RADARBANYUWANGI.ID - Saat matahari mulai muncul dari balik pegunungan, hamparan awan putih perlahan menutupi lembah hingga menyerupai lautan tanpa batas. Panorama yang kerap dijuluki negeri di atas awan itu menjadi salah satu pengalaman yang paling diburu para pendaki di Banyuwangi, terutama saat musim kemarau.
Tak hanya dikenal sebagai daerah dengan deretan pantai indah, Banyuwangi juga memiliki kawasan Pegunungan Ijen-Raung yang menawarkan panorama cloud hunting atau berburu samudera awan. Ada tiga gunung yang menjadi favorit wisatawan, yakni Kawah Ijen, Gunung Rante, dan Gunung Raung. Masing-masing memiliki karakter dan keindahan yang berbeda.
Kawah Ijen menjadi destinasi paling populer bagi wisatawan yang ingin menikmati matahari terbit sekaligus panorama samudera awan. Gunung berketinggian 2.386 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso ini telah dikenal dunia berkat fenomena blue fire dan danau kawahnya.
Usai menempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga jam dari Pos Paltuding, pendaki biasanya tiba di bibir kawah menjelang fajar. Jika cuaca cerah, hamparan awan mulai terlihat jelas sekitar pukul 05.00 hingga 06.30 WIB. Cahaya matahari yang perlahan menerangi pegunungan menciptakan perpaduan warna langit, awan, dan lanskap yang menjadi incaran para fotografer maupun pencinta alam.
Bagi pendaki yang ingin menikmati suasana lebih sepi, Gunung Rante dapat menjadi pilihan. Gunung dengan ketinggian sekitar 2.601 mdpl ini berada tidak jauh dari Kawah Ijen, tetapi jumlah pendakinya relatif lebih sedikit.
Dari kawasan sabana hingga puncak, hamparan samudera awan membentang luas dengan latar megah Gunung Raung. Suasana yang lebih tenang membuat lokasi ini cocok bagi pendaki yang ingin menikmati panorama tanpa keramaian. Meski demikian, jalur pendakian didominasi tanjakan tanah dan kawasan hutan sehingga membutuhkan stamina yang cukup baik.
Gunung Raung menawarkan pengalaman berbeda bagi para pendaki berpengalaman. Gunung berapi aktif setinggi 3.344 mdpl ini menyuguhkan panorama samudera awan yang terlihat semakin luas dari kawasan puncak.
Keindahan tersebut berpadu dengan kaldera raksasa yang menjadi ikon Gunung Raung. Namun, perjalanan menuju Puncak Sejati tidak dapat dianggap ringan. Pendaki harus melewati jalur tebing batu yang menuntut kemampuan teknis, sehingga pendakian disarankan menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai dan didampingi pemandu.
Periode Mei hingga Oktober menjadi waktu yang paling direkomendasikan untuk menikmati fenomena samudera awan di kawasan Pegunungan Ijen-Raung. Pada musim kemarau, langit cenderung lebih cerah sehingga peluang munculnya hamparan awan jauh lebih besar dibandingkan musim hujan yang sering diselimuti kabut tebal.
Selain itu, pendaki disarankan memulai perjalanan sejak dini hari agar dapat tiba di puncak sebelum matahari terbit. Momen terbaik menikmati panorama biasanya berlangsung tidak lama setelah matahari mulai muncul di ufuk timur.
Agar pengalaman berburu samudera awan berjalan nyaman, pendaki perlu mempersiapkan perlengkapan dengan baik. Jaket hangat, sarung tangan, penutup kepala, sepatu trekking, serta lampu kepala menjadi perlengkapan penting karena suhu udara di kawasan pegunungan saat dini hari dapat berkisar antara 5 hingga 15 derajat Celsius.
Khusus bagi pendaki Kawah Ijen, penggunaan masker respirator juga disarankan untuk mengantisipasi paparan gas belerang ketika arah angin berubah. Selain itu, wisatawan diimbau mematuhi seluruh aturan pengelola kawasan, menjaga kebersihan, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan pendakian.
Editor : Lugas Rumpakaadi