Liburan Gen Z Kini Tak Lengkap Tanpa Foto Estetik, Pengalaman Tetap Jadi Prioritas

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:54 WIB
Liburan Generasi Z kini identik dengan berburu foto estetik. (Pexels/Pok Rie)
Liburan Generasi Z kini identik dengan berburu foto estetik. (Pexels/Pok Rie)

RADARBANYUWANGI.ID - Sebelum memesan tiket atau menentukan tujuan wisata, banyak anak muda kini lebih dulu mencari referensi lokasi yang menarik secara visual melalui media sosial. Bagi Generasi Z, liburan tidak lagi hanya dimaknai sebagai waktu untuk beristirahat atau menikmati destinasi, tetapi juga kesempatan mengabadikan momen melalui foto dan video estetik yang layak dibagikan di ruang digital.

Perubahan gaya berwisata tersebut berkembang seiring pesatnya penggunaan platform seperti TikTok, Instagram, dan Pinterest yang menjadikan konten visual sebagai sarana utama berbagi pengalaman. Foto liburan kini bukan sekadar dokumentasi, melainkan menjadi bagian dari cara Generasi Z mengekspresikan diri.

Persiapan liburan pun dilakukan jauh lebih matang dibanding sebelumnya. Selain menentukan tujuan perjalanan, banyak anak muda lebih dulu menelusuri rekomendasi destinasi melalui media sosial untuk mengetahui sudut terbaik, konsep foto yang sedang tren, hingga waktu ideal mengambil gambar.

Tak sedikit yang membuat moodboard berisi inspirasi gaya berpakaian, pilihan warna, referensi pose, hingga konsep fotografi yang ingin diwujudkan selama perjalanan. Momen golden hour menjelang matahari terbenam pun kerap menjadi waktu favorit karena menghasilkan pencahayaan alami yang dinilai lebih estetik.

Bagi wisatawan muda, daya tarik sebuah destinasi kini tidak hanya diukur dari keindahan alam atau kelengkapan fasilitasnya. Kehadiran latar yang fotogenik juga menjadi salah satu pertimbangan sebelum memutuskan berkunjung.

Fenomena serupa juga mulai terlihat di sejumlah destinasi wisata Banyuwangi yang dikenal memiliki panorama alam dan lanskap menarik. Keindahan lokasi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengabadikan pengalaman perjalanan melalui foto maupun video.

Dalam urusan dokumentasi, kamera ponsel masih menjadi perangkat yang paling banyak digunakan karena praktis dan didukung kualitas kamera yang terus berkembang.

Meski demikian, kamera saku digital atau digicam kembali mencuri perhatian. Hasil foto dengan nuansa vintage yang khas membuat perangkat ini kembali diminati oleh Generasi Z. Sebagian lainnya juga mulai menggunakan kamera analog untuk mendapatkan kesan klasik dan autentik yang sulit ditiru filter digital.

Tren fotografi selama berlibur juga mengalami perubahan. Jika beberapa tahun lalu pose formal lebih mendominasi, kini banyak anak muda justru memilih foto candid yang terlihat lebih spontan dan natural.

Selain itu, tren photo dump semakin digemari. Dalam satu unggahan, mereka membagikan berbagai momen perjalanan secara bersamaan, mulai dari panorama alam, makanan, tiket perjalanan, suasana penginapan, hingga foto yang sedikit buram tetapi tetap dianggap mampu merepresentasikan cerita di balik perjalanan tersebut.

Perubahan kebiasaan wisatawan muda turut memengaruhi pengelola destinasi wisata. Banyak tempat wisata mulai menghadirkan sudut-sudut yang fotogenik, instalasi seni, hingga pencahayaan yang mendukung aktivitas fotografi.

Tidak hanya destinasi wisata, kafe dan restoran juga berlomba menghadirkan konsep interior yang menarik. Ruang yang estetik dinilai mampu meningkatkan pengalaman pengunjung sekaligus mendorong mereka membagikan dokumentasi kunjungan melalui media sosial.

Di tengah tren berburu foto estetik, sebagian anak muda tetap menilai bahwa esensi liburan tidak terletak pada banyaknya unggahan di media sosial.

"Liburan tidak harus selalu memiliki foto yang estetik. Yang terpenting adalah menikmati setiap momen dan menciptakan pengalaman yang berkesan. Foto hanyalah pelengkap untuk mengabadikan kenangan, bukan tujuan utama dari sebuah liburan," ujar Sasi, Kamis (30/7/2026).

Editor : Lugas Rumpakaadi
Liburan Gen Z Digicam Vintage foto estetik