RADARBANYUWANGI.ID - Keindahan bawah laut Banyuwangi menjadi salah satu daya tarik wisata yang terus memikat wisatawan. Air laut yang jernih, hamparan terumbu karang berwarna-warni, serta beragam biota laut menjadikan aktivitas diving atau menyelam semakin diminati, terutama oleh wisatawan yang ingin merasakan pengalaman baru.
Meski kerap dianggap sebagai aktivitas yang menantang, diving sebenarnya dapat dicoba oleh pemula. Saat ini, banyak operator wisata menawarkan program Discover Scuba Diving (DSD) atau Try Scuba, yaitu program pengenalan menyelam bagi peserta yang belum memiliki lisensi.
Dalam program tersebut, peserta akan mendapatkan pembekalan teori, latihan dasar, hingga pendampingan penuh dari instruktur bersertifikat selama proses penyelaman berlangsung. Dengan demikian, wisatawan dapat merasakan pengalaman menyelam secara aman meski baru pertama kali mencobanya.
Sebelum mengikuti kegiatan diving, kondisi kesehatan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Peserta harus memastikan tubuh dalam keadaan sehat dan bugar. Umumnya, operator wisata akan meminta calon penyelam mengisi formulir riwayat kesehatan sebelum kegiatan dimulai.
Bagi wisatawan yang memiliki riwayat penyakit seperti gangguan jantung, asma, maupun masalah paru-paru, disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Langkah tersebut penting untuk memastikan aktivitas menyelam aman dilakukan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Selain kesehatan, kemampuan dasar di air juga menjadi bekal yang bermanfaat. Calon penyelam tidak harus mahir berenang, tetapi setidaknya mampu mengapung atau berenang santai agar lebih percaya diri saat mengikuti latihan. Istirahat yang cukup pada malam sebelum penyelaman juga diperlukan agar tubuh tetap prima dan terhindar dari kelelahan maupun kram saat berada di laut.
Kesiapan mental tidak kalah penting. Rasa gugup ketika pertama kali bernapas menggunakan regulator di bawah air merupakan hal yang wajar. Karena itu, peserta dianjurkan tetap tenang, bernapas secara perlahan, serta mengikuti setiap arahan dari instruktur. Sikap rileks akan membantu tubuh lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan bawah laut.
Sebelum masuk ke perairan, instruktur akan memperkenalkan berbagai perlengkapan selam, mulai masker, regulator, tabung udara, hingga Buoyancy Control Device (BCD) atau rompi pengatur daya apung. Peserta juga akan mempelajari teknik equalizing untuk menyeimbangkan tekanan pada telinga saat turun ke kedalaman serta memahami isyarat tangan sebagai sarana komunikasi selama berada di dalam air.
Ketika penyelaman berlangsung, aspek keselamatan harus selalu menjadi prioritas. Penyelam pemula tidak diperkenankan berpisah dari instruktur maupun rombongan. Selain itu, wisatawan juga diimbau tidak menyentuh ataupun menginjak terumbu karang agar kelestarian ekosistem bawah laut tetap terjaga.
Penyelam profesional sekaligus mantan presenter Jejak Petualang, Riyanni Djangkaru, juga mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan saat menyelam. Dikutip dari detikTravel, Riyanni mengatakan, "Biarpun diving menyenangkan, safety tetap nomor 1 biar semuanya aman."
Editor : Lugas Rumpakaadi