RADARBANYUWANGI.ID - Proses naik kereta api kini semakin praktis. Penumpang tidak lagi harus menyiapkan tiket fisik maupun kartu identitas saat memasuki area keberangkatan. Cukup melakukan pemindaian wajah di Face Recognition Boarding Gate, penumpang dapat langsung melanjutkan proses boarding dengan lebih cepat.
Kemudahan tersebut semakin diminati masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat sebanyak 1.689.524 penumpang kereta api jarak jauh memanfaatkan layanan face recognition selama semester I 2026.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan tingginya angka penggunaan menunjukkan semakin banyak pelanggan yang beralih menggunakan teknologi digital untuk mempercepat proses keberangkatan.
"Angka ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan proses boarding yang praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan," katanya, dikutip Antara.
Jika dihitung selama enam bulan pertama 2026, rata-rata lebih dari 9.000 penumpang setiap hari menggunakan fasilitas tersebut. Angka itu menunjukkan layanan boarding berbasis pengenalan wajah semakin diterima sebagai bagian dari transformasi pelayanan KAI.
Face Recognition Boarding Gate merupakan inovasi KAI yang memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan melalui teknologi pengenalan wajah. Setelah pelanggan melakukan registrasi, sistem akan mencocokkan data wajah dengan identitas yang telah tersimpan.
Dengan cara tersebut, penumpang tidak lagi perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas kepada petugas saat memasuki area keberangkatan. Proses boarding menjadi lebih singkat karena verifikasi dilakukan secara otomatis melalui mesin pemindai.
Selain mempercepat layanan, sistem ini juga membantu mengurangi antrean pada jam-jam sibuk, terutama di stasiun dengan jumlah keberangkatan yang tinggi.
KAI juga menilai penggunaan tiket digital melalui layanan ini mendukung upaya pengurangan penggunaan kertas.
"Dengan tidak mencetak tiket, pelanggan turut berperan dalam mengurangi penggunaan kertas dan potensi timbulan sampah," ujar Franoto.
Meski demikian, layanan face recognition bersifat opsional. Penumpang yang belum melakukan registrasi tetap dapat melakukan boarding menggunakan tiket dan identitas sesuai prosedur yang berlaku.
Dari seluruh stasiun yang telah menyediakan layanan tersebut, Stasiun Gambir menjadi lokasi dengan jumlah pengguna paling tinggi.
Sebanyak 1.004.346 penumpang menggunakan face recognition boarding gate di Stasiun Gambir atau sekitar 61 persen dari total pengguna selama semester I 2026.
Sementara itu, Stasiun Pasar Senen mencatat sebanyak 526.244 pengguna, sedangkan Stasiun Bekasi melayani 158.934 pengguna.
Untuk menunjang layanan, KAI menyediakan empat unit Face Recognition Boarding Gate di Hall Selatan Stasiun Gambir, enam unit di Stasiun Pasar Senen yang berada di Peron 1 serta Peron 3–4, dan tiga unit di Stasiun Bekasi.
Franoto memastikan penggunaan teknologi pengenalan wajah tetap mengedepankan perlindungan data pribadi pelanggan.
Menurutnya, data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk proses verifikasi identitas saat boarding dan tidak dimanfaatkan di luar kepentingan pelayanan perjalanan.
"KAI memastikan data pelanggan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan dan verifikasi perjalanan. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi face recognition," tegasnya.
Bagi calon penumpang yang ingin memanfaatkan layanan tersebut, registrasi dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun secara langsung di stasiun.
Langkah pendaftarannya meliputi:
- Membuka aplikasi Access by KAI.
- Memilih menu Akun kemudian Registrasi Face Recognition.
- Mengisi data sesuai identitas.
- Melakukan pengambilan foto wajah melalui aplikasi.
- Memastikan proses registrasi berhasil sebelum keberangkatan.
Selain melalui aplikasi, pelanggan juga dapat meminta bantuan petugas registrasi di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.
Franoto mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut agar proses keberangkatan menjadi lebih ringkas dan efisien.
"Kami mengajak pelanggan memanfaatkan layanan face recognition agar proses boarding menjadi lebih ringkas. KAI terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara