujuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah dan nyaman. Melalui Face Recognition Boarding Gate, pelanggan tidak lagi perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas saat boarding. Cukup dengan verifikasi wajah, pelanggan dapat langsung memasuki area keberangkatan secara cepat, praktis, aman, dan tetap mengutamakan perlindungan data pribadi," ujarnya.

Saat ini, layanan Face Recognition Boarding Gate telah tersedia di tiga stasiun wilayah Daop 8 Surabaya, yakni Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, dan Stasiun Malang.

Berdasarkan data Semester I Tahun 2026, Stasiun Surabaya Pasarturi menjadi lokasi dengan jumlah pengguna tertinggi, mencapai 327.434 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Surabaya Gubeng dengan 269.552 pengguna, sedangkan Stasiun Malang mencatat 88.035 pengguna.

Mahendro menilai tingginya angka pemanfaatan tersebut menunjukkan semakin banyak pelanggan yang merasakan manfaat digitalisasi layanan KAI. Menurutnya, teknologi pengenalan wajah mampu memangkas waktu boarding hanya dalam hitungan detik sehingga antrean dapat berkurang dan pelanggan tidak perlu lagi menyiapkan tiket maupun dokumen identitas saat memasuki area keberangkatan.

"Teknologi Face Recognition Boarding Gate mampu mempercepat proses boarding hanya dalam hitungan detik. Selain mengurangi antrean, pelanggan juga tidak perlu lagi mencari atau menyiapkan dokumen perjalanan ketika memasuki area boarding. Hal ini menjadi salah satu bentuk peningkatan kualitas layanan yang kami hadirkan agar pelanggan dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman sejak berada di stasiun," jelasnya.

Sistem Face Recognition Boarding Gate bekerja dengan mencocokkan wajah pelanggan yang telah melakukan registrasi dengan data identitas resmi yang tersimpan di sistem KAI. Registrasi cukup dilakukan satu kali sehingga pada perjalanan berikutnya pelanggan dapat langsung menggunakan layanan tersebut selama data identitas tidak mengalami perubahan.

Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, layanan ini juga mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan tiket cetak. Di sisi lain, arus penumpang saat proses boarding menjadi lebih lancar, terutama pada periode dengan volume perjalanan yang tinggi.

KAI Daop 8 Surabaya pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate yang tersedia di stasiun. Proses registrasi dapat dilakukan dengan mudah melalui petugas yang telah disiapkan.

Mahendro menambahkan, KAI akan terus mengembangkan berbagai inovasi digital guna meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

"Ke depan, KAI akan terus mengembangkan berbagai inovasi digital untuk menghadirkan layanan transportasi yang semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan Face Recognition Boarding Gate sebagai bagian dari pengalaman baru menggunakan kereta api yang lebih modern, praktis, dan berkesan," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Face Recognition Boarding Gate kereta api indonesia kai daop 8 surabaya